Kamis, 30 Juli 2015

Orang Kudus 30 Juli: St. Abdon & Senen

SANTO ABDON & SENEN, MARTIR
Informasi mengenai kedua orang kudus ini sangat terbatas. Yang diketahui pasti adalah keduanya hidup pada abad ketiga. Abdon dan Senen berasal dari Persia. Mereka adalah tawanan perang dan budak belian yang sudah menganut agama Kristen. Kemartiran mereka bermula dari usaha mereka menguburkan jenazah-jenazah para kaum beriman yang dibunuh oleh orang kafir. Mereka ditangkap dan dibawa ke Roma. Di sana mereka dipaksa untuk mempersembahkan kurban kepada dewa-dewi Romawi. Dengan tegas mereka menolak melakukan perbuatan berhala ini karena tak ingin mengkhianati imannya sendiri.
Karena penolakan itu mereka dianiaya dan dipenggal kepalanya. Jenazah mereka dimakamkan oleh diakon Kurianus di rumahnya. Kemudian pada tahun 833, tulang-tulang mereka dipindahkan oleh Paus Gregorius IV (827 – 844) ke dalam Gereja Santo Markus di Roma.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Renungan Hari Kamis Biasa XVII - Thn I

Renungan Hari Kamis Biasa XVII, Thn B/I
Bac I  Kel 40: 16 – 21, 34 – 38; Injil              Mat 13: 47 – 53;

Kitab Keluaran masih menjadi bahan bacaan pertama hari ini. Di dalam kitab ini dikisahkan tentang tabut perjanjian. Dari kisah itu terlihat bahwa Allah senantiasa hadir menyertai umat-Nya. Namun yang menarik dari bacaan ini adalah relasi Musa dan Tuhan. Tampak jelas bahwa Musa senantiasa melakukan segala sesuatu sesuai dengan perintah Allah. Ada tiga kali pernyataan “seperti yang diperintahkan Tuhan"(ay. 16, 19 dan 21). Di sini mau dikatakan bahwa hidup Musa hanyalah seperti yang diperintahkan Tuhan.
Injil hari ini seakan menutup rangkaian pengajaran Tuhan Yesus dalam perumpamaan. Hari ini Tuhan Yesus masih memberi satu perumpamaan, yaitu tentang pukat ikan. Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang pengadilan akhir. Seperti nelayan memisahkan ikan baik dan ikan buruk, demikian pula malaikat Tuhan “akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.” (ay. 49). Dari sini Tuhan Yesus berharap agar para pendengar-Nya mau memilih menjadi ikan yang baik sehingga ia dapat masuk ke dalam kebahagiaan kekal. Untuk bisa menjadi baik, orang diminta untuk hidup menurut perintah Tuhan.
Sebagai umat beriman, setiap manusia mempunyai relasi dengan Tuhan. Namun perlu disadari pula bahwa setiap manusia adalah juga makhluk sosial. Kesosialan itu menuntut dirinya berelasi dengan sesama. Jadi, setiap manusia selain diminta untuk menjalin dengan sesama manusia, juga diharapkan tetap menjalin relasi dengan Tuhan. Dalam hubungan dengan Tuhan, kita diminta untuk setia pada kehendak-Nya. Hal ini sudah ditunjukkan oleh Musa. Sabda Tuhan hari ini menghendaki agar kita senantiasa mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita, karena melalui itu kita kelak dapat menikmati kebahagiaan kekal.***
by: adrian

Rabu, 29 Juli 2015

Bagaimana Mengatasi Patah Hati

MENGATASI PATAH HATI AKIBAT DIPUTUS PACAR TIBA-TIBA
Putusnya jalinan asmara memang bisa membuat seseorang merasa sakit hati, apalagi jika hubungan tersebut berakhir secara tiba-tiba. Tentunya patah hati bisa semakin mendalam dan seolah-olah sulit untuk disembuhkan. Tak jarang ada yang berlaku nekat dengan membunuh diri sendiri.
Dalam penelitian yang dibuat oleh situs kencan online Elite Singles menyebutkan bahwa 76% orang yang sakit hati setelah putus dapat menyebabkan masalah emosional yang berat hingga masalah pada fisik. Namun, segala kegalauan pasti bisa diatasi dengan baik dan sehat. Psikolog dan pakar percintaan, Michele O’Mara, PhD memberi tips untuk dapat melewati patah hati karena putus cinta.
1.    Putus Komunikasi
Ketika hubungan berakhir, maka cara terbaik untuk segera move on adalah dengan memutuskan komunikasi. O’Mara menjelaskan, penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda berhubungan atau melakukan kontak dengan seseorang yang dicintai, maka tubuh akan bereaksi semakin terobsesi dengan orang tersebut. “Kamu menjadi sangat mengidamkan orang tersebut,” ujar pakar percintaan tersebut. Ia menyarankan untuk tidak menghubungi mantan kekasih 30 hingga 90 hari setelah putus.
2.    Jauhi Media Sosial
Media sosial tidak membantu untuk mengurangi kesendirian. Ia justru dapat membuat Anda semakin galau. Hal ini karena Anda tidak bisa menahan diri untuk tidak mengintip atau stalking akun media sosialnya. Menurut O’Mara, paksakan diri Anda untuk tidak membuka media sosial dan lebih baik bertemu dengan teman-teman, meski Anda sedang tidak mood untuk bertemu banyak orang. Namun hal tersebut lebih baik dibanding harus membuka akun twitter, path, facebook atau instagram.
3.    Curhat dengan Bijak
O’Mara menjelaskan bahwa mengulang-ulang cerita tentang kesalahan mantan kekasih dan bagaimana hubungan bisa berakhir dapat membuat kegalauan Anda semakin menjadi-jadi. Hal itu karena Anda akan terus mengingat-ingat hal buruk tersebut. Untuk itu, curhatlah dengan bijak. Anda bisa cerita hal-hal apa saja yang ingin Anda lakukan setelah putus atau meminta pendapat teman tentang bagaimana cara untuk segera move on dari mantan kekasih.
4.    Waspada dengan Perasaan Cemas yang Berlebihan
Penyakit setelah putus cinta biasanya adalah cemas yang berlebihan. “Satu hal yang sering dirasakan banyak orang setelah putus adalah perasaan tentang kehidupan selanjutnya,” ujar O’Mara. Setelah merasa kesepian, mungkn Anda akan berpikir bahwa akan hidup sendiri untuk selamanya. O’Mara mengatakan ketika sudah berpikir buruk segera ganti pikiran Anda dengan hal yang lebih positif dan tetap memiliki semangat untuk menjadi lebih baik lagi. Katakan pada diri sendiri bahwa ‘mungkin kesendirian akan berlangsung lama, tapi aku akan bangkit kembali.’
5.    Jangan Buru-buru Punya Pacar
Tidak ada ukuran waktu yang tepat kapan Anda bisa memulai kencan kembali dengan seorang pria. Kuncinya adalah ketika Anda sudah benar-benar siap dan segala perasaan patah hati telah sembuh, O’Mara mengatakan banyak orang yang sudah memiliki kekasih lagi padahal dia belum kembali menjadi dirinya sendiri. Jika dipaksakan hubungan yang baru pun bisa hancur. Jadi, jangan terus menghitung sudah berapa lama Anda menjomblo; sebaiknya tenangkan diri dan kembalikan kepercayaan diri terlebih dahulu.
Demikianlah kelima tips O’Mara untuk mengatasi patah hati. Dari kelima tips ini terlihat jelas bahwa O’Mara hendak memberitahu Anda bahwa mantan kekasih bukanlah segala-galanya. Dunia tidak selebar daun kelor. Oleh karena itu, Anda harus tetap menatap ke depan.
Selain kelima tips di atas, tidak salah juga kalau Anda mencoba atau menambahnya dengan cara spiritual. Dekatkanlah diri Anda kepada Tuhan lewat membaca Kitab Suci, berdoa, meditasi, atau kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Di balik kegiatan spiritual ini, Anda diajak untuk menghaturkan syukur. Bersyukurlah atas pengalaman patah hati itu. Jika Anda dapat bersyukur, Anda dipastikan dapat melangkah ke depan.
edited by: adrian, dari sumber: wolipop detik
Baca juga tulisan terkait: