Selasa, 26 Januari 2021

INILAH AYAT-AYAT KAFIR DALAM AL-QUR'AN

 

Harus jujur dikatakan bahwa hanya islam agama yang mengkafir-kafirkan penganut agama lain. Sikap umat islam terhadap orang kafir jelas dan tegas, yaitu membenci, memusuhi bahkan bila perlu memerangi dan membunuh. Semua ini mendapat pendasarannya dari Al-Qur'an, kitab suci umat islam. Karena Al-Qur'an itu adalah wahyu Allah SWT, maka semangat dan sikap terhadap orang kafir merupakan kehendak Allah SWT. Sikap jelas dan tegas terhadap orang akfir adalah kehendak dan perintah Allah SWT.

Minggu, 24 Januari 2021

AL-QUR’AN SEBAGAI WAHYU ALLAH


Apabila mendengar istilah Al-Qur’an, tentulah pikiran orang terarah kepada sebuah kitab yang terdiri dari 114 surah dan 6.236 ayat. Sebagai sumber iman umat islam, kitab ini menjadi penuntun, pedoman dan petunjuk bagi hidup kaum muslim. Kitab ini aslinya ditulis dalam bahasa Arab, karena memang Allah sendiri menghendaki demikian.

Umat islam percaya bahwa Al-Qur’an itu merupakan wahyu Allah SWT secara langsung kepada nabi Muhammad SAW. Apa yang tertulis dalam Al-Qur’an diyakini sebagai kata-kata Allah SWT sendiri. Karena ini, umat islam menaruh rasa hormat yang sangat tinggi kepada kitab ini. Pelecehan terhadapnya sama saja berarti menghina Allah SWT. Setiap umat islam dipanggil untuk membela Allahnya dari setiap upaya penghinaan terhadap diri-Nya dan juga agama-Nya. Allah sendiri telah memberi petunjuk bagaimana seharusnya umat islam memperlakukan mereka yang telah menghina dirinya (QS al-Maidah: 33).

Akan tetapi, ketika umat islam ditanya soal makna “langsung” dari wahyu Allah yang menjadi kitab ini, terdapat perbedaan pendapat. Setidaknya ada dua penafsiran atas kata “langsung” ini.

1.    Ada yang menafsirkan kata “langsung” ini secara harafiah. Artinya, Al-Qur’an sebagai kitab turun langsung sebagai kitab utuh kepada nabi Muhammad SAW. Ada dua pendasaran akan penafsiran ini. Pertama, kisah tentang turunnya wahyu pertama kepada Muhammad, dimana Allah yang berbicara kepada Muhammad berkata, “Iqra!”. Perkataan Allah ini lebih merupakan sebuah perintah dimana Muhammad disuruh untuk membaca. Kata iqra sendiri biasa dimaknai dengan bacalah. Berangkat dari makna ini, tentulah saat itu sudah ada KITAB sehingga Muhammad diminta untuk membacanya. Atau dengan kata lain, saat itu Allah sudah menyerahkan sebuah KITAB, yang kemudian dikenal dengan nama Al-Qur’an, dan menyuruh Muhammad untuk membacanya.

Kisah seperti ini tak jauh berbeda dengan kisah pertobatan Santo Agustinus, yang kebetulan lebih dahulu ada darpada kehadiran islam. Agustinus hidup dalam abad IV, sedangkan islam baru hadir pada akhir abad VI. Dalam kisah pertobatan Agustinus, dikisahkan bahwa seorang anak kecil, yang kemudian diyakini sebagai jelmaan malaikat Tuhan, berkata kepada Agustinus, “Tole lege!” Perkataan anak kecil ini tak jauh beda maknanya dengan iqra. Perkataan tersebut dimaknai dengan ambil dan bacalah. Diceritakan bahwa setelah itu, Agustinus mengambil Alkitab dan membukanya. Kitab itu terbuka pada halaman Surat Paulus kepada Jemaat di Roma, dan akhirnya Agustinus membacanya.

Jumat, 22 Januari 2021

AYAT-AYAT NERAKA DALAM AL-QUR'AN


Al-Qur’an diyakini sungguh oleh umat islam sebagai kitab yang berasal langsung dari Allah SWT. Apa yang tertulis dalam kitab itu dipercaya sebagai kata-kata atau wahyu Allah SWT. Dasar keyakinan ini adalah Al-Qur’an sendiri. Beberapa ayat Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Allah-lah yang menurunkan Al-Qur’an ini (sekedar menyebut beberapa, QS al-Baqarah: 4; QS Ali Imran: 3; QS; an-Nisa: 105; QS al-Maidah: 48; QS ar-Rad: 1; QS an-Nahl: 89; QS al-Kahf: 1). Umat islam juga sungguh yakin dan percaya bahwa Allah SWT itu maha benar dan maha tahu. Karena itulah, umat islam percaya apa yang dikatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51).

Umat islam melihat bahwa Al-Qur’an itu merupakan pedoman, petunjuk, keterangan, tuntunan dan pelajaran bagi manusia. Semuanya sudah dibuat jelas sehingga mudah dipahami. Hal ini bertujuan untuk mendatangkan rahmat bagi umat islam sendiri. Semua ini telah dinyatakan Allah dalam kitab tersebut.

Sebagai pedoman, Al-Qur’an memberikan arahan kepada umat muslim untuk terarah ke surga dan menghindari neraka. Karena itu, Al-Qur’an tidak hanya memberikan keterangan yang jelas tentang surga saja, tetapi juga neraka. Keterangan seperti apa yang diberikan Al-Qur’an terkait dengan neraka? Pelajaran apa yang diberikan Allah lewat kitab-Nya soal neraka? Seperti apa gambaran neraka yang ada dalam Al-Qur’an?

Berikut ini akan dipaparkan ayat-ayat yang berbicara tentang neraka. Artinya, dalam ayat tersebut terdapat kata “neraka”. Kutipan ayat Al-Qur’an ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Edisi Terkini Revisi Tahun 2006. Kutipan ayat-ayat Al-Qur’an di bawah ini menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Namun sebelum membaca teks-teks Al-Qur’an di bawah ini, ada beberapa petunjuk yang patut diperhatikan.