Rabu, 24 Juli 2019

MEMBACA BUKU “AKAR TERORISME ISLAM”

Umat islam sering mengagung-agungkan agama islam sebagai agama damai, rahmatan lil alamin. Dengan konsep ini mereka selalu mengatakan bahwa terorisme bukanlah bagian dari islam. Dengan kata lain, tidak ada tempat bagi teorisme dalam islam, karena bertentangan dengan ajaran islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW.
Pernyataan di atas memang masuk akal dan dapat dibenarkan. Dasar dari pernyataan islam agama damai ada pada surah-surah yang turun di Mekah, atau biasa dikenal surah Makkiyah. Surah-surah ini benar-benar menampilkan wajah islam yang damai dan toleran. Akan tetapi, harus disadari bahwa al-quran tidak hanya sebatas surah Makkiyah saja, melainkan juga masih ada surah Madaniyah (surah-surah yang turun di Madinah). Surah-surah inilah yang menampilkan wajah terror dan intoleran pada islam.
Jadi, islam itu mempunyai dua wajah: wajah damai dan wajah terror. Umat islam yang mengatakan islam sebagai agama damai dan cinta kasih berarti mereka melupakan wajah mereka yang lain. Malah patut diakui bahwa wajah terror itu jauh lebih dominan.
Buku “Akar Terorisme Islam” mencoba memaparkan wajah islam yang penuh terror dan intoleran. Di sini bukan hanya ditampilkan sejarah terror yang mengiringi perkembangan islam, tetapi juga dasar-dasarnya yang dapat dijumpai dalam al-quran dan hadis. Karena itulah, satu kesimpulan yang dibuat buku ini adalah muslim sejati (yang melakukan ajaran al-quran dan hadis) adlah seorang teroris. Untuk dapat membaca (atau juga men-download) buku ini, silahkan klik di sini. Selamat membaca!
by: adrian

MEMBACA BUKU “ISLAM AND TERRORISM”

Dewasa kini terorisme selalu dikaitkan dengan islam. Memang banyak ahli islam mengatakan bahwa teoris juga ada pada agama lain, namun mereka lupa bahwa ideologi teroris pada agama lain itu bukanlah ajaran agama. Berbeda dengan teroris islam yang mendasarkan aksi terornya pada ajaran agama, baik itu al-quran maupun hadis. Karena itulah, tak heran jika ada pemboman yang dilakukan oleh umat islam pasti akan dikatakan sebagai bentuk terorisme, sedangkan oleh umat lain tidak.
Menjadi pertanyaan, apakah memang agama islam itu agama teroris; apakah umat islam adalah juga teroris. Buku “Akar Terorisme Islam” mencoba memaparkan wajah islam yang penuh terror dan intoleran. Di sini bukan hanya ditampilkan sejarah terror yang mengiringi perkembangan islam, tetapi juga dasar-dasarnya yang dapat dijumpai dalam al-quran dan hadis. Karena itulah, satu kesimpulan yang dibuat buku ini adalah muslim sejati (yang melakukan ajaran al-quran dan hadis) adalah seorang teroris.
Buku “Islam and Terorism” ini mencoba menggali ideologi terorisme yang terdapat pada teologi islam. Penulisnya mengaku sebagai mantan professor Sejarah Islam di Universitas Al-Azhar, Kairo yang telah menjadi pengikut Kristus. Ini dapat dibaca pada bagian pertama buku ini (bab 1 – 3). Pada bagian ini kita dapat merasakan terror yang dihadapi penulis.
Buku ini terdiri dari 5 bagian dengan 26 bab. Dapat dikatakan terjemahan bahasa Indonesianya lumayan bagus, dan uraiannya pun singkat dan sangat sederhana sehingga tidak bosan membacanya. Malah sangat sayang bila tidak membacanya hingga tuntas. Dengan membaca buku ini kita dapat mengenal sisi lain dari islam yang selama ini kita kenal, atau semakin mendalami pemahaman kita akan ideologi terorisme dalam islam.
Untuk dapat membaca (atau juga men-download) buku ini, silahkan klik di sini. Selamat membaca!
by: adrian

Jumat, 19 Juli 2019

INI ALASAN KENAPA ISLAM DISEBUT AGAMA PEMBOHONG

Pernah terjadi di media sosial seseorang menulis di akun facebook-nya: “Islam itu agama penipu.” Sontak saja status tersebut mendapat komentar atau tanggapan negatif, yang umumnya berasal dari umat islam. Ada yang mengumpat dengan menggunakan kata-kata babi dan anjing (meski 2 binatang itu termasuk haram/najis dalam agama islam. Tentang hal ini silahkan baca “Babi dalam Islam” dan “Anjing dalam Islam”). Ada yang mengutuk. Ada juga yang menanggapi dengan menulis, “Semoga kamu segera mendapat hidayah”, atau “Semoga azab Allah swt ditimpakan padamu”, dan kalimat-kalimat lain yang senada. Ada pula yang mengaitkan dengan orang Kristen dan/atau zionis Yahudi yang dianggap selalu memusuhi islam. Namun ada juga yang berusaha menyadarkan bahwa status tersebut bertujuan mengadu-domba.
Yang jelas tidak ada satu orang pun yang berusaha menanyakan kepada pemilik akun facebook itu soal dasar dari pernyataannya. Kenapa dia mengatakan bahwa islam itu agama penipu atau pembohong. Karena tidak ada yang bertanya, maka kami mencoba berusaha menggalinya sendiri.
Penelusuran pertama kami lakukan pada umat awam. Kami mencoba memperhatikan akun-akun umat islam (identifikasi dari nama pemilik akun). Jamak ditemui status-status dari akun-akun tersebut yang bernuansa kebohongan dan pembohongan. Misalnya, pernah ditampilkan foto tapak kaki ukuran besar atau helaian rambut panjang atau baju putih ukuran super, lalu dikatakan bahwa semua itu milik Nabi Muhammad saw. Kemudian dikatakan, ketik kata ‘amin’, maka anda mendapatkan anugerah. Menanggapi status ini, ada begitu banyak orang mengetik kata “amin”.