Rabu, 22 Juli 2020

KUPAS TUNTAS TENTANG MARIA MAGDALENA


Hari ini Gereja Katolik merayakan peringatan Santa Maria Magdalena, salah satu tokoh wanita yang hadir dalam hidup Yesus. Ada banyak informasi bias mengenai dirinya. Delapan tahun lalu blog budak-bangka menurunkan tulisan seputar sosok orang kudus ini. Tulisan-tulisan tersebut bermaksud untuk membuka wawasan pengetahuan pembaca sehingga benar-benar paham akan sosok orang kudus ini. Ketiga tulisan itu adalah:
Untuk membaca artikel-artikel di atas, langsung saja klik pada judul tulisannya. Selamat membaca!!!

Selasa, 21 Juli 2020

KEPERCAYAAN ADALAH FONDASI DARI SEMUA HUBUNGAN


"Perekat yang menyatukan suatu hubungan, termasuk hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah kepercayaan, dan kepercayaan itu dibangun atas dasar integritas." Demikian kata Brian Tracy. Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan. Hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan dan tentu saja cinta dibangun atas dasar kepercayaan. Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan berjalan, sebuah organisasi pun akan kacau, karena relasi itu dipenuhi dengan saling curiga dan saling menjatuhkan.
Bayangkan jika kita berada dalam sebuah lingkungan, hubungan atau organisasi tanpa kepercayaan, para pekerjanya saling curiga satu sama lain dan para atasannya berusaha mempertahankan posisinya masing-masing dengan segala cara. Organisasi seperti itu sangat rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk hancur.
Sebagai seorang pemimpin, kita harus meluangkan banyak waktu untuk membangun kepercayaan dari bawahan atau pengikut kita. Kepercayaan itu sebenarnya dibangun atas fondasi sederhana. Jalanilah kehidupan dengan penuh integritas dan hormati orang lain. Konsistensi dalam kata dan perbuatan. Melakukan dan menepati apa yang kita katakan pada orang lain. Untuk itu semua dibutuhkan komunikasi yang dialogal.

Senin, 20 Juli 2020

AKU DEKAT, AKU DAPAT


Pagi itu saya keluar dari pastoran sekitar jam 07.00. Saya mau mencari inspirasi buat bahan retret kaum muda-remaja wilayah St. Mikael, Tanjung Batu. Hari Minggu lalu (7 Juli) setelah misa, dua remaja, Paulina dan Wiliam, menghampiri saya dan langsung minta diadakan retret untuk mengisi liburan. Setelah berbagai pertimbangan soal tempat dan waktu dikemukakan, akhirnya diputuskan retret diadakan pada tanggal 23 – 25 Juli.
Saya menyusuri jalan lingkar, mencari pondok yang bisa dijadikan tempat untuk merenung. Awalnya saya menemukan “pondok”, yang biasa dipakai orang untuk memancing, di ujung aspal jalan lingkar. Saya masuk dan duduk sebentar di situ sambil menikmati suasana. Baru duduk sekitar 15 menit, cahaya matahari, yang sebelumnya diselimuti awan sehingga terasa sejuk, mulai menyengat kulit. Saya sedikit merasa terganggu karena tidak bisa berkonsentrasi. Akhirnya saya memutuskan pindah, mencari tempat lain.
Kembali saya menyusuri jalan lingkar yang belum beraspal, menuju arah PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara). Tak jauh dari PLTB ada sebuah pondok kecil yang biasa digunakan orang proyek untuk mengawasi proyek penimbunan dan pembuatan jalan lingkar. Tak ada orang di sana. Situasinya teduh dari sinar mentari. Karena itu saya ke pondok itu. Di pondok itu ada sebuah kursi dan meja. Sangat cocok untuk merenung dan menulis. Apalagi pandangannya langsung ke laut.
Tak lama saya di pondok itu, tiga orang pemuda dengan sebuah motor bebek menghampiri pondok, tempat saya merenung. Setelah berhenti di depan pondok, samping motor saya, seorang dari mereka turun dan kemudian dua lainnya pergi berlalu. Tinggallah kami berdua di pondok itu. Saya memulai pembicaraan dengan bertanya soal pekerjaannya.