Kamis, 23 Juli 2015

Renungan Hari Kamis Biasa XVI - Thn I

Renungan Hari Kamis Biasa XVI, Thn B/I

Kitab Keluaran masih dipakai sebagai bacaan pertama. Hari ini diceritakan tentang niat Tuhan yang ingin berkomunikasi dengan Musa. Yang menarik di sini adalah Tuhan mau supaya pembicaraan-Nya dengan Musa didengar oleh umat Israel. Tujuannya agar “mereka senantiasa percaya kepadamu.” (ay. 9). Karena itu, Musa mengajak umat Israel ke kaki gunung Sinai, dimana ia berdialog dengan Allah. Memang mereka tidak dapat melihat Allah secara langsung, namun mereka dapat mendengar dialog tersebut. Tentulah dengan hanya sebatas mendengar itu saja mereka dapat percaya.
Hal senada juga terlihat dalam Injil hari ini. Ada semacam kemiripan gagasan. Seperti orang Israel pada jaman Musa hanya sebatas mendengar, demikian pula orang Israel pada jaman Tuhan Yesus. Mereka hanya sebatas mendengar perumpamaan. Akan tetapi, Tuhan Yesus tetap berharap agar sekalipun hanya sebatas perumpamaan, mereka bisa percaya. Satu hal yang menarik adalah Tuhan Yesus secara implisit menyingkapkan status diri-Nya. Dengan mendengarkan Dia, orang sebenarnya dapat langsung melihat Dia. Berbeda dengan jaman Musa, dimana orang hanya bisa mendengar, tapi tak bisa melihat.
Adalah kerinduan setiap orang untuk dapat berjumpa dengan Tuhan dan bisa berkomunikasi dengan-Nya. Kalau hanya sebatas berkomunikasi, itu dapat dilakukan dengan berdoa. Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan kepada kita bahwa kerinduan itu adalah wajar. Akan tetapi, jauh lebih baik adalah kepercayaan kepada Tuhan. Sabda Tuhan menghendaki supaya kita tetap percaya kepada-Nya sekalipun ada keterbatasan sarana dalam kehidupan kita. Tuhan ingin supaya kita percaya kepada-Nya sesuai dengan batas kemampuan atau sarana yang ada pada kita.***
by: adrian

Rabu, 22 Juli 2015

Mari Kenal Maria Magdalena & Persoalannya

MARIA MAGDALENA DAN PERMASALAHANNYA
Hari ini (22 Juli) Bunda Gereja mengajak kita untuk memperingati salah satu orang kudusnya, yaitu Santa Maria Magdalena. Dia adalah salah satu tokoh dalam Kitab Suci. Salah satu perannya yang menonjol adalah saksi pertama atas kebangkitan Yesus Kristus (Yoh 20: 1 –18).
Tentulah sebagian besar umat sudah mengetahui tentang dirinya. Akan tetapi, apakah umat juga tahu berbagai persoalan yang muncul dari nama Maria Magdalena ini? Untuk melihat hal ini, kami akan menguraikan permasalahan seputar Maria Magdalena.
Siapa Maria Magdalena Itu?
Maria Magdalena adalah tokoh yang ada dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, khususnya Injil. Akan tetapi, identitas Maria Magdalena ini sudah menimbulkan perdebatan yang berlangsung sejak masa Gereja Perdana. Dalam Injil ada tiga tokoh yang mengacu kepada Maria Magdalena: seorang pengikut/pelayan Kristus (Yoh 20: 11 – 18); wanita berdosa yang tidak disebutkan namanya (Luk 7: 36 – 50); dan Maria dari Betania, saudari Marta dan Lazarus (Luk 10: 38 – 42).
Gereja Katolik Barat, sejak Paus Gregorius Agung, mengidentifikasi ketiga tokoh itu sebagai Maria Magdalena. Tetapi Gereja Katolik Timur melihat Maria Magdalena berbeda dengan Maria Betania; karena itu pestanya pun berbeda.
Kita, sebagai bagian dari Gereja Katolik Barat, mengikuti pendapat Bapa Gereja kita tadi. Bagi kita, Maria Magdalena adalah juga Maria dari Betania, saudari Marta dan Lazarus; dan wanita, yang masuk ke rumah Simon orang Farisi dan mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi dan mengeringkannya dengan rambutnya. Dia juga yang diidentifikasikan sebagai “yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.” (Luk 8: 1 – 3). [lebih lanjut tentang penjelasan ini silahkan klik di sini]
Terlepas dari perdebatan soal identitasnya, satu hal dapat kita petik dari sosok Maria Magdalena ini. Kita dapat meneladani sikap dan cinta kasihnya yang besar kepada Yesus Kristus. Sekalipun para murid lari ketakutan, ia tetap setia hingga di kaki salib; meski para murid pergi meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia tetap mencari Kristus. Kesetiaannya lahir dari kecintaannya kepada Tuhan Yesus. Teladan inilah yang hendak ditawarkan Maria Magdalena kepada kita, agar kita tetap mencintai dan tidak pernah meninggalkan Yesus Kristus.
Injil Maria Magdalena
Beberapa hari lalu kita merayakan pesta Santo Tomas. Mungkin sebagaian dari kita sudah mendapat informasi, yang mungkin bagi sebagian lain masih baru, yaitu tentang Injil Tomas. Hal yang sama dengan hari ini. Ada injil yang bernama Injil Maria Magdalena. Pasti reaksi sebagian umat adalah kaget ketika mendengar hal ini.
Injil ini sebenarnya bernama Injil Maria. Namun oleh beberapa kalangan ditambahkan Magdalena di belakangnya. Ada beberapa alasan tentang penambahan itu. Salah satunya adalah peran Maria Magdalena yang dominan dalam injil itu, yang tak jauh berbeda dengan Injil Tomas. Hal ini disebabkan karena injil ini seakan mau mengangkat peran wanita yang tak jauh beda dengan pria (soal feminisme?). Tentu hal ini didasari pada kisah kebangkitan Kristus, dimana wanita pertama yang melihat makam kosong, yang kemudian diasosiasikan sebagai saksi kebangkitan Kristus, adalah Maria Magdalena.
Injil Maria Magdalena ini merupakan salah satu dari injil-injil gnostik, dan termasuk ke dalam kategori apokrif (tulisan palsu). Injil ini ditemukan dalam Kodeks Akhmim, sebuah teks gnostik dari apokrif Perjanjian Baru yang didapat Dr. Rheinhardt di Kairo pada 1896.
Bapa-bapa Gereja berpendapat bahwa Injil Maria Magdalena ini berasal dari abad ketiga. Ada juga yang menilai penulisan injil ini terjadi pada akhir abad kedua. Karena itulah, injil ini tidak masuk ke dalam Injil Kanonik.
Yesus dan Maria Magdalena
Pernah nonton film The Da Vinci Code (2006), yang dibintangi oleh Tom Hanks? Tentu sebagian kita masih ingat akan film, yang diangkat dari novel laris karya Dan Brown (2003) dengan judul yang sama. Dalam film itu disebutkan bahwa Maria Magdalena adalah isteri dari Yesus Kristus. [tentang masalah ini, silahkan baca "Apakah Yesus dan Maria Magdalena Menikah?"]
Cerita Tuhan Yesus menikah dengan Maria Magdalena bukanlah baru terjadi pada The Da Vinci Code. Tahun 1988 muncul film yang disutradarai Martin Scorsese dengan judul The Last Temptation of Christ. Film ini diangkat dari novel Nikos Kazantzakis (1953) dengan judul yang sama.

Orang Kudus 22 Juli: St. Teofilus

SANTO TEOFILUS, MARTIR
Tidak terlalu banyak informasi tentang orang kudus ini. Yang jelas Teofilus terkenal sebagai seorang laksamana Romawi yang sudah menganut agam Kristen. Ia ditangkap oleh tentara-tentara islam yang menggempur pulau Siprus karena tidak bersedia melarikan diri. Karena tidak bersedia meninggalkan imannya, Teofilus disiksa sampai mati oleh tentara-tentara islam itu.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini: