Sabtu, 11 Juli 2020

MARI KITA OLAH KEMBALI SAMPAH


Hidup kita tak pernah lepas dari sampah. Ada begitu banyak jenis sampah di sekitar kita. Sampah sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sehari setiap warga kota menghasilkan rata-rata 900 gram, dengan komposisi: 70% sampah organik dan 30% sampah anorganik. Yang dimaksud sampah organik adalah sampah yang berasal dari benda hidup, seperti sisa makanan, sisa sayuran, ikan, buah-buah, daun, ranting, ampas kelapa dsbnya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda buatan seperti plastik, kaleng, besi, plastik air kemasan, plastik sisa sampo, kaca, kain perca dsbnya.
Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Beberapa kajian membuktikan, penangganan sampah dengan cara seperti itu akan menghasilkan gas polutan seperti methan, H2S dan NH3. Gas H2S dan NH3 yang dihasilkan, walaupun jumlahnya sedikit, namun dapat menyebabkan bau yang tidak enak.
Sementara itu, masih banyak warga kota yang membuang sampah di sembarang tempat, misalnya sungai, saluran drainase atau rawa-rawa. Akibatnya sampah akan menyumbat saluran sehingga menyebabkan banjir. Di sisi kesehatan tumpukan sampah tersebut akan menjadi salah satu sumber penularan penyakit seperti disentri, kolera, pes, dsbnya.
Selain itu ternyata tidak sedikit warga kota yang menangani sampah dengan cara dibakar. Cara-cara seperti justru dapat menimbulkan masalah serius. Karena sampah yang dibakar akan menghasilkan zat atau gas polutan yang tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker (karsiogenik) bahkan kematian.

Jumat, 10 Juli 2020

NABI MUHAMMAD SAW, THE KING OF SEX


Istilah atau gelar The king of Sex atau Raja Seks, dalam tulisan ini dimaksudkan dengan orang yang sangat doyan ngeseks (bersenggama), baik secara legal (dengan istri) maupun illegal (dengan pelacur). Bisa juga dikatakan dengan hebat dalam urusan persetubuhan. Istilah Raja Seks ini sangat dekat dengan istilah maniak seks atau hiperseks. Akan tetapi, dua istilah ini tidak dipakai karena cenderung ke arah psikologi. Mengatakan nabi Muhammad sebagai maniak seks atau hiperseks tentulah membutuhkan kajian psikologi. Sementara istilah atau gelar Raja Seks tidak ada kaitan dengan masalah psikis. Istilah ini disematkan hanya karena yang bersangkutan memang luar biasa dalam urusan persetubuhan, bukan cuma soal ketahanan dalam bersenggama, tetapi juga soal obyek dan juga jumlahnya. Ibaratnya seperti istilah Raja Judi. Gelar ini diberikan kepada orang yang benar-benar suka berjudi, entah selalu menang atau juga kalah. Nah, pantaskah nabi Muhammad SAW diberi gelar Raja Seks?
Telah dikatakan di atas bahwa salah satu indikasi untuk gelar Raja Seks ini adalah obyek dan jumlahnya. Yang dimaksud obyek di sini adalah pasangan seksnya. Banyaknya pasangan seks ini menentukan jumlah hubungan seks yang dilakukan. Berapa jumlah pasangan seks nabi Muhammad? Dari kitab Tabari (vol. ix, hlm. 120 – 141), setelah kematian Khadijah, nabi Muhammad SAW memiliki 20 istri; ini tidak terhitung gundik atau selirnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa pasangan seks Muhammad lebih dari 20 orang. Ada yang usianya masih sangat belia (9 tahun), daun muda (17 – 20 tahun), dan ada juga yang sudah matang (30 tahun). Memang tidak semuanya hidup sepanjang hidup Muhammad. Ada yang sudah meninggal, dan ada yang sudah diceraikan.
Sangat menarik kalau diperhatian perjalanan sejarah perkawinan nabi Muhammad. Selama kurang lebih 24 tahun Muhammad hidup hanya dengan satu istri saja, yaitu Khadijah. Bisa dikatakan bahwa pada waktu itu Muhammad menganut paham monogami. Namun, setelah Khadijah meninggal, seakan keran nafsu yang selama hidup bersama dengan Khadijah ditutup, menjadi terbuka. Terhitung dari tahun 619 (tahun kematian Khadijah) hingga 632 (tahun kematian Muhammad), Muhammad menikah sebanyak 20 kali; dan selama kurang lebih 10 tahun Muhammad hidup bersama 14 istri (tidak termasuk gundik).
Apa yang mendasari nabi Muhammad hidup dengan banyak istri? Umat islam, karena sudah terlanjur memandang Muhammad sebagai teladan yang sempurna, tentulah akan mengatakan bahwa ada tujuan mulia di balik poligaminya. Misalnya, melindungi para wanita yang berstatus janda, karena suami mereka mati di medan perang, untuk menyatukan suku atau kelompok (tujuan politik) dan untuk mengangkat derajat kaum wanita.

Kamis, 09 Juli 2020

MENGENAL KATEGORI TIPU-TIPUAN


“Awas, bohong itu dosa!” Demikian pengajaran guru sekolah minggu kepada anak-anak sekolah minggu. Sepertinya ajaran inilah yang paling membekas dalam ingatan anak-anak usia TK sampai SD kelas empat. Hal ini terbukti dari ucapan anak-anak ini setiap kali mereka ingin mendapatkan kepastian atau kebenaran, baik dari rekan seusianya maupun dari orang dewasa. “Awas, ibu bilang bohong itu dosa!”
Bohong atau tipu merupakan dua hal yang sama. Dari segi psikologis, berbohong atau menipu sering dilihat sebagai bentuk self-defence atau pertahanan diri. Yang ingin dipertahankan adalah kepentingan dirinya, yang biasanya adalah harga diri. Sebab, jika tidak berbohong, alias jujur, maka malu yang didapat. Dan kalau malu, maka harga diri akan hancur.
Lantas, apakah setiap berbohong itu adalah wujud self-defence? Apakah bisa dikatakan juga bahwa menipu itu dosa?