Rabu, 28 Oktober 2020

INILAH 3 PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI NEGARA UMAT KATOLIK MINORITAS


Bunda Maria adalah sosok yang sangat istimewa dalam Gereja Katolik. Dia tidak hanya dikenal sebagai Bunda Kristus atau Bunda Allah, melainkan juga Bunda Gereja. Keistimewaan Bunda Maria terlihat dari penetapan Gereja atas dua bulan khusus untuk menghormatinya. Bulan Mei dikenal sebagai Bulan Maria, dan bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Rosario. Kedua bulan ini merupakan wujud penghormatan terhadap Bunda Maria.
Umat islam juga mempunyai rasa hormat yang besar terhadap Bunda Maria. Nama Maria menjadi salah satu bab dalam Al-Qur’an, yaitu Maryam (19). Selain itu, Al-Qur’an juga menyebutkan bahwa Allah SWT telah menggembirakannya (QS Ali Imran: 45). Ini sekedar bukti betapa umat islam juga menghormati Bunda Maria.
Bagi umat katolik, Bunda Maria dikenal juga sebagai perantara. Orang katolik percaya bahwa dengan sifat keibuannya, Bunda Maria senantiasa menyertai perjalanan hidup anak-anaknya dan selalu mendengarkan doa mereka. Kehadiran Bunda Maria dalam kehidupan manusia merupakan fenomena langka. Ada banyak kisah penampakan Bunda Maria, dan kisah tersebut disinyalir sejalan dengan kondisi tempat dimana ia menampakkan diri. Beberapa di antaranya malah terjadi di negara dimana agama katolik adalah minoritas.
Berikut ini adalah tiga penampakan Bunda Maria yang terjadi di daerah yang bukan berpenduduk katolik terbesar.

Selasa, 27 Oktober 2020

INILAH CARA ATASI CEMBURU PADA PASANGAN


Dalam relasi antar manusia, cemburu biasa mewarnai kehidupan. Bagi orang yang baru pertama kali menjalani hubungan, rasa cemburu sering kali membuat serba salah. Di satu sisi ia merasa tertekan karena perasaan itu, di sisi lain ia juga merasa bingung apakah perasaan itu dibenarkan. Apakah cemburu itu merupakan hal yang normal atau berlebihan?
Dikutip dari Cosmopolitan, Robert L. Leahy, PhD, penulis The Jealousy Insecure mengatakan, cemburu itu adalah suatu hal yang normal. Cemburu juga ada dimana-mana bahkan binatang juga dapat merasakannya. “Ini akan menjadi bagian dalam hubunganmu setiap waktu. Namun, jika kamu menyangkalnya, kamu tidak akan bisa mengatasi perasaan itu dengan baik,” ungkap Leahy.
Jika kita bermasalah dengan perasaan cemburu, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi rasa cemburu itu. (Baca juga: Cemburu dan Cinta).
1.    Dukunglah perasaan satu sama lain
“Ketika kamu sedang menjalani hubungan yang berkomitmen, berarti kamu memiliki tanggung jawab atas perasaan satu sama lain. Artinya kamu juga telah setuju untuk mengorbankan kebebasan,” ujar Leahy. Ketika kita bisa mengakui bahwa rasa cemburu merupakan hal yang normal, hal yang perlu diingat adalah pasangan kita juga demikian. Jadi, sampaikanlah rasa cemburu kita itu kepadanya; kita juga harus bisa mendengarkan pasangan kita dan membuatnya lebih nyaman. Lalu, kita bisa memutuskan apakah penjelasan dia bisa dimengerti atau tidak; demikian pula sebaliknya. Sedapat mungkin kita mengontrol perasaan dan tidak mengharapkan balasan apa pun.

Minggu, 25 Oktober 2020

PIL KB MENYEBABKAN TROMBOSIS


Dewasa ini bangsa Indonesia lagi menggalakkan program KB. Program ini bertujuan untuk mengurangi laju pertumbuhan jumlah penduduk. Program KB hendak membatasi kepemilikan anak dalam rumah tangga yang hanya sebatas dua anak saja. Karena dorongan seks tak bisa dibatasi, maka dorongan seks, sebagai penyebab kehamilan yang berdampak pada penambahan jumlah penduduk, perlu dihalangi. Untuk menghalangi itu, pemerintah menawarkan metode kontrasepsi. Karena itulah, KB selalu diidentikkan dengan kontrasepsi, bukan pada BERENCANA-nya.

Di antara berbagai pilihan metode kontrasepsi, pil KB mungkin yang paling popular selain kondom. Dokter sering menyarankannya karena memiliki efektivitas yang sangat tinggi untuk mencegah kehamilan (hampir 100% untuk jenis pil kombinasi). Wanita usia subur juga menyukainya karena praktis, tidak perlu ada yang dikenakan atau dipasangkan. Selain itu pil KB memiliki manfaat lain seperti mengurangi resiko pertumbuhan kista rahim dan tumor payudara serta berdampak positif pada kulit dengan mengurangi jerawat dan memperhalus kulit.

Namun, di balik kelebihan-kelebihan tersebut, pil KB tampaknya perlu diwaspadai. Pil KB dapat meningkatkan resiko thrombosis (pembekuan darah), terutama yang memakai jenis drospirenon (progesteron sintesis yang sangat mirip dengan progesteron alami). Thrombosis di pembuluh darah berbahaya, bahkan berpotensi mematikan, karena dapat bermigrasi ke paru-paru atau otak, yang menyebabkan embolisme paru dan stroke. Resiko tertinggi terdapat pada wanita berusia di atas 35 tahun yang merokok. Faktor resiko lainnya adalah obesitas dan riwayat keluarga thrombosis dan tromboembolisme.

Keprihatinan mengenai kenaikan resiko thrombosis oleh pil KB berbasis drospirenon ini sebenarnya sudah cukup lama disuarakan, namun tampaknya baru mencapai puncaknya beberapa bulan terakhir ini. Setelah lebih dari 11.000 tuntutan hukum diajukan atas berbagai masalah kesehatan terkait kontrasepsi ini, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA), beberapa waktu lalu, memerintahkan agar setiap produk pil KB yang berbasis drospirenon memuat peringatan mengenai resiko tersebut dalam kemasannya.