Rabu, 15 April 2020

PERNIKAHAN USIA MUDA MENGANDUNG BAHAYA


Sekalipun zaman kita sudah modern, yang ditandai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi canggih, namun masih saja pemikiran kolot tetap melekat. Salah satu pemikiran itu adalah menikah di usia muda. Masih banyak masyarakat, terutama anak-anak remaja, masih jatuh pada kebiasaan ini, sekalipun tahu bahaya di baliknya.
memang menikah adalah hak setiap manusia. Semua orang bebas menentukan pilihan hidupnya. Salah satunya adalah menikah. Akan tetapi, ketika tetap kukuh pada keputusan untuk menikah pada usia yang masih muda, tentulah hal ini patut disayangkan.
Bahaya perkawinan di usia muda sudah menjadi keprihatinan blog budak-bangka ini. Tujuh tahun lalu, blog ini menampilkan 3 tulisan dengan tema pernikahan dini dan bahayanya bagi anak. Ketiga tulisan itu adalah: Pernikahan Dini Picu Kematian Ibu”, “Pernikahan Dini Memicu KDRTdan Dampak Buruk Pernikahan Dini.
Dilihat dari judul-judul tulisannya, terlihat jelas penolakan akan pernikahan dini. Sekalipun sudah tujuh tahun, namun persoalan pernikahan dini masih saja marak terjadi. Memang patut diakui bahwa ada beberapa suku masih menganjurkan praktek ini, atau aturan adat terkait masalah ini terbilang longgar. Orang dapat menikah sejauh dia mau menikah, tak peduli berapa usianya.

Selasa, 14 April 2020

PENJELASAN SINGKAT TENTANG ALLAH TRITUNGGAL

Orang islam menyebut orang Kristen, baik itu katolik maupun protestan, sebagai orang kafir. Dasar penyebutan itu ada dalam Alqur’an. Orang islam menyakini bahwa Alqur’an langsung berasal dari Allah. Karena itu, gelar kafir untuk orang Kristen itu berasal dari Allah SWT. Salah satu alasan kenapa orang Kristen disebut kafir adalah karena iman kepercayaan mereka kepada Allah Tritunggal: Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Tak sedikit juga umat kristiani mendapat serangan dari umat islam terkait ajaran iman ini. Mereka mengatakan bahwa Allah orang Kristen itu ada tiga. Bahkan ada juga orang Islam yang mengatakan bahwa Bunda Maria adalah salah satu Allah dalam Tritunggal Mahakudus. Mungkin Roh Kudus itu dikaitkan dengan Bunda Maria.
Benarkah Allah orang Kristen itu ada tiga? Apakah Bunda Maria termasuk salah satu dari ketiga pribadi Allah Tritunggal?
Pertama, perlu diperhatikan bahwa ajaran tentang Tritunggal Mahakudus tidak sama dengan ajaran tentang adanya tiga Allah. Ajaran tentang Tritunggal Mahakudus mengatakan bahwa hanya ada SATU Allah dalam TIGA pribadi. Ketiga Pribadi itu ialah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Dalam arti ini Gereja sangat memegang teguh monoteisme, artinya hanya ada satu Allah. Adanya tiga pribadi ilahi itu tidak sama dengan adanya tiga Allah. Sedangkan ajaran tentang adanya tiga Allah disebut Triteisme, bukan Tritunggal. Baik Kitab Suci Gereja Katolik maupun Alqur’an menentang Triteisme ini. Alqur’an menentang dengan keras ajaran Triteisme, seperti nampak dalam ayat berikut: ”Hai Isa putera Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia, ‘jadikanlah aku dan ibuku menjadi dua Tuhan selain Allah?’” (QS 5:116). Ayat ini hendak menegaskan bahwa hanya ada satu Allah.

Senin, 13 April 2020

MUJIZAT CINTA


Seorang teolog melihat dengan cara lain mujizat pergandaan 5 roti dan 2 ekor ikan untuk ribuan orang yang dilakukan Yesus. Baginya sebenarnya tiap-tiap orang membawa bekal makanan untuk dirinya. Karena itu, sebenarnya soal makanan tidak ada masalah. Yesus tahu akan hal itu, namun tidak demikian dengan para murid. Karena itulah, mereka ingin menyuruh orang banyak untuk pergi ke kampung-kampung mencari makan. Akan tetapi, Yesus mencegah mereka dengan menegaskan bahwa mereka harus memberi makan orang banyak itu.
Dari situlah akhirnya diketahui bahwa yang ada hanya 5 potong roti dan 2 ekor ikan. Dengan benda-benda itu, Yesus mengangkatnya sambil mengucap berkat lalu memecah-mecahkannya untuk kemudian dibagikan kepada setiap orang banyak. Ketika melihat adegan tersebut kesadaran diri orang banyak tergugah. Mereka yang sebelumnya hanya memikirkan dirinya sendiri, perlahan-lahan mulai mengeluarkan bekalnya dan saling berbagi.
Karena itulah, mujizat pergandaan roti dan ikan bukan terletak pada 5 roti dan 2 ikan itu saja, tetapi yang terutama adalah perubahan sikap orang banyak dari sebelumnya egois kepada kasih. Peristiwa Yesus memberi makan ribuan orang dengan modal 5 roti dan 2 ekor ikan merupakan bentuk mujizat kasih.