Selasa, 16 Juli 2013

Orang Kudus 16 Juli: St. Reinildis

Santa reinildis, martir
Reinildis dikenal sebagai seorang martir abad ke-7. Ibunya Amalberga dan saudarinya Gudula dihormati juga sebagai orang kudus. Reinildis menggunakan seluruh warisannya untuk mendirikan biara. Kecuali itu, ia pun suka beramal dan kemudian mati dibunuh ketika sedang berdoa di gereja Saintes, Belanda.

sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Selasa Biasa XV-C

Renungan Hari Selasa Biasa XV, Thn C/I
Bac I   : Kel 2: 1 – 15a; Injil           : Mat 11: 20 – 24

Bacaan pertama hari ini bercerita tentang Musa. Sekalipun dibesarkan dalam lingkungan Mesir, ia tidak lupa akan darah Israelnya. Yang menarik dari cerita ini adalah aksi Musa membela yang lemah dan menegakkan kebenaran. Ini terlihat dari tindakan Musa membunuh orang orang Mesir yang memukul orang Israel serta melerai pertikaian sesama orang Israel. Singkatnya, Musa ingin menegakkan kebaikan.

Dalam Injil Yesus menyampaikan kecaman-Nya atas kota-kota yang tidak bertobat. Artinya, Yesus mau mengajak umat untuk meninggalkan perilaku jahatnya dan mulai berbuat baik. Yesus sudah memberikan contoh lewat mujizat-mujizat dengan harapan terjadinya pertobatan. Dengan kata lain, Yesus hendak menegakkan kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan umat.

Hari ini sabda Tuhan menampilkan dua figur teladan. Melalui Nabi Musa kita diajak untuk selalu membela yang lemah dan menegakkan kebenaran; dengan kata lain kita harus senantiasa melakukan kebaikan. Melalui Yesus, yang adalah juga Musa Baru, kita diajak melakukan dan menanamkan kebaikan sebagai buah dari pertobatan. Sabda Tuhan menghendaki agar kita mengikuti teladan Musa dan Yesus: senantiasa menaburkan benih-benih kebaikan.

by: adrian

Senin, 15 Juli 2013

(Inspirasi Hidup) Andalah Penentunya

ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH JALAN TERUS
"Jauhi orang-orang yang mencoba mengecilkan ambisi Anda. Orang kecil selalu melakukannya, tetapi orang yang benar-benar besar membuat Anda percaya bahwa Anda juga dapat menjadi besar,"  demikian ungkap Mark Twain (1835 – 1910), penulis dan pelawak AS.

Adalah biasa bila ada orang yang meremehkan kemampuan Anda. Sikap meremehkan itu bisa saja lahir dari sikap iri hati, bisa juga lahir dari pengenalan. Akan tetapi Anda tak perlu sedih dan berkecil hati jika orang lain meremehkan kemampuan Anda.  Banyak orang sukses lainnya juga pernah mengalaminya.  Jadi, bukan Anda sendiri yang mengalami hal itu.

Richard Branson, pendiri grup perusahaan Virgin dan wisata antariksa Virgin Galactic, di usia 16 tahun pernah dikeluarkan dari sekolah karena mengidap disleksia dan dianggap buta angka karena tidak mampu mengerjakan perhitungan matematika paling sederhana sekalipun. Namun, dalam sebuah survei, ia malah digolongkan sebagai pria tercerdas di Inggris. Kerajaan bisnisnya merupakan 1 dari 40 perusahaan besar di dunia yang memperoleh pendapatan tahunan hampir US$4 miliar atau sekitar 35 triliun rupiah per tahun!

Charles Schultz juga pernah diremehkan. Dulu banyak orang tak menghargai bakatnya. Karyanya dianggap kampungan. Tapi ia tidak pernah menyerah. Ia melawan arus. Akhirnya ia berhasil memukau dunia dengan cerita kartun  populer dalam sejarah, Peanut, yang telah muncul di 2.600 surat kabar dunia dalam 21 bahasa.

Ide Alexander Graham Bell juga pernah ditertawakan teman-temannya. Dianggap mustahil. Namun atas dorongan tanggung jawab untuk menolong kehidupan orang-orang tuna rungu, seperti yang dialami ibu dan istrinya, Alexander Graham Bell berhasil menciptakan pesawat telepon yang kini sangat berguna bagi umat manusia.

Masih ada banyak lagi tokoh terkenal yang mengawali kesuksesannya dari peremehan orang lain. Jadi, teruskan saja usahamu. Orang-orang yang meremehkanmu adalah orang-orang yang tak tahu harus berbuat apa dalam hidup mereka.

by: adrian, diolah dari email Anne Ahira
Baca juga refleksi lainnya: