Sabtu, 31 Oktober 2015

Ziarah ke Israel #22

TERAPUNG DI LAUT MATI
Perziarahan hari kelima ini ditutup dengan menikmati Laut Mati. Ini sama sekali tidak ada kaitan dengan situs ziarah. Kegiatan ini murni rekreasi atau refreshing. Di samping itu, saya juga ingin “membuktikan” omongan orang selama ini bahwa di Laut Mati kita bisa terapung.
Dan…., luar biasa. Saya yang selama ini selalu tenggelam jika berenang di laut, kini benar-benar mengapung. Seakan ada yang menahan saya agar tetap berada di permukaan.

Renungan Hari Sabtu Biasa XXX - Thn I

Renungan Hari Sabtu Biasa XXX, Thn B/I

Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus menyampaikan pengajaran tentang sikap rendah hati dengan menggunakan perumpamaan. Ini berawal dari pengamatan Tuhan Yesus terhadap perilaku kebanyakan orang. Diceritakan bahwa pada suatu hari di sebuah acara, Tuhan Yesus melihat “tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan.” (ay. 7). Di sini terlihat bahwa mereka berjuang untuk dihormati. Dari sinilah kemudian Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan-Nya. Tuhan Yesus mau mengajak para murid-Nya untuk tidak gila hormat. Dengan kata lain, mereka diminta untuk memiliki sikap rendah hati (ay. 11).
Memiliki sikap rendah hati kembali ditekankan Paulus dalam bacaan pertama hari ini. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menyampaikan refleksinya tentang perjalanan sejarah keselamatan Allah. Memang awalnya keselamatan itu ditujukan kepada bangsa Israel. “Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain.” (ay. 11). Dengan kata lain, Paulus menegaskan bahwa keselamatan ditujukan juga kepada jemaat yang ada di Roma waktu itu. Akan tetapi, Paulus menghimbau supaya mereka tidak mengulangi kesalahan bangsa Israel yang jatuh ke dalam kesombongan rohani (ay. 25). Umat diajak untuk tetap bersikap rendah hati.
Kesombongan rohani dapat kita jumpai dalam kehidupan kita setiap hari. Seorang imam, karena imamatnya sering jatuh ke dalam kesombongan ini. Ia sering merasa lebih tahu, lebih berkuasa dan lebih hebat dari umat. Ada umat, karena aktif dalam perayaan ekaristi, merasa diri hebat dan menganggap rendah orang lain yang malas misa. Ada orang, karena terlibat aktif dalam tim fasilitator, dan ditunjang dengan sertifikat, merasa diri hebat dan menganggap orang lain tidak tahu apa-apa. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menyingkirkan sikap seperti itu. Tuhan menghendaki kita untuk selalu bersikap rendah hati.***
by: adrian

Jumat, 30 Oktober 2015

Ditilang Karena Tarik Tiga

Karena ingin mengejar waktu, Romo Anton terpaksa menerobos traffick light. Romo Andre yang duduk di belakang sebenarnya sudah mengingatkannya, apalagi ia tahu ada polisi di pos penjagaan. Karena tindakannya itu, seorang polisi segera mengejar dan menahannya.
Polisi            : Selamat siang, Pak! Anda telah melanggar rambu lalu lintas. Tadi Anda menerobos lampu merah.
Rm. Anton   : Maaf, Pak. Kami lagi buru-buru. Kami harus mengikuti rekoleksi.
Polisi           : Iya, tapi tindakan Anda membahayakan keselamatan jiwa Anda dan teman Anda. Bagaimana kalau tadi terjadi kecelakaan?
Rm. Anton   : Kalau itu saya gak khawatir, sebab Yesus bersama kami.
Polisi           : Wah, kalau begitu saya harus menilang kalian, karena motor dilarang tarik tiga di jalan raya.
Rm. Anton   : #$@%^&%$@???
edited by: adrian
Baca juga humor lainnya: