Kamis, 06 Januari 2022

CATATAN HUJAN BULAN DESEMBER

Jika membandingkan catatan hujan bulan Agustus dan November, maka ditemukan adanya kemiripan curah hujan. Dan ternyata kemiripan tersebut membuat kedua bulan tersebut sebagai puncak curah hujan. Hal ini disebabkan karena sebagaimana bulan sesudah Agustus terjadi penurunan curah hujan, demikian pula bulan sesudah November. Sekalipun BMKG memprediksikan bulan Desember masih berada dalam musim hujan, akan tetapi curah hujannya tidak setinggi bulan sebelumnya.

Curah hujan bulan Desember tidak jauh berbeda dengan curah hujan bulan September. Jika di bulan September terdapat 12 hari tidak turun hujan, di bulan Desember ini ada 13 hari hujan tidak turun. Intensitas hujan bulan Desember bervariasi dari ringan hingga lebat. Durasi waktunya mirip seperti bulan November.

Jadi, bila dibandingkan dengan bulan November dapatlah dikatakan kalau curah hujan bulan Desember mengalami sedikit penurunan. Karena itu, bisa dikatakan bahwa bulan Agustus dan November merupakan puncak musim hujan tahun 2021. Apakah bulan Januari curah hujan akan mirip seperti bulan Oktober? Ataukah justru terjadi sebaliknya? Kita akan pantau terus perkembangannya dari Ujung Beting. 

Rabu, 05 Januari 2022

INI ALASAN IBU HAMIL HARUS KURANGI NGOPI

Minum kopi kini memang sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang. Karenanya, tak mudah memang meninggalkan kebiasaan ini, bahkan ketika sedang hamil. Padahal, aman tidaknya konsumsi kopi saat hamil masih diperdebatkan.

Dalam studi terbaru, para ahli menyebutkan ibu hamil sebaiknya membatasi asupan kopinya, seperti halnya konsumsi alkohol atau merokok. Ibu hamil yang minum dua cangkir kopi setiap hari akan meningkatkan risiko bayi mereka menderita leukimia.

Para peneliti dari Bristol University mengungkapkan, kafein bisa mengubah DNA dalam janin sehingga tumor mudah tumbuh. Leukimia sendiri merupakan jenis kanker yang paling sering diderita anak-anak.

Studi yang melihat lebih dari 20 studi ini menemukan, bayi yang terlahir dari ibu yang hobi ngopi memiliki resiko menderita leukimia hingga 20%. Resiko tersebut melonjak hingga 60% jika ibu minum dua cangkir kopi setiap hari.

Memang ini hanya studi awal sehingga peneliti menyebutkan perlunya penelitian lanjutan agar semakin jelas kaitan antara konsumsi kafein dan kesehatan bayi dalam kandungan.

Studi lain menyebutkan, konsumsi kafein selama kehamilan akan memperparah morning sickness yang dirasakan karena kopi diketahui akan meningkatkan detak jantung dan merangsang sekresi asam lambung. Selama kehamilan, tubuh ibu juga akan bekerja lebih keras untuk memproses racun yang masuk, termasuk dari minuman berkafein. Itu sebabnya kafein bisa memengaruhi janin.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah memberi rekomendasi konsumsi kafein sehari pada ibu hamil sebaiknya tak lebih dari 300 mg. Jumlah tersebut setara dengan 1,5 cangkir kopi yang dibuat sendiri di rumah.

Namun perlu diketahui juga, selain dari kopi kita juga bisa mendapatkan kafein dari teh, minuman bersoda, minuman energi, hingga cokelat. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui kandungan kafein dari asupan makanan dan minuman agar tidak sampai berlebihan

diambil dari tulisan 7 tahun lalu 

Selasa, 04 Januari 2022

BAHKAN MAUT PUN TAK MEMISAHKAN

Mobil antar jemput anak sekolah berhenti di depan rumah keluarga Yohanes Firmansyah Angsana. Pintu samping mobil terbuka, dan keluarlah gadis cilik dengan tas ransel di punggungnya. Dialah Theresia Putri Angsana, yang biasa disapa Tere, siswi SD St. Agustinus kelas 5.

“Terima kasih, Om Andre,” ucap Tere kepada sopir mobil itu sebelum menutup kembali pintu mobil. Diangkatnya tangannya untuk membalas lambaian tangan teman-temannya dari dalam mobil.

Setelah mobil hilang dari pandangannya, ia membalik badan menuju rumahnya. Di teras rumah ibunya, Maria Handayani Putri, sudah berdiri menanti. Direntangkan tangan menyambut putri bungsunya dalam pelukan. Sebuah kecupan mendarat di kening Tere. Kemudian keduanya memasuki rumah.

“Tere ada peer?”

“Ada, Ma.”

“Ya uda, Tere bawa dulu tasnya ke kamar, ganti baju baru maem. Jangan lupa cuci tangannya.”

Sambil mengiyakan perintah mamanya, Tere berlari kecil menuju kamarnya. Sementara itu Maria menyiapkan makan siang. Tak lama kemudian Tere muncul dan makan siang bersama mamanya.

“Ma, kenapa sih Bang Agus mau ke seminari?” Sambil menikmati makannya, Tere bertanya perihal abangnya yang memutuskan masuk seminari menengah.

“Kan abang mau jadi romo. Kalau mau jadi romo, ya musti masuk seminari.”

“Kayaknya abang betah di sana. Gak pulang-pulang. Gak telponan.”

“Kalau masuk seminari ya harus gitu. Dulu, waktu paman Markus masuk seminari juga gak pulang-pulang. Paling liburan semester aja.” Kisah Maria tentang abangnya.