Jumat, 07 Januari 2022

PROBLEMATIK AL-QUR’AN

 


Akar permasalahan Al-Qur’an adalah paham Al-Qur’an sebagai wahyu yang langsung dari Allah, bebas dari tangan-tangan manusia. Apa yang tertulis di dalamnya diyakini sebagai kata-kata Allah sendiri. Keyakinan ini didasarkan pada perkataan Allah sendiri. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu-Nya. Memang harus diakui juga Al-Qur’an yang ada saat ini tidak sepenuhnya merupakan kata-kata Allah. Setidaknya ada 2 indikasi itu. Penomoran ayat harus diterima sebagai tambahan kemudian yang berasal dari manusia. Tak mungkin saat menyampaikan firman-Nya, Allah menyebut juga nomor ayat. Selain itu, adanya tambahan kata atau frase, yang ditulis dalam tanda kurung, juga harus dipahami sebagai tambahan dari tangan-tangan manusia. Dua hal ini sudah menjadi problem bagi Al-Qur’an. Jika umat islam biasa menilai kitab suci orang Kristen sudah tak asli karena ada campur tangan manusia, maka dengan cara yang sama haruslah dikatakan juga bahwa Al-Qur’an sudah tak asli lagi.

Karena Al-Qur’an diyakini sebagai wahyu Allah, umat islam percaya bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang benar, jelas dan sempurna. Dasarnya adalah Allah yang mewahyukannya adalah mahabenar, mahatahu, mahateliti dan maha sempurna. Akan tetapi, justru di sini menjadi titik problem Al-Qur’an. Kejelasan dan kebenaran Al-Qur’an patut diragukan bila dihadapkan pada kajian ilmu-ilmu pengetahuan.

Kata ganti Allah dalam ilmu linguistik. Dalam Al-Qur’an terdapat 4 kata ganti Allah, selain ALLAH sendiri, yaitu AKU, KAMI, DIA, ENGKAU. Memang, selain keempat kata ganti itu, masih bisa juga ditemui kata ganti kepunyaan, seperti –KU dan –NYA. Pertama-tama harus dipahami bahwa Allah yang berbicara memakai kata AKU, KAMI, DIA dan ENGKAU, sebagai ganti Allah. Kata “Aku” tentulah dapat dipahami sebagai Allah yang berbicara, tapi tidak dengan kata “Dia” dan “Engkau”. Dua kata ini hendak menunjukkan Allah yang lain, yang bukan sedang berbicara. Sementara itu telaah atas kata “Kami” ditemukan bahwa kata itu merupakan bentuk jamak, yang merujuk pada AKU dan DIA. Jadi, dari kajian linguistik atas kata ganti Allah ini dapat dijumpai 2 kesimpulan berikut: Allah islam lebih dari SATU, yaitu Allah yang berbicara dan Allah lain yang disebut oleh Allah yang berbicara. Jika umat islam bersikukuh mengatakan Allahnya SATU, maka haruslah dikatakan Allah itu tidak konsisten dan tak jelas.

Kamis, 06 Januari 2022

CATATAN HUJAN BULAN DESEMBER

Jika membandingkan catatan hujan bulan Agustus dan November, maka ditemukan adanya kemiripan curah hujan. Dan ternyata kemiripan tersebut membuat kedua bulan tersebut sebagai puncak curah hujan. Hal ini disebabkan karena sebagaimana bulan sesudah Agustus terjadi penurunan curah hujan, demikian pula bulan sesudah November. Sekalipun BMKG memprediksikan bulan Desember masih berada dalam musim hujan, akan tetapi curah hujannya tidak setinggi bulan sebelumnya.

Curah hujan bulan Desember tidak jauh berbeda dengan curah hujan bulan September. Jika di bulan September terdapat 12 hari tidak turun hujan, di bulan Desember ini ada 13 hari hujan tidak turun. Intensitas hujan bulan Desember bervariasi dari ringan hingga lebat. Durasi waktunya mirip seperti bulan November.

Jadi, bila dibandingkan dengan bulan November dapatlah dikatakan kalau curah hujan bulan Desember mengalami sedikit penurunan. Karena itu, bisa dikatakan bahwa bulan Agustus dan November merupakan puncak musim hujan tahun 2021. Apakah bulan Januari curah hujan akan mirip seperti bulan Oktober? Ataukah justru terjadi sebaliknya? Kita akan pantau terus perkembangannya dari Ujung Beting. 

Rabu, 05 Januari 2022

INI ALASAN IBU HAMIL HARUS KURANGI NGOPI

Minum kopi kini memang sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang. Karenanya, tak mudah memang meninggalkan kebiasaan ini, bahkan ketika sedang hamil. Padahal, aman tidaknya konsumsi kopi saat hamil masih diperdebatkan.

Dalam studi terbaru, para ahli menyebutkan ibu hamil sebaiknya membatasi asupan kopinya, seperti halnya konsumsi alkohol atau merokok. Ibu hamil yang minum dua cangkir kopi setiap hari akan meningkatkan risiko bayi mereka menderita leukimia.

Para peneliti dari Bristol University mengungkapkan, kafein bisa mengubah DNA dalam janin sehingga tumor mudah tumbuh. Leukimia sendiri merupakan jenis kanker yang paling sering diderita anak-anak.

Studi yang melihat lebih dari 20 studi ini menemukan, bayi yang terlahir dari ibu yang hobi ngopi memiliki resiko menderita leukimia hingga 20%. Resiko tersebut melonjak hingga 60% jika ibu minum dua cangkir kopi setiap hari.

Memang ini hanya studi awal sehingga peneliti menyebutkan perlunya penelitian lanjutan agar semakin jelas kaitan antara konsumsi kafein dan kesehatan bayi dalam kandungan.

Studi lain menyebutkan, konsumsi kafein selama kehamilan akan memperparah morning sickness yang dirasakan karena kopi diketahui akan meningkatkan detak jantung dan merangsang sekresi asam lambung. Selama kehamilan, tubuh ibu juga akan bekerja lebih keras untuk memproses racun yang masuk, termasuk dari minuman berkafein. Itu sebabnya kafein bisa memengaruhi janin.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah memberi rekomendasi konsumsi kafein sehari pada ibu hamil sebaiknya tak lebih dari 300 mg. Jumlah tersebut setara dengan 1,5 cangkir kopi yang dibuat sendiri di rumah.

Namun perlu diketahui juga, selain dari kopi kita juga bisa mendapatkan kafein dari teh, minuman bersoda, minuman energi, hingga cokelat. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui kandungan kafein dari asupan makanan dan minuman agar tidak sampai berlebihan

diambil dari tulisan 7 tahun lalu