Rabu, 21 April 2021

KENALI GEJALA AWAL DEPRESI PADA ANAK ANDA


 

Seperti orang dewasa, anak-anak dapat mengalami emosi yang naik dan turun. Satu saat mereka terlihat gembira ketika sedang bermain, namun di lain waktu mereka juga bisa merasa sedih. Rasa sedih adalah perasaan yang wajar dialami semua orang, termasuk anak-anak. Namun orangtua dianjurkan untuk waspada bila kesedihan anak terus berlanjut, bahkan sampai menggangu aktivitas sosial, minat, tugas sekolah serta perannya dalam keluarga. Sebab, hal ini dapat menjadi gejala awal depresi.

Mengenal depresi pada anak

Depresi adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan seseorang merasa sedih, mudah tersinggung atau putus asa. Kondisi tersebut bisa mempengaruhi kualitas tidur, nafsu makan atau hubungan dengan orang lain. Depresi juga bisa membuat seseorang kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang sebelumnya sangat disukai.

Pada kasus yang parah depresi dapat menyebabkan pikiran untuk bunuh diri. Seseorang bisa dikatakan mengalami depresi bila mengalami gejala-gejala tersebut selama 2 minggu atau lebih. Tidak hanya orang dewasa, depresi juga bisa menyerang anak-anak. Meskipun anak-anak secara alami akan mengalami perubahan suasana hati seiring tumbuh kembang mereka, namun depresi berbeda.

Gangguan tersebut mempengaruhi cara anak berinteraksi dengan teman dan keluarganya. Hal ini juga bisa membuat mereka tidak bersemangat untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti sekolah, olahraga, honi atau aktivitas lainnya.

Senin, 19 April 2021

YESUS ITU ISLAM, SIAPA YANG MALU: ISLAM ATAU KRISTEN?


 

Beberapa kali muncul di media sosial, salah satunya adalah facebook, pernyataan yang mengatakan bahwa “Yesus ternyata pemeluk islam. Banyak umat kristen kecewa.” Setelah memahami makna islam sebenarnya, patut diakui bahwa memang sebenarnya Yesus itu adalah islam, bahkan lebih islam dari Muhammad sendiri. Lantas, siapa sebenarnya yang dirugikan dengan pernyataan bahwa Yesus itu islam: islam atau kristen?

Muslim adalah orang yang menganut agama islam, agama yang diturunkan oleh Muhammad SAW (meninggal 8 Juni 632). Salah satu syarat utama untuk menjadi muslim adalah dengan mengucapkan syahadat "Assh Haduala ilahailallah wa Assh Haduana muhammadur rasulullah", yang artinya: aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.

Tentu sebagian besar orang langsung kaget dengan judul tulisan ini. Bagi orang kristiani dan bagi kebanyakan orang umumnya, Yesus adalah peletak dan dasar bagi iman dan ajaran agama kristen. Bukankan Yesus sudah ada jauh sebelum Muhammad lahir dan menjadi rasul Allah? Bagaimana mungkin Yesus disebut sebagai seorang muslim tanpa menyebut wa Assh Haduana muhammadur rasulullah?

Agar kita tidak bingung dan dapat memahami judul di atas, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui arti dan makna kata "islam". Kata ini tak bisa dipisahkan atau dilepaskan dari kata muslim. Keduanya berkaitan erat. Muslim adalah orang yang memeluk agama islam. Karena itu, orang yang benar-benar memeluk agama islam, artinya melaksanakan islam secara sempurna, disebut sebagai muslim sejati. Dan itulah Yesus. Dan apa arti islam?

Secara etimologis kata “islam” berasal dari bahasa Arab, yang diambil dari kata salima dengan arti selamat. Dari kata salima itu terbentuk kata aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh/taat. Kata ini terdapat dalam QS al-Baqarah ayat 112: “Bahkan, barangsiapa menyerahkan diri (aslama) kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati”

Jumat, 16 April 2021

TELAAH ATAS AYAT-AYAT PERANG DALAM AL-QUR'AN


 

Terorisme dan radikalisme, dengan segala kekerasannya, sepertinya sudah melekat erat pada islam. Setiap kali muncul aksi terorisme, radikalisme dan intoleransi selalu saja nama islam islam terbawa, baik itu lewat para pelakunya maupun atribut-atribut yang menyertainya. Memang banyak umat islam, termasuk tokoh agamanya, menolak kaitan terorisme dan radikalisme dengan agama islam. Sering keluar pernyataan bahwa islam itu agama damai dan terorisme itu bukan islam. Sayangnya, publik tak bisa dibohongi. Semua orang tahu bahwa ajaran agama selalu mengacu pada kitab suci. Dan banyak orang yang sudah membaca Al-Qur’an tidak serta merta percaya bantahan tokoh-tokoh islam itu. Mereka lebih percaya kalau memang islam itu agama teroris dan intoleran, karena ada begitu banyak perintah terkait dengan hal tersebut yang tersebar dalam Al-Qur’an. Salah satu perintahnya adalah perang.

Ada cukup banyak “ayat-ayat perang” yang ada dalam Al-Qur’an. Yang dimaksud dengan “ayat-ayat perang” di sini adalah ayat dalam Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat kata dengan kata dasar “perang” dan “jihad”. Tentulah bukan hanya terfokus pada 2 kata itu saja, tetapi juga kata-kata lain yang mengandung 2 kata tersebut. Misalnya seperti berperang, peperangan, perangilah, memerangi, berjihad, dll. Kutipan ayat-ayat Al-Qur’an ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Edisi Terkini Revisi Tahun 2006.

Ayat-ayat yang ada ini berdasarkan hasil tangkapan mata manusiawi. Sadar akan kelemahan dan keterbatasan, tentu ada ayat yang terlewatkan. Inilah “ayat-ayat perang” Al-Qur’an.