Kamis, 03 Februari 2022

POSISI TIDUR MENGGAMBARKAN KEPRIBADIAN

Tidur merupakan salah satu aktivitas tetap setiap makhluk hidup, termasuk manusia. sangat sulit membayangkan jika ada manusia yang tidak pernah tidur. Memang ada orang yang sulit untuk tidur, namun bukan berarti ia tidak bisa tidur sama sekali.

Tidur sudah menjadi kebutuhkan hidup manusia. Dengan tidur, kita dapat meregenerasi fungsi organ tubuh kita yang sudah bekerja seharian. Banyak ahli sepakat bahwa manusia membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam sehari untuk beristirahat alias tidur.

Tapi tahukah kita bahwa saat tidur kita memiliki posisi tidur tertentu. Dan ternyata posisi tidur itu bisa dihubungkan dengan kepribadian kita. Setidaknya ada 6 posisi tidur. Nah, seperti apa posisi tidur kita dan bagaimana gambaran kepribadian kita?

1.   Fetal

Posisi tidur fetal merupakan posisi tidur dimana posisi badan menyamping dengan menekuk kaki dan tangan menyerupai posisi bayi di dalam rahim. Posisi tidur seperti ini menggambarkan bahwa kita adalah:

·        Seseorang yang terlihat keras di luar, namun sebenarnya mempunyai hati yang lemah lembut dan sensitif

·        Pemalu

·        Memiliki kemampuan berelaksasi yang cepat

2.   Log

Posisi tidur log merupakan posisi tidur dimana posisi badan menyamping dengan kaki dan tangan lurus pada sisi yang sama menyerupai kayu. Posisi tidur seperti ini menggambarkan bahwa kita adalah:

Ø  Seseorang yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman

Ø  Mudah mempercayai orang asing yang tidak dikenal, bahkan terkadang mudah tertipu

3.   Yearner

Posisi tidur yearner merupakan posisi tidur dimana posisi badan menyamping dengan kaki lurus ke bawah, namun tangan lurus ke arah depan. Posisi tidur seperti ini menggambarkan bahwa kita adalah:

§  Seseorang yang terbuka, waspada, dan terkadang mudah curiga serta sinis

§  Membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil suatu keputusan

§  Sulit berubah pikiran

4.   Soldier

Rabu, 02 Februari 2022

PESAN MARIA BUAT PARA IMAM

Suatu ketika, pada tahun 1988, terjadi wawancara batin antara Don Stefano Gobbi dan Bunda Maria. Wawancara batin adalah suatu gejala mistik yang ada dalam kehidupan Gereja. Ia bukanlah komunikasi inderawi. Dalam wawancara batin ini orang tidak mendengar dengan telinga atau melihat dengan mata dan tidak ada sesuatu yang bisa disentuh. Jadi, wawancara batin merupakan anugerah dalam bentuk pesan yang disampaikan Allah kepada kita supaya dilaksanakan dengan bantuan-Nya. Dalam wawancara batin di sini, Don Stefano menjadi alat komunikasi; dengan tetap menjaga kebebasannya, ia mengungkapkan persetujuan terhadap kegiatan Roh Kudus. Artinya, ia tidak mencari-cari gagasan atau cara pengungkapannya. Ia murni sebagai penyalur pesan.

Wawancara batin antara Bunda Maria dan Don Stefano Gobbi ini memuat pesan Bunda Maria untuk para imam. Pesan yang disampaikan dalam wawancara batin ini masih relevan hingga saat kini. Apa pesan Bunda Maria?

“Putra-putraku terkasih, hari ini adalah saatmu. Maka kamu dipanggil untuk lebih banyak menderita. Yesus mengundangmu untuk mengikuti Dia menempuh jalan Kalvari. Aku melihat betapa berat salib yang harus kamu panggul hari ini dan aku berada di dekat setiap orang dari kamu, dengan kasih keibuanku.

Selasa, 01 Februari 2022

PAUS FRANSISKUS AKUI ADA KORUPSI DALAM GEREJA

Dalam perjalanan pulang kembali ke Roma, setelah lawatannya ke Filipina, Paus Fransiskus menyatakan bahwa ada orang-orang katolik dan lembaga-lembaga dalam Gereja katolik yang korup. Orang-orang ini bisa saja mengacu kepada kaum awam, bisa juga kepada imam atau kaum tertahbis; dan lembaga bisa mengacu pada paroki, yayasan atau perusahan yang dikelola orang katolik.

Sadar akan fakta ini, di hari terakhir kunjungannya di Filipina, Paus Fransiskus mendesak umat Filipina untuk “menolak segala bentuk korupsi.” Hal ini dapat dimaklumi mengingat korupsi di Filipina termasuk yang terburuk di Asia Tenggara. Pernyataan Bapa Paus terkait korupsi yang melanda Gereja, bukan baru pertama kali ini saja. Di tahun-tahun pertama kepemimpinannya, salah satu gebrakan beliau adalah soal korupsi. Paus Fransiskus mengadakan transparansi di lembaga keuangan di Vatikan. Tuntutan transparansi ini mengisyaratkan adanya korupsi di dalam Gereja.

Oleh karena itu, ajakan Paus ke- 266 untuk menolak segala bentuk korupsi tidak hanya ditujukan kepada warga Filipina, melainkan juga kepada semua umat katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Negara Indonesia tak jauh berbeda dengan Filipina, malah lebih buruk dari Filipina.

Untuk mengatasi korupsi, Paus Fransiskus sudah memberi contoh, yaitu dengan transparansi. Tentu harapan Paus, yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, supaya tindakannya itu diikuti oleh umat katolik di belahan bumi lainnya. Mengingat Gereja katolik masih lekat dengan sistem hierarki, maka tindakan itu harus diawali dari pimpinan Gereja, seperti uskup dan pastor paroki. Uskup dapat membuat kebijakan transparasi keuangan di keuskupan, dan juga “memaksa” setiap paroki untuk membuka laporan keuangan paroki kepada umat.

Ketika ada upaya menolak transparansi, maka haruslah dikatakan di sana ada indikasi kuat niat atau sudah terjadi tindak korupsi. Transparansi keuangan suatu lembaga, misalnya paroki, pertama-tama ditujukan kepada internal, yaitu rekan imam, dewan pengelola keuangan dan juga umat. Karena itu, sangatlah aneh dan lucu ketika ada pastor paroki dengan bangga mengatakan bahwa laporan keuangan sudah dibeberkan ke grup imam. Dia merasa diri sudah transparan, padahal salah sasaran. Bagaimana mungkin imam-imam di luar tahu persis tentang keuangan di paroki tersebut. Karena itu, tindakan tersebut bukanlah bentuk transparansi, tetapi akal-akalan saja. Bukan tidak mustahil, ada udang di balik batu.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu