Jumat, 09 November 2018

PAUS FRANSISKUS: ORANG KRISTEN HARUS JALANKAN ‘SABDA BAHAGIA’

Dengan nyanyian, puisi dan tarian – termasuk hip-hop – anak-anak muda berbagi dengan Paus Fransiskus dan anggota Sinode Para Uskup tentang kisah hidup mereka, harapan, mimpi dan terutama pertanyaan. Pertemuan pada sore, 6 Oktober, dihadiri oleh lebih dari 5.000 anak muda, kebanyakan siswa sekolah menengah dan mahasiswa Italia, di balai pertemuan Vatikan.
Orang-orang muda dari beberapa Negara menceritakan kisah pribadi mereka tentang pengalaman iman. Seorang remaja putera menceritakan tentang masa remajanya dimana ia terlibat dalam kejahatan, ditahan dan akhirnya dipenjara; sedangkan seorang yang lain bercerita tentang kesembuhannya dari kecanduan.
Seorang wanita muda Italia bercerita tentang pekerjaan sukarela yang dilakukannya. Ia tinggal dan bekerja di sebuah kamp pengungsi Suriah di Lebanon. Seorang wanita muda lainnya bertutur tentang pilihan hidupnya sebagai seorang novis dalam sebuah ordo religius.
Lalu pertanyaan bermunculan: apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bunuh diri pada remaja? Bagaimana kita menemukan makna dalam hidup? Bagaimana kita bisa melawan diskriminasi dan ketidaksetaraan? Bagaimana kita bisa melawan rasa takut pada orang asing? Apa yang dapat Gereja lakukan untuk membantu kaum muda kristen di Negara dimana mereka adalah minoritas? Bagaimana orang-orang muda seharusnya menanggapi teman-teman mereka yang bertanya tentang skandal pelecehan seks dan beranggapan Gereja adalah “sarang dari orang-orang yang lebih tertarik pada uang dan kekuasaan daripada kebaikan”?

Rabu, 07 November 2018

ORANG KUDUS BULAN NOVEMBER


JANGAN ALERGI DENGAN KEBOHONGAN


Dewasa ini kebohongan begitu menjamur di negeri ini, baik dalam kehidupan social kemasyarakatan maupun dalam dunia politik. Tentu masih segar dalam ingatan kita kasus Ratna Sarumpaet, yang termasuk tim pemenangan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno dalam perhelatan Pilpres 2019. Ratna mengaku dirinya dianiaya oleh orang-orang tak dikenal di sebuah wilayah di Bandung.
Kebohongan Ratna menyeret beberapa tokoh politik, termasuk calon Presiden Prabowo, juga turut menyebarkan kebohongan. Banyaknya kebohongan yang bertebaran, membuat Presiden Jokowi menyerukan untuk menghentikan politik kebohongan. Akan tetapi, seruan beliau justru ditanggapi sinis oleh tokoh-tokoh politik dari kubu Prabowo.
Kebohongan sebenarnya bukan baru ada saat ini. Kebohongan sudah ada sejak adanya manusia, dan akan tetap ada selagi masih ada manusia di muka bumi ini. Kebohongan bersumber dari iblis. Karena itu, tidaklah mungkin untuk menghilangkan kebohongan saat ini.
Tulisan “Berita Bohong Dipersoalkan, Tapi…” mengajak kita untuk melihat dan menyikapi kebohongan dengan lebih bijak. Penulis tidak mengajak pembaca untuk menghindari kebohongan ataupun berita bohong, tetapi justru mengajak pembaca bagaimana menghadapi kebohongan. Terbersit dalam tulisan ini bahwa kebohongan tak perlu dikutuk, tapi disyukuri. Lebih lanjut mengenai tulisan tersebut, silahkan baca di sini. Selamat membaca