Minggu, 17 Maret 2019

KEBENARAN BUKAN SOAL PERASAAN


Hari ini, empat tahun lalu, persisnya 17 Maret 2015, blog budak-bangka menurunkan sebuah tulisan dengan judul “Antara Kesenangan dan Kebenaran”.  Tulisan tersebut masuk dalam kategori sebagai inspirasi hidup. Sebagaimana diketahui, ada begitu banyak sumber yang dapat dijadikan inspirasi hidup. Salah satunya adalah Kitab Suci. Bagi orang Kristen, kitab suci sudah menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.
Inspirasi hidup dalam tulisan empat tahun lalu itu diambil dari Kitab Nabi Yeremia. Salah satu hal yang hendak disampaikan adalah bahwa tak selamanya yang menyenangkan itu benar. Tentulah hal ini sangat bertentangan dengan pendapat umum, yang lebih suka pada hal-hal yang menyenangkan. Kebenaran selalu ditentukan dari perasaan senang.
Tulisan tersebut dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan sehingga dapat dengan mudah dinikmati pembaca mana pun. Ada begitu banyak pesan yang terkandung di dalamnya, yang berguna bagi kita. Mau membaca tulisan tersebut? Langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Jumat, 15 Maret 2019

PAUS FRANSISKUS: JANGAN BIARKAN SETAN MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK KITA


Kekudusan Allah adalah kekuatan yang terus berkembang dan akan mengalahkan semua kejahatan bagi semua orang untuk selamanya, kata Paus Fransiskus. “Hari-hari hidup setan sudah ditentukan,” ujar Paus Fransiskus saat audensi umum mingguan, 27 Februari. “Satu hal yang pasti, setan harus takut dan ini bagus.”
Melanjutkan ceramah tentang doa Bapa Kami, Paus Fransiskus mengatakan doa itu dibagi menjadi tiga permintaan: agar nama Tuhan disucikan, kerajaan-Nya datang dan kehendak-Nya terjadi; empat permintaan tentang kebutuhan dasar manusia akan rejeki setiap hari, pengampunan dosa, membantu dalam melawan godaan, dan pembebasan dari kejahatan.
Doa Bapa kami mempunyai segala aspek penting untuk doa kristen: perenungan akan Tuhan dalam misteri dan kebaikannya, dan permintaan yang tulus dan berani untuk apa yang kita butuhkan untuk hidup dan hidup dengan baik.

PASTOR DAN SAHABAT LAMANYA


Pengetahuan adalah pencerahan budi. Dari budi turun ke hati, dan dari sana lahirlah kehendak dan aksi. Budi yang tercerahkan dapat mendatangkan tindakan-tindakan jernih. Dan pencerahan tidak melulu datang hanya dari buku-buku saja atau dari ruang kelas. Pencerahan itu bisa datang dari apa dan siapa saja serta dari mana saja, tergantung adanya keterbukaan hati dan budi. Salah satunya adalah pengalaman.
Hal inilah yang hendak diangkat blog budak-bangka lima tahun lalu. Pada 15 Maret 2014, budak-bangka menurunkan tulisan dengan judul: “Pastor dan Sopir Mikrolet”. Tulisan tersebut mau mengisahkan cerita perjumpaan seorang pastor dengan sahabat lamanya, yang berprofesi sopir angkot. Sekilas cerita itu biasa-biasa saja. Akan tetapi, setelah mengikuti cerita tersebut dengan hati dan budi yang terbuka, kita akan menemukan sejumlah pesan bernilai yang berguna.
Dikemas dengan bahasa yang sederhana dan alur cerita yang ringan membuat pembaca dapat dengan mudah menikmatinya. Tulisan tersebut tidak terlalu panjang. Dapat dikatakan relatif singkat, sehingga pembaca dapat dengan cepat menyelesaikan bacaannya dan langsung menemukan pesannya. Bagaimana kisah perjumpaan dua manusia beda profesi itu? Dan apa pesan cerita tersebut bagi kita? Langsung saja membacanya di sini. Selamat membaca!!!