Sabtu, 16 November 2013

Orang Kudus 16 Novermber: St. Rochus Gonzales

SANTO ROCHUS GONZALES, MARTIR

Rochus adalah imam Yesuit pribumi dari Paraguay, Amerika Selatan, yang bekerja giat di antara suku-suku Indian. Bersama dengan Bruder Alfonsus Rodriguez, ia dibunuh oleh orang-orang yang tidak menghendaki kemajuan bagi orang Indian kristen. Dua hari kemudian, misionaris Yohanes del Castillo disiksa sampai mati lemas.

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXII - Thn I

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXII, Thn C/I
Bac I   : Keb 18: 14 – 16, 19: 6 – 9; Injil           : Luk 18: 1 – 8

Penulis Kitab Kebijaksanaan, dalam bacaan pertama, menggambarkan tentang kemahakuasaan Allah sang pencipta dan pengatur. Kemahakuasaan Allah membuat alam ciptaan menjadi teratur, sehingga umat manusia menjadi takjub. Hal ini sudah dirasakan dan dinikmati oleh bangsa Israel. Yang dinikmati bangsa Israel bukan hanya sekedar ketakjuban, melainkan juga keselamatan. Karenanya, reaksi yang pantas bagi Allah adalah pujian yang dialamatkan kepadanya. Salah satu bentuk pujian adalah doa.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan para murid-Nya tentang doa. Lewat perupamaan hakim dan janda, Yesus mengajak mereka untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Tuhan pasti akan mendengarkan doa umat yang selalu datang kepada-Nya. Dia tidak akan menelantarkan umat-Nya. Dengan ini, Yesus bukan saja mau menekankan bahwa Allah itu peduli, tetapi juga mahakuasa.

Doa merupakan salah bentuk komunikasi iman antara umat manusia dengan Allah. Dalam doa umat dapat menyampaikan pujian dan syukur serta permohonan. Tak sedikit kita datang kepada Tuhan dengan membawa sekumpulan permohonan. Dan tak jarang kita sedikit mendesak atau malah memaksa Allah supaya permohonan kita dikabulkan. Pemaksaan ini menunjukkan bahwa kita ingin instan. Ketekunan dan ketabahan kita tak bisa teruji. Sabda Tuhan hari ini menuntut kita untuk memiliki ketabahan dan ketekunan dalam berdoa. Berdoalah dengan tidak jemu-jemu.

by: adrian

Jumat, 15 November 2013

Anak Pastor

Dulu, waktu masih jaman Orde Baru, partai peserta pemilu hanya tiga, yaitu Golkar (Golongan Karya), PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dan PDI (Partai Demokrasi Indonesia).

Pemilu baru saja selesai, dan masih dalam proses penghitungan. Tiga orang pemuda, tanpa prinsip luber, asyik memperbincangkan pilihannya. Yang satu terus terang mengatakan bahwa ia pilih Golkar karena ia anak pegawai negeri. Yang kedua mengakui menusuk PPP karena ia anak pak haji.

Yang ketiga, “Saya sih tusuk PDI, sebab saya anak pastor.”