Selasa, 19 September 2023

INILAH BAHAYA BILA KELEBIHAN PROTEIN

 

Protein adalah salah satu kandungan makanan yang sangat diperlukan guna kelancaran metabolisme tubuh. Walaupun tubuh juga memproduksi protein, namun protein dari luar berupa makanan tetap dibutuhkan. Seperti yang diketahui, protein bisa berasal dari tumbuhan (nabati) atau juga hewan (hewani). Tapi perlu diingat, jangan berlebihan mengonsumsi sumber protein.

Idealnya setiap hari, tubuh pria membutuhkan 56 gram protein, dan perempuan membutuhkan 46 gram. Karena itu, jika mengonsumsi protein berlebihan secara terus menerus, bisa membahayakan tubuh. Salah satunya adalah ginjal. Kenapa?

Semakin banyak asupan protein, maka semakin banyak pula nitrogen yang diproduksi. Nitrogen inilah yang biasanya dibuang oleh ginjal. Jika banyak kandungan nitrogen dalam tubuh, maka ginjal harus bekerja keras untuk menyingkirkannya. Jika tidak dikendalikan, maka akan merusak ginjal.

Apalagi bagi orang yang menjalani diet rendah karbohidrat, selain berbahaya bagi jantung juga akan mengalami konstipasi dan kembung. Hal ini akan menganggu sistem pencernaan dan beresiko alami penyakit gastrointenstinal.

Selain itu, kelebihan protein juga bisa meningkatkan berat badan. Sebuah studi yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang dewasa menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi protein sebanyak 90 presen lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan orang yang makan lebih sedikit.

Percaya atau tidak, kelebihan protein juga bisa memicu bau mulut. Dalam mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi, tubuh akan mengalami ketosis, yaitu kondisi dimana tubuh perlu memecah lemak untuk dijadikan energi. Ketika tubuh memecah lemak, secara bersamaan juga memproduksi bahan kimia yang disebut keton yang menyebabkan bau mulut.

Mengonsumsi makanan berprotein tinggi juga meningkatkan penyerapan air. Hal ini memudahkan tubuh mengalami dehindrasi. Para ahli mengatakan bahwa saat ginjal terus bekerja untuk menghilangkan kelebihan protein serta limbah nitrogen, maka akan cenderung sering buang air kecil dan akhirnya merasa lebih haus.

diambil dari tulisan 6 tahun lalu

Jumat, 15 September 2023

MEMBACA QS 6: 151 DENGAN NALAR AKAL SEHAT


Dalam QS 6: 151 allah swt berkata, ".... Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar.266) Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti."

Kutipan di atas adalah 2 kalimat terakhir dari ayat 151. Yang menarik adalah keterangan dalam catatan kaki (266), yang berbunyi: "Yaitu yang dibenarkan oleh syariat, seperti kisas, hukuman mati bagi orang murtad, dan rajam." 

Yang paling menarik adalah "hukuman mati bagi orang murtad". Ini berarti islam mengajarkan untuk membunuh umat islam yang murtad. Luar biasa kan?

Kamis, 14 September 2023

MENIKAH: HAK ATAU KEWAJIBAN?

 

Sering terdengar komentar orang non katolik, “Kenapa pastor dan suster tidak menikah?” Banyak orang merasa aneh jika ada orang tidak menikah, alias hidup selibat. Orang protestan malah sering menuduh bahwa kaum selibat itu melanggar kehendak Allah (Kej 1: 28). Di balik keanehan dan pertanyaan itu terlihat bahwa mereka berpikir bahwa menikah adalah suatu kewajiban. Orang wajib menikah. Umat islam melihat menikah sebagai ibadah, sehingga orang harus menikah.

Berbeda dengan umat katolik. Gereja Katolik melihat menikah itu sebagai hak. Karena sebagai hak, setiap orang tidak punya kewajiban untuk menikah. Setiap orang punya kebebasan untuk menggunakan haknya untuk menikah atau juga tidak. Di sini terlihat bahwa menikah itu merupakan suatu pilihan hidup.

Perbedaan cara pandang pernikahan ini, antara hak dan kewajiban, bisa berpengaruh dalam menyikapi pernikahan itu sendiri. Orang yang melihat menikah sebagai kewajiban, akan menyikapi pernikahan sebagai tujuan hidupnya. Ketika dia sudah menikah, maka selesailah. Dia tinggal memenuhi atau menuntut haknya. Sasarannya adalah pasangannya. Jika haknya tidak terpenuhi, maka dengan mudah pernikahan itu dibubarkan.

Sementara yang melihat menikah sebagai hak, akan menyikapi pernikahan sebagai awal hidup baru. Karena hak itu selalu melekat dengan kewajiban, maka orang yang menggunakan haknya untuk menikah akan terikat juga dengan kewajiban yang terkait dengan pernikahan. Orang yang menikah dituntut untuk memenuhi kewajibannya, seperti saling menyayangi antar suami istri, merawat dan membesarkan serta memperhatikan pendidikan anaknya, dan kewajiban-kewajiban lainnya.

diambil dari tulisan 6 tahun lalu