Sabtu, 07 November 2015

Orang Kudus 7 November: St. Gratia Kotar

BEATO GRATIA KOTAR, PENGAKU IMAN
Gratia lahir pada 27 Oktober 1438 di Mulla, Cattaro, Dalmatia. Ia adalah putera seorang nelayan. Ketika beranjak dewasa, Gratia mengikuti jejak ayahnya, menjadi seorang pelaut. Suatu ketika ia pergi ke Venice dan mampir di Gereja St. Stephen. Ia mendengar homili Simon dari Camerion, seorang Agustinian. Ia terpanggil untuk bergabung dengan Ordo St. Agustinus di biara Monte Ortone.
Gratia bertugas di kebun dan jika memiliki waktu luang ia menghabiskannya dengan berdevosi kepada Sakramen Mahakudus. Gratia kemudian dipindahkan ke biara San Cristoforo di Murano, Venice. Banyak orang meminta doa darinya dan banyak mukjizat yang terjadi melalui perantaraannya.
Gratia Kotar meninggal dunia pada 8 November 1508 di Murano, Italia. Pada 6 Juni 1889 ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII.
Baca juga orang kudus hari ini:

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXI - Thn I

Renungan Hari Sabtu Biasa XXXI, Thn B/I
Bac I  Rom 16: 3 – 9, 16, 22 – 27; Injil         Luk 16: 9 – 15;

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus memberikan sebuah pengajaran mengenai mamon. Tuhan Yesus berkata, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (ay. 13). Dikatakan bahwa pernyataan ini secara tidak langsung ditujukan kepada kaum Farisi, yang terkenal sebagai hamba uang. Sebagaimana diketahui, orang-orang Farisi termasuk kelompok religius. Hidup mereka terarah kepada aturan-aturan keagamaan. Akan tetapi, di balik semuanya itu mereka mengincar kekayaan. Agama hanyalah sebagai sarana untuk mendapatkan harta kekayaan. Sikap inilah yang dikritik oleh Tuhan Yesus, karena yang dikehendaki Tuhan adalah hidup yang terarah kepada Allah.
Hidup yang terarah kepada Allah ditampilkan Paulus dengan sederhana dalam bacaan pertama. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus banyak menyampaikan salam, baik kepada maupun dari pribadi-pribadi, yang hidup bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk kemuliaan Allah. Mulai dari Priskila dan Akwila, rekan sekerja dalam Kristus Yesus (ay. 3), hingga Erastus dan Kwartus (ay. 23). Kepada mereka semuanya itu Paulus menegaskan sikapnya, yaitu kemuliaan Allah sampai selama-lamanya. Di sini Paulus mau mengajak umat untuk hanya berpegang dan setia kepada Kristus.
Hidup manusia penuh dengan pilihan. Jika salah memilih, maka dapat berakibat buruk. Demikian pula dalam hidup beriman. Kita dihadapkan pada dua pilihan: Allah atau Mamon. Kita diminta untuk menentukan satu pilihan. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjatuhkan pilihan pada Allah. Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya. Akan tetapi perlu disadari bahwa pilihan itu menuntut konsekuensi, yaitu kesetiaan.***
by: adrian           

Jumat, 06 November 2015

Mendoakan Donatur Agar Dapat Kendala

Niko adalah seorang pengusaha sukses yang sering memberi bantuan untuk pembangunan gereja-gereja. Di mana ada pembangunan gereja, ia pasti akan memberikan bantuan berupa dana.
Pada suatu ketika ia mendapat kendala. Hal ini membuat dia agak sedikit stres. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke kampong, di Sidikalang, untuk mencari ketenangan. Ternyata, di kampungnya sedang ada pembangunan gereja. Segera ia menemui sintua yang merangkap juga sebagai vorhanger (pemuka jemaat).
Niko                      : Horas Amang. Saya sangat senang dapat berpartisipasi dalam pembangunan gereja ini. tapi karena saya sedang mendapat ‘kendala’, maka hanya ini saja yang dapat saya berikan.
Bapak Sintua menerima amplop dengan senyum. Akan tetapi, ia tidak tahu apa arti kata ‘kendala’, sehingga tidak memahami maksud pernyataan Pak Niko tadi.
Setelah pulang, Bapak Sintua bersama bendahara stasi membuka amplop yang tadi diberikan Niko. Keduanya langsung kaget dengan jumlah uang yang diberikan donator tadi. Lima puluh juta.
Pada hari Minggu, dalam kesempatan ibadat sabda, vorhanger menyampaikan sebuah pengumuman kepada umatnya
Vorhanger   : Saudara-saudari sekalian. Dua hari lalu, kita telah menerima sumbangan untuk pembangunan gereja kita dari Bapak Niko yang sedang mendapat ‘kendala’. Jumlah sumbangannya lima puluh juta. Mari kita doakan Bapak Niko agar terus mendapatkan ‘kendala’.
edited by: adrian
Baca juga humor lainnya: