Rabu, 29 April 2026

Membela Kemaksiatan dengan Mengecilkan Masalah


Sepanjang bulan Oktober 2005 pondok pesantren menjadi sorotan publik. Salah satu akarnya adalah skandal seksual yang melibatkan kyai dan pengurus pondok pesantren. Korbannya adalah para santriwati. Sekalipun jelas-jelas ada masalah, tetap saja orang melakukan pembelaan terhadap pondok pesantren. Salah satunya adalah mentri agama. Beliau mengatakan bahwa kasus seksual yang terjadi di pondok pesantren sebenarnya kasus kecil karena jumlahnya sedikit, namun dibesar-besarkan oleh media. Pak mentri tak sadar besarnya kasus ini bukan karena sedikitnya jumlah, melainkan karena pelakunya adalah seorang kyai yang paham ajaran agama. Tempatnya juga menentukan kasus ini menjadi besar. Kalau kasus pelecehan seksual terjadi di tempat umum, tentulah tidak akan menjadi besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar