Jumat, 16 Agustus 2019

INI SOLUSI MEROTASI TENAGA PASTORAL


Memang dalam Kitab Hukum Kanonik, jabatan Pastor Paroki itu tidak mempunyai batasan waktu. Bisa saja seorang menduduki jabatan Pastor Paroki selama hidupnya atau minimal sampai usia pension. Akan tetapi, mempertimbangkan aspek lainnya dirasakan perlunya adanya batasan dan rotasi jabatan. Hal ini tidak hanya berguna bagi sang imam tetapi juga bagi umat. Hanya sayangnya belum ada semacam solusi untuk pengaturan hal ini.
Blog budak-bangka 5 tahun lalu, persisnya, 16 Agustus 2015, mencoba memberikan semacam tawaran bagaimana mengatur rotasi para petugas pastoral ini. Lewat sebuah tulisan dengan judul: “Manajemen Rotasi Tenaga Pastoral”, penulis memberikan pendasaran kenapa perlu diadakan rotasi dan kenapa pula harus terjadwal, serta bagaimana rotasi itu diadakan. Di samping itu, penulis memberikan juga manfaat diadakannya rotasi yang terjadwal ini.
Tulisan 5 tahun lalu tersebut dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang ringan dan sederhana sehingga pembaca mana pun mudah dan enak membacanya. Melihat maksud dan tujuannya, jelaslah bahwa tulisan itu berguna hanya bagi para pengambil kebijaksanaan di keuskupan.
Mengapa rotasi tenaga pastoral perlu diadakan? Apa saja manfaat diadakannya rotasi tenaga pastoral itu? Bagaimana rotasi tenaga pastoral itu dilaksanakan? Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat ditemukan dalam tulisan 5 tahun lalu itu. Karena itu, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

KEGIATAN PASTORAL DEMI GEREJA ATAU KEPENTINGAN PRIBADI


Enam tahun lalu, persisnya hari ini, 16 Agustus 2013, blog budak-bangka menurunkan sebuah tulisan berupa sharing hidup dengan judul: “Kisah Tiga Cerita”. Ada nada kegelisahan hati dan kegalauan budi penulis dalam tulisan tersebut, yang membuat jiwa penulis memberontak. Ketiga kisah itulah yang menjadi inspirasi penulis sehingga melahirkan tulisan tersebut. Semua itu dilandasi pada kecintaan akan Gereja.
Ketiga cerita tersebut dapatlah dikatakan berpangkal pada UANG, yang diidentikkan juga dengan kekayaan. Hal ini senada dengan kata-kata Yesus, “Dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Luk 12: 34). Karena itulah, Rasul Paulus berani berkata, “Akar segala kejahatan ialah cinta uang.” (1Tim 6: 10).
Bukan lantas berarti uang atau kekayaan itu tidak penting. Uang memang bukanlah segala-galanya, namun segala-galanya terkadang butuh uang. Yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana uang itu tidak memperbudak hidup kita. Karena itulah, ketiga cerita dalam tulisan 6 tahun lalu itu bermuara pada satu pertanyaan: apakah kegiatan-kegiatan gerejawi demi pengembangan Gereja atau kepentingan pribadi?
Dikemas dengan memakai bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan membuat tulisan tersebut mudah dan enak dibaca oleh siapa pun. Tulisan itu berguna tidak hanya bagi para petugas pastoral, melainkan seluruh umat yang memiliki kecintaan pada Gereja. Lebih lanjut mengenai tulisan tersebut, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Rabu, 14 Agustus 2019

INILAH SYARAT UNTUK MENJADI PEMIMPIN


Pemimpin selalu diidentikkan dengan kuasa. Menjadi pemimpin berarti memiliki kuasa atas mereka yang dipimpinnya. Dari sinilah pemimpin biasa disebut sebagai orang yang memimpin; dalam bahasa lain dapat juga dikatakan orang yang mengatur. Sekalipun setiap orang terlahir sebagai pemimpin, untuk menjadi pemimpin dibutuhkan beberapa syarat. Artinya, menjadi pemimpin itu butuh kualifikasi.
Topic inilah yang diangkat blog budak-bangka enam tahun lalu, persisnya 14 Agustus 2013, lewat judul tulisan “Delapan Syarat Menjadi Pemimpin”. Tulisan tersebut diolah dari berbagai sumber; dari sumber-sumber itu didapatlah 8 syarat pokok untuk menjadi pemimpin. Tulisan enam tahun lalu itu berguna bagi siapa saja yang terpanggil untuk menjadi pemimpin di mana dia berada. Karena itu, tak salah jika dikatakan tulisan tersebut harus menjadi bacaan wajib.
Dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan sehingga pembaca mana pun dapat dengan mudah membaca dan memahaminya. Pembaca tak perlu membutuhkan waktu panjang untuk membaca tulisan tersebut, karena tulisan tersebut diurai dengan singkat, padat dan bernas. Untuk mengetahui kedelapan syarat itu langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!