Jumat, 26 April 2013

Lampu Mati

Belum lama memejamkan mata, tak lama kemudian listrik mati. Sontak kamar jadi gulita. Udara pun panas karena AC kamar tidak berfungsi. Dan nyamuk bergembira berterbangan seputar telingaku.

Karena tak tahan dengan semuanya itu, akhirnya aku memutuskan keluar dari kamar. Ternyata di ruang tengah, sudah kumpul anggota lain dengan berpenerangan lilin. Aku pura-pura tidak tahu kalau listrik mati.

Saya               : Koq listrik di kamarku tidak berfungsi? Jadi kepanasan di kamar.
Teman           : Lampu mati, Romo!
Saya               : Tadi, waktu mau tidur lampu aku matikan, AC tetap jalan, koq.
Teman           : @#$%^&$#@????

(Inspirasi Hidup) Hidup Sekarang dan Dulu

HIDUP SEKARANG & DULU
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa.

Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati.

Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.

Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.

Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.

by: adrian, diolah dari email Anne Ahira
Baca juga refleksi lainnya:

Kamis, 25 April 2013

Remaja & Ekaristi

Ekaristi Kaum Muda Komunitas Life Teen
Paroki MBK Jakarta
HIDUPKATOLIK.com, TOMANG, JAKARTA - Life Teen Paroki Maria Bunda Karmel (MBK), Tomang, Jakarta Barat menyelenggarakan perayaan Ekaristi bagi Orang Muda Katolik (OMK) dan Life Night di Auditorium Gereja MBK, Sabtu, 13/4. Acara bertajuk “Single, Sexy, and Smart” ini dimulai dengan Misa yang dipimpin Pastor Lirman Jaya Sastra OCarm.

Dalam homilinya, Pastor Jaya mengajak OMK untuk menjadi pribadi luar biasa, tangguh dan smart. Hal tersebut salah satunya dapat dicapai dengan mengikuti perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, dan mengaku dosa.

Humas Life Teen MBK, Anastasia Supatra mengungkapkan bahwa Life Teen MBK adalah yang pertama di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Life Teen MBK terbentuk pada 11 Agustus 2012. Kelompok ini rutin mengadakan Misa dan Life Night satu bulan sekali, setiap Sabtu kedua. “Kita selalu berpusat pada Ekaristi. Acara diawali dengan Ekaristi. Kemudian dilanjutkan dengan Life Night; pengajaran, sharing kelompok, dan pujian,” ujarnya.

Life Teen MBK berada di bawah Life Teen KAJ dan bernaungan di bawah Seksi Kepemudaan MBK serta berkoordinasi dengan pastor moderator OMK MBK, Pastor Gregorius Jeffrey OCarm. Leading teens closer to Christ menjadi motto kelompok ini.

Kegiatan Life Teen menjadi salah satu cara menjawab kebutuhan akan Misa OMK dan menjawab keprihatinan banyaknya OMK yang menjauh dari Gereja. “Ini sebagai sarana bagaimana kita mengajak OMK untuk Ekaristi serta mendekatkan diri pada Tuhan lewat pengajaran dan sharing,” ujar Anastasia.

Peserta Life Teen MBK adalah para siswa usia SMP, SMA, mahasiswa, dan karyawan muda. Mayoritas mereka berasal dari sekolah-sekolah yang ada di paroki MBK: Sekolah Sang Timur, Sekolah Abdi Siswa, dan Sekolah Tarsisius.

Selain Misa dan Life Night, juga diadakan kegiatan sharing atau keakraban di luar acara rutin untuk menjalin relasi yang lebih dekat. Misalnya mengikuti Ekaristi mingguan bersama dan sharing berdasarkan kelompok yang telah dibagi sesuai usia peserta. Beberapa panitia (disebut core member) juga mengisi pengajaran di sekolah-sekolah, seperti sekolah Sang Timur Tomang sebagai pengisi pengembangan kepribadian para siswa selama satu jam.

by: Maria Pertiwi, http://www.hidupkatolik.com/2013/04/25/ekaristi-kaum-muda-komunitas-life-teen-paroki-mbk-jakarta