Sabtu, 07 Maret 2015

Renungan Hari Sabtu Prapaskah II - B

Renungan Hari Sabtu Prapaskah II, Thn B/I

Hari ini bacaan pertama diambil dari kitab Mikha. Di sini Mikha menampilkan gambaran Allah yang maha baik. Kebaikan Allah itu terlihat dari Allah yang mengampuni dosa dan memaafkan pelanggaran umat; yang tidak memaksakan murka-Nya, melainkan senantiasa menampilkan kasih setia. Dengan gambaran Allah ini, Mikha hendak mengajak umat untuk datang kepada-Nya memohon ampunan. Mikha menegaskan bahwa Allah sangat menyayangi umat-Nya sehingga akan menghapus dosa dan kesalahan.

Apa yang disampaikan Mikha dalam bacaan pertama, kembali ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. Gambaran Allah yang maha baik terlihat dalam cerita anak yang hilang. Di sini gambaran Allah itu tampak dalam diri Bapa yang baik, yang menerima anak yang hilang kembali ke pelukan tanpa memperhitungkan pelanggaran dan dosanya. Malah kedatangannya disambut dengan meriah. Bagi sang Bapa, kedatangannya saja sudah merupakan sukacita, karena kedatangan itu merupakan ungkapan penyesalan. Jadi, ada tobat di sana.

Setiap manusia pasti punya dosa dan kesalahan. Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa Allah itu maha baik. Ia akan mengampuni dosa dan kesalahan kita, asal kita mau bertobat. Tobat itu harus didahului dengan penyesalan, yang diikuti dengan bangkit berdiri dan kembali kepada Allah (perhatikan gerak kembali anak bungsu). Inilah yang dikehendaki Tuhan melalui sabda-Nya. Pesan Tuhan ini selaras dengan tema masa prapaskah. Pada masa ini juga kita diajak untuk bertobat. Adalah ironisme dimana kita takut bertobat tapi tidak takut berdosa. Kita tak perlu takut, karena Tuhan tidak akan menghukum kita.

by: adrian

Jumat, 06 Maret 2015

Istri Ngidam Mangga

Pagi itu Albert terlihat tidak seperti biasanya. Ketika memasuki kantor, muka Albert terlihat lesu. Tak ada gairah dalam hidupnya. Sepanjang kerja, bawaannya selalu menguap.

Hal ini menjadi perhatian rekan-rekan kerja lainnya. Karena itu, saat istirahat di kantin, Johan bertanya kepadanya.

Johan : Kau sakit, bro?

Albert : Akh, nggak! Hanya capek aja.

Johan : Emang buat apa semalam hingga capek sampai pagi ini?

Albert : Inilah resiko punya istri hamil. Istriku semalam ngidam mangga. Kau kan tahu, sekarang kan bukan lagi musimnya. Di mana mau cari? Dari jam 19.00 sampai jam 03.00 aku mencari, nggak dapat-dapat.

Johan : Apa reaksi istrimu?

Albert : Waktu aku pulang, dia sudah nyenyak.

Asep  : Di sini memang susah dapat mangga. Tergantung musim. Kalau di Bandung, kapan saja kita bisa dapat mangga.

Albert : Akh masak sih?

Asep  : Iya! Setiap kali kita lewati orang dan kita bilang “Punten!”, orang akan beri kita mangga.[*]

Albert + Johan : Akh, sialan kau!!

Asep  : wkwkwkwkwk
Batam, 25 Januari 2015
by: adrian
Baca juga humor lainnya:




[*] Mangga yang dimaksud adalah mempersilahkan orang lewat. Orang Jawa bilang, “Monggo!”

Orang Kudus 6 Maret: St. Marsianus

SANTO MARSIANUS DARI KONSTANTINOPEL, IMAM
Marsianus berasal dari Konstantinopel (sekarang: Istambul, Turki), dan dikenal sebagai seorang imam. Hari kelahirannya tidak diketahui pasti. Pelayanannya lebih diarahkan kepada kaum fakir miskin. Ia sendiri menghayati hidup miskin itu sehingga ia bisa memberikan segala kepunyaannya kepada para miskin tanpa halangan batin yang berarti. Pelayanan karitatifnya kepada para miskin, ia tambahi dengan mengajari mereka tentang kebenaran-kebenaran iman Kristen.

Kehidupan rohaninya sungguh mendalam karena kebiasaannya berdoa, bertapa dan berpuasa. Oleh karena itu, ia dibenci oleh para penganut Novantianisme, sebuah aliran bidaah yang menyangkal pemberian ampun kepada orang-orang berdosa berat. Ia sangat berjasa dan dihargai dengan gelar ‘Oikonomos’, gelar tertinggi kedua dalam Gereja Yunani. Marsianus juga dikenal sebagai pendiri dan pembaharu banyak gedung gereja di Konstantinopel.

sumber: Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus 6 Maret: