Selama ini, baik umat islam maupun non muslim, disodorkan informasi bahwa nabi Muhammad itu adalah buta huruf, tidak bisa membaca. Akan tetapi, jika membaca ayat-ayat Al-Qur'an, maka akan ditemukan informasi yang mengejutkan: Muhammad bisa membaca. Siapa yang telah berbohong selama ini? Video ini memberikan ulasannya. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini.
Minggu, 27 Februari 2022
Sabtu, 26 Februari 2022
RENUNGAN MINGGU BIASA VIII - THN C
Renungan
Hari Minggu Biasa VIII, Thn C
Bac
I Sir 27: 4 – 7; Bac II 1Kor 15: 54 – 58;
Injil Luk 6: 39 – 45;
Dalam
Injil hari ini, ada banyak nasehat bagus dari Yesus. Salah satu nasehat yang
menarik adalah soal menjaga lidah kita. Hal ini terkait dengan kebiasaan
menilai atau mengkritik orang lain. Dalam hal ini Yesus meminta para murid-Nya
untuk terlebih dahulu menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain. “Keluarkanlah
dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk
mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (ay. 42).
Nasehat
Yesus ini bisa ditemukan akarnya pada tulisan Perjanjian Lama, sebagaimana tadi
kita dengar dalam bacaan kedua. Putra Sirakh juga berbicara soal lidah manusia.
Bagi Putra Sirakh lidah atau tutur kata seseorang bisa menjadi penilaian
kepribadiannya. Ada banyak penilaian seseorang dari lidahnya. Apakah seseorang
itu jujur atau pembohong, apakah orang itu hanya bisa berkata-kata saja, apakah
seseorang itu konsisten dengan ucapannya atau tidak, dan lain sebagainya.
Terkait
tema ini, Paulus dalam bacaan kedua seakan hendak menegaskan topik tersebut
dengan menampilkan contoh konkret. Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di
Korintus, Paulus menegaskan bahwa kesalahan lidah itu akan mendatangkan dosa. Karena
itu, Paulus seakan mengajak kita untuk mencontoh pada Yesus Kristus. Pada Yesus
ada keselarasan antara kata, sikap dan perbuatan. Inilah yang harus
diperjuangan para murid Kristus. Paulus mengatakan bahwa kesetiaan pada perjuangan
itu membuat “jerih payahmu tidak sia-sia.” (ay. 58).
Pada kampanye pilgub DKI 2017 lalu, Anies Baswedan banyak melontarkan kritik terhadap Ahok. Dia mengatakan kalau jadi gubernur, dia akan membangun manusia, bukan membangun benda mati seperti yang dilakukan Ahok. Anies juga sesumbar tidak akan menggusur warga seperti yang dilakukan Ahok. Dan masih banyak kritik lainnya. Apa yang terjadi setelah Anies jadi gubernur? Apa yang dikritiknya itulah yang dilakukannya. Hal ini membuat masyarakat menilai Anies tidak konsisten dengan ucapannya, bahwa Anies hanya pintar menata kata-kata, yang tak nyata dalam sikap dan kerja. Tentulah, Allah tidak menghendaki kita seperti ini. Melalui sabda-Nya, Allah mau supaya kita selalu menjaga lidah kita.
Jumat, 25 Februari 2022
KAJIAN ISLAM ATAS SURAH YUSUF AYAT 41
Wahai kedua penghuni penjara, “Salah seorang di antara kamu akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah terjawab perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).” (QS 12: 41)
Al-Qur’an
diyakini oleh umat islam merupakan wahyu Allah yang secara langsung disampaikan
kepada nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa dipahami sebagai berikut: Allah
berbicara kepada Muhammad, dan Muhammad mendengarnya. Apa yang didengar
Muhammad itulah yang kemudian ditulis dan akhirnya menjadi sebuah kitab yang diberi
nama Al-Qur’an. Dengan perkataan lain, umat islam percaya dan meyakini bahwa
apa yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah merupakan kata-kata Allah SWT sendiri.
Karena itu, umat islam menaruh hormat yang tinggi kepada Al-Qur’an. Pelecehan
terhadap Al-Qur’an sama artinya pelecehan kepada Allah SWT. Dan orang yang
melakukan hal itu, berdasarkan perintah Allah dalam Al-Qur’an, wajib dibunuh (QS al-Maidah: 33).
Umat
islam menganggap dan menilai Al-Quran sebagai keterangan dan pelajaran
yang jelas, karena memang demikianlah yang dikatakan Allah sendiri. Allah telah memudahkan wahyu-Nya sehingga umat bisa
dengan mudah pula memahaminya. Sebagai pedoman dan penuntun
jalan hidup, Allah memberikan keterangan dan pelajaran yang jelas sehingga
mudah dipahami oleh umat islam. Umumnya
para ulama menafsirkan kata “jelas” di sini
dengan sesuatu yang telah terang benderang sehingga tak perlu susah-susah
menafsirkan lagi pesan Allah itu. Dengan kata lain, perkataan Allah itu sudah
jelas makna dan pesannya, tak perlu lagi ditafsirkan. Maksud dan pesan Allah
sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran.
Penafsiran atas wahyu Allah bisa berdampak pada ketidak-sesuaian dengan
kehendak Allah sendiri.
Berangkat
dari pemahaman ini, maka apa yang tertulis dalam surah Yusuf ayat 41 di atas (kecuali kata yang
berada dalam tanda kurung) merupakan perkataan langsung dan asli dari Allah
SWT. Allah berbicara dan Muhammad mendengarnya. Apa yang tertulis di sana
seperti itu juga yang didengar oleh nabi Muhammad SAW. Dan apa yang disampaikan
Allah ini sudah jelas maknanya. Dengan mudah umat akan memahami bahwa kutipan ayat di
atas merupakan sepenggal kisah tentang Yusuf. Kepastian ini bisa didapat bila
kita mengaitkannya dengan ayat-ayat sebelumnya, terkhusus ayat 37. Bisa juga
kepastian itu diperoleh bila mengaitkan dengan ayat-ayat berikutnya.
Wahyu Allah ini bercerita tentang jawaban Yusuf akan mimpi dua orang yang bersamanya di dalam penjara. Mimpi kedua orang itu bisa dibaca pada ayat 36. Kepada yang bermimpi memeras anggur, Yusuf menyampaikan arti mimpinya itu, yakni bahwa orang tersebut akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Sementara yang bermimpi membawa roti di atas kepada tapi burung memakannya, Yusuf menjelasnya maknanya, yaitu orang tersebut akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Setelah menjawab kedua mimpi itu, Yusuf pun menegaskan bahwa dirinya telah menjawab perkara yang ditanyakan kepadanya.