Jumat, 11 Desember 2020
SERTIFIKASI HALAL DAN BERIMAN YANG KEKANAK-KANAKAN
Kamis, 10 Desember 2020
KESABARAN KUNCI KESUKSESAN
“Seseorang yang ahli dalam kesabaran adalah ahli dalam segala hal,” demikian ungkap George Savile, seorang penulis dan politikus Inggris yang hidup di abad XVII. Di sini mau dikatakan bahwa keahlian seseorang merupakan buah dari ketekunan dan kesabarannya.
Tentulah kita akan ingat sebuah pepatah
mengatakan, “Roma tidak dibangun dalam sehari.” Demikian juga
kesuksesan tidak dibangun secara instan. Apalagi jika itu adalah sebuah
kesuksesan jangka panjang. Kesuksesan membutuhkan proses.
Untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan
kesabaran. Penulis Kitab Pengkhotbah mengatakan, “Kesabaran mencegah
kesalahan-kesalahan besar.” (Pengkhotbah 10: 4). Jika ingin sampai ke kantor
atau rumah dengan selamat, tentu kita mesti sabar menghadapi kemacetan dan
pengemudi lain yang ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas. Dalam kesabaran
terkandung mental mendahulukan orang lain.
Demikian juga untuk menggapai
kesuksesan. Kesabaran adalah kunci dan fondasi untuk membangun
kesuksesan. Jika kita dicemooh orang, mendapatkan penolakan,
menghadapi banyak rintangan atau belum memperoleh hasil signifikan dari kerja
keras selama ini, hendaknya kita tidak langsung menyerah melainkan tetap bersabar.
Tentu kita kenal dengan orang yang
bernama Bill Gates, tokoh penting di balik suksesnya microsoft. Sebelum
menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates
selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari sofware ciptaannya
hanya $2 per hari. Nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai
rendahan sekalipun di Amerika. Tetapi Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam
menjalankan bisnisnya.
Demikian pula dengan J.K.
Rowling, penulis laris buku Harry Potter yang sangat mendunia. Sebelum
sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury, menerbitkan novel Harry Potter,
J.K. Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya. Seandainya
J.K. Rowling menyerah dan tidak sabar dalam menghadapi 12 kali penolakan, kita
tidak akan pernah membaca hasil karyanya yang menakjubkan itu, dan ia pun tidak
akan sesukses seperti sekarang ini.
Sukses adalah buah dari kesabaran.
Kesabaran tidak ada batasnya. Kalau orang mengatakan bahwa kesabaran itu ada
batasnya, itu karena ia berhenti bersabar. Karena itu, jika kita merasa
sudah cukup bersabar, tambahkan lagi dosis sabarnya. Perbedaan antara
kesuksesan dan kegagalan terletak pada kesabaran dan ketekunan. Kitab Amsal mengatakan, “Dengan kesabaran
seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.” (Amsal
25: 15).
diambil dari tulisan 7 tahun lalu
MENGENAL SELAYANG PANDANG DONATISME
Donatisme merupakan aliran sesat yang menyoroti masalah moral religius. Aliran, yang muncul awal abad IV, ini bukan termasuk bida’ah, melainkan skisma. Istilah ‘Donatisme’ diambil dari nama penggagasnya, yaitu Donatus. Donatus sendiri merupakan Uskup Casae Nigrae, di Selatan Numibia.
Kemunculan aliran ini tak lepas dari
peristiwa penahbisan Sesilianus sebagai Uskup Kartago oleh Mgr. Feliks, Uskup
Aptunga, pada tahun 311. Donatus menolak keabsahan tahbisan itu berkaitan
dengan uskup penahbisnya yang tidak benar dan tidak layak. Bagi Donatus Mgr.
Feliks tidak layak karena ia pernah murtad dalam penghambatan Kaisar
Diokletianus. Uskup-uskup Numibia mendukung Donatus dan mereka menahbisakan
Mayorinus sebagai Uskup Kartago. Setelah Donatus meninggal, pimpinan gereja ini
dipegang oleh Mayorinus.
Donatisme mengajarkan bahwa gereja
merupakan kumpulan orang-orang suci. Setiap Sakramen adalah sah apabila
dilaksanakan oleh orang yang suci, tak berdosa dan tidak pernah murtad. Yang
masuk kategori orang berdosa bukan hanya orang yang pernah murtad, namun juga
orang yang bergaul dengan orang yang murtad itu.
Berawal dari kasus tahbisan Uskup
Sesilianus, ajaran Donatus ini dikembangkan oleh para pengikutnya. Para donatis
menilai bahwa orang berdosa tidak bisa melayani sakramen-sakramen secara sah.
Sakramen yang dilayani oleh imam/uskup yang berdosa membuat sakramen itu tidak
sah. Oleh karena itulah, mereka menolak keabsahan sakramen yang dilayani oleh
pelayan-pelayan yang tidak pantas. Selain itu, mereka juga menuntut agar orang-orang
kristen yang telah jatuh lagi ke dalam dosa berat untuk dibaptis ulang.
Santo Agustinus dengan keras melawan
aliran Donatisme ini. Bagi Agustinus, sah tidaknya sebuah sakramen bukan
tergantung pada kesucian pelayannya, tapi tergantung pada Tuhan Allah sendiri.
Selain Agustinus, Paus Miltiades juga menentang aliran ini dengan keras, namun
bijak. Dalam konsili yang diadakan di istana Lateran pada bulan Oktober 313,
Paus Miltiades mengutuk aliran ini dan mengekskomunikasikan Donatus dari
Gereja. Namun Paus menerima para penganut aliran ini. Akhirnya pada Abad 7,
aliran ini tidak ada lagi.
diambil dari tulisan 8 tahun lalu


