Kamis, 28 Februari 2019

MEMAHAMI KONVALIDASI PERKAWINAN

Dua tahun lalu, yakni 28 Februari 2017, untuk menutup bulan Februari, blog budak bangka menurunkan tulisan dengan judul “Konvalidasi Perkawinan dalam Gereja Katolik” Tulisan tersebut merupakan kutipan dari sebuah tulisan yang dimuat di katolisitas.org. Tulisan tersebut dapat dijadikan bahan pengetahuan bagi siapa saja, khususnya praktisi pastoral dalam menghadapi kasus-kasus perkawinan. Tentu kasus perkawinan yang dihadapi di sini bukan masuk kategori berat, yang membutuhkan pemutusan atau pembatalan.
Dalam tulisan tersebut ditampilkan definisi dari konvalidasi, dasar-dasar dari konvalidasi, landasan hukum Gerejanya serta aplikasinya dalam pastoal. Tulisan tersebut disajikan dengan bahasa yang sederhana, ringan dan mengalir membuat ia enak dibaca dan dinikmati siapa saja.
Untuk membaca tulisan tersebut sehingga dapat memahami apa itu konvalidasi, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

SEBUAH CERPEN TENTANG IMAM

Menutup bulan Februari empat tahun lalu, yakni 28 Februari 2015, blog budak bangka menurunkan tulisan dengan judul “Ternyata...” Tulisan tersebut merupakan sebuah cerita pendek (cerpen). Cerita yang ditampilkan seputar kehidupan para imam Gereja Katolik. Sangat jelas bahwa penulis cerpen ini hendak menyampaikan kritik terhadap kaum berjubah dalam Gereja Katolik. Ada kesan bahwa cerpen tersebut kelanjutan dari cerpen sebelumnya, yaitu Diakon Yudas.
Disajikan dengan bahasa yang sederhana, ringan dan mengalir membuat cerpen tersebut enak dibaca dan dinikmati siapa saja. Sekalipun ditujukan secara langsung kepada kaum berjubah, cerpen tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi siapa saja, tidak spesial para imam. Sungguh dibutuhkan kelapangan dan kebesaran hati untuk membaca cerpen ini.
Untuk membaca cerpen tersebut, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Sabtu, 23 Februari 2019

TERNYATA AL-QUR'AN BUKAN CUMA UNTUK UMAT ISLAM SAJA


Pada umumnya semua kita tahu bahwa Kitab Suci itu berasa dari Allah dan diperuntukkan bagi manusia. Artinya, manusialah yang membutuhkan kitab suci itu, karena sering dimaknai kitab suci itu sebagai pedoman hidup. Akan tetapi tidaklah demikian dengan Al-Qur’an. Hal inilah yang dibahas dalam sebuah tulisan di budak-bangka.blogspot setahun yang lalu, persisnya pada 23 Februari 2018. Judul tulisan itu adalah “Al-Qur’an: Dari Allah untuk Siapa?”.
Pertanyaan untuk siapa mengindikasikan bahwa kitab suci umat islam itu tidak hanya ditujukan kepada umat islam saja. Penulis mengemas tulisannya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang lugas, sederhana dan ringan sehingga mudah dinikmati pembaca biasa. Selain itu, penulisnya menggunakan pendasaran langsung dari Al-Qur’an itu sendiri. Hal inilah yang membuat tulisan ini sungguh menarik. Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan untuk siapa saja Al-Qur’an ditulis, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!