Rabu, 27 Maret 2019

GADGET & MEDSOS, ANTARA MANFAAT DAN MUDARAT


Sekarang ini sepertinya sulit menemukan manusia yang bebas dari teknologi. Salah satu bentuk teknologi adalah kehadiran gadget yang menjadi batu loncatan bagi kehadiran media sosial. Tentulah anak-anak muda, yang dikenal dengan istilah generasi milenial, sudah tak asing lagi dengan media sosial. Akan tetapi, kehadiran gadget dengan media sosialnya ini bukan tanpa masalah.
Hal inilah yang dibahas blog budak-bangka dua tahun lalu, persisnya pada 27 Maret 2017, lewat judul tulisan: “OMK dan Media Sosial”. Tulisan tersebut, seperti yang diungkapkan dalam catatan awal, merupakan bahan yang disampaikan kepada kaum muda katolik. Tulisan tersebut merupakan refleksi penulis terhadap beberapa kasus dan persoalan yang timbul akibat adanya media sosial. Namun bukan berarti penulis hendak mengajak kaum muda menjauhi media sosial dan anti terhadap teknologi (gadget). Di samping itu, tulisan tersebut dapat juga dikenakan kepada semua kaum muda, tanpa mengenal batasan suku, agama, ras maupun golongan.
Tulisan dua tahun lalu itu dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan. Tulisan tersebut tidaklah semata-mata hasil refleksi penulis, seolah-olah didapat dari wangsit. Penulis mengawali refleksinya berangkat dari data-data. Dari data tersebut penulis menampilkan beberapa keanehan yang real. Kemudian penulis menyajikan dua akibat dari adanya gadget dan media sosial. Akhirnya, penulis memberikan beberapa tawaran sebagai penutup tulisannya.
Nah, apa tawaran dari tulisan tersebut? Seperti apa 2 akibat buruk dari gadget dan media sosial? Apa saja keanehan yang nyata itu? Apa saja data-data yang digunakan dalam tulisan itu? Untuk mengetahui semua jawaban ini, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

BAGAIMANA MEMBUAT HIDUP BERARTI


Hari ini, lima tahun lalu, persisnya 27 Maret 2014, blog budak-bangka menurunkan sebuah tulisan dengan judul: “Membuat Hidup Menjadi Berarti”. Tulisan tersebut berangkat dari sharing pengalaman seseorang, yang juga dimuat blog ini pada 8 Maret. Dalam tulisan tersebut, sharing pengalaman itu kembali dimuat, sehingga pembaca dapat langsung membacanya.
Menjawab pertanyaan “apa arti hidup”, memang tidak terlalu sulit. Orang dengan cepat dapat mengutarakan pendapatnya. Akan tetapi, tidaklah demikian jika ditanya “bagaimana membuat hidup itu berarti”. Tentulah setiap orang akan menemukan sedikit kesulitan untuk menjawabnya. Tulisan lima tahun lalu itu hendak membuka wawasan kita untuk mengetahui hidup yang berarti itu. Sekali lagi, inspirasi tulisan tersebut berasal dari sharing pengalaman seseorang tadi.
Dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana dan ringan sehingga pembaca dapat dengan mudah menikmatinya. Dijamin pembaca tidak akan merasa bosan membacanya karena selain ringan, tulisan tersebut tidak terlalu panjang. Pembaca dapat dengan segera menemukan pesan dari tulisan tersebut. Nah, apa pesan tulisan tersebut? Bagaimana membuat hidup kita berarti? Siapa orang yang pengalamannya dijadikan inspirasi tulisan tersebut? Untuk mengetahui semua jawaban ini, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Senin, 25 Maret 2019

PAUS FRANSISKUS: KORUPSI MENGHANCURKAN MASYARAKAT


Godaan dan kanker korupsi yang terus menerus adalah salah satu penyakit paling menghancurkan yang menimpa masyarakat. Demikian ungkap Paus Fransiskus dalam audensi dengan pada hakim, administrator dan staf dari pengadilan audit Italia, sebuah kantor akuntabilitas pemerintah dengan kekuatan yudisial pada 18 Maret lalu.. Korupsi menyebabkan kerusakan besar baik secara moral maupun ekonomi.
Kepada para hadirin, Paus Fransiskus mengatakan bahwa korupsi, dengan ilusi mendapat keuntungan dengan cepat dan mudah, pada kenyataannya memiskinkan semua orang, menghapus kepercayaan, transparansi dan integritas dari seluruh sistem. “Korupsi merusak martabat individu dan menghancurkan semua cita-cita baik dan indah,” ujar Paus Fransiskus.
Asset public harus dijaga agat bermanfaat bagi semua orang, terutama yang miskin. Setiap kali asset Negara digunakan secara tidak bertanggung jawab, Negara harus menjalankan fungsi kewaspadaan dan memberikan sanksi yang layak terhadap perilaku yang bertentangan dengan hokum.
Paus Fransiskus mengatakan pemeriksaan anggaran yang cermat dapat menghentikan godan -- yang terus berulang pada mereka yang memegang jabatan politik atau administrasi – untuk mengelola sumber daya berdasarkan patronase atau konsensus pemilihan belaka daripada dengan prinsip kehati-hatian..
Kekuatan yudisial kantor audit memainkan peran yang sangat penting, tutur Paus Fransiskus, khususnya dalam perjuangan tanpa henti melawan korupsi yang merupakan salah satu penyakit yang paling menghancurkan di masyarakat. Setiap orang, terutama individu-individu administrator, dipanggil untuk bertanggung-jawab dan menjalankan tugas dengan transparansi dan kejujuran, memperkuat rasa percaya antara warga Negara dan pemerintah, suatu kepercayaan yang mengungkapkan salah satu tanda paling parah dari krisis demokrasi.
Orang-orang Kristen percaya bahwa Yesus sendiri “mendesak kita untuk secara terbuka menghadapi kejahatan ini dan masuk sampai ke akar masalah,” jelas Paus Fransiskus. “Yesus mengajari kita untuk secara pribadi mengambil resiko dalam pertarungan ini, bukan karena mengejar kepahlawanan yang tidak realistis atau mencari perhatian secara terbuka, tetapi melalui keuletan masing-masing orang yang melakukan pekerjaannya, yang seringkali tidak diketahui publik, melawan tekanan dunia,” pungkas Paus Fransiskus.