A. Yesus Pemenuhan Janji Allah
Memahami Arti dan Makna Janji
Tentulah kita
pernah membuat janji kepada orang, entah orangtua, saudara, teman atau siapa
saja. Janji dimaknai sebagai ucapan yang menyatakan kesediaan atau kesanggupan
untuk melakukan atau juga tidak melakukan. Misalnya, janji akan mengerjakan
tugas sekolah setelah makan malam atau janji tidak akan menceritakan rahasia
teman. Sebuah janji menuntut adanya pelaksanaan. Jika tidak ada pelaksanaan,
maka hal tersebut disebut ingkar janji. Ada beberapa dampak dari ingkar janji
ini.
1.
Orang
yang ingkar janji akan dicap sebagai pembohong.
2.
Orang
yang diingkari akan kehilangan kepercayaan. Hilangnya kepercayaan ini bisa saja
hanya tertuju kepada orang yang telah ingkar janji, tetapi bisa juga kepada
siapa saja.
Janji dalam Pengalaman Iman Kristen
Janji dapat ditemui
dalam segala aspek kehidupan, dari ekonomi, sosial hingga agama. Tanpa disadari agama kristen, baik katolik maupun
protestan, dibangun atas dasar perjanjian, yaitu perjanjian timbal balik antara
Allah dan umat manusia. Agama kristen dipenuhi dengan janji, baik dari pihak
Allah maupun pihak manusia. Janji Allah berawal dari kisah kejatuhan manusia ke
dalam dosa (Kej 3: 8 – 15).
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”


