Senin, 11 Januari 2021

DAMPAK SEKS DI USIA REMAJA



Dewasa ini melakukan hubungan seks sebelum menikah bukanlah hal yang baru. Banyak orang muda, bahkan kaum remaja (usia SD dan SMP) sudah terbiasa melakukan hal yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh mereka yang berstatus “suami istri”. Dan tak jarang ada remaja merasa diri sudah bisa menikah karena sudah bisa berhubungan seks, apalagi bila ada yang berhasil ‘mencetak’ anak. Karena itu, tak heran bila prosentase pernikahan di usia dini tak pernah turun secara drastis.

Banyak orang tak pernah berpikir kalau ternyata hubungan seks sebelum menikah, apalagi hubungan seks saat usia masih remaja, mempunyai dampak buruk bagi kehidupan, secara khusus kaum perempuan.

Ada sebuah penelitian yang ingin mencari tahu apa dampak hubungan seks sebelum menikah bagi kaum perempuan. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan: pengaruh psikologis dalam kehidupan pernikahan perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Secara tidak langsung, penelitian ini sangat berguna bagi kaum perempuan.

Penelitian tersebut, selain memakai metode wawancara dan observasi, menggunakan juga beberapa teori, yaitu teori triangular love dan teori levinson serta Raporport. Teori triangular love dari Stenberg digunakan sebagai teori utama dalam penelitian ini. Menurut teori tersebut, cinta menjadi alasan untuk perempuan muda terlibat dalam hubungan seksual pra-nikah. Teori Levinson dipergunakan untuk menggali permasalahan keluarga dan konsep Rapoport dipakai untuk menggali konflik yang terjadi dalam keluarga. Wawancara dan observasi menjadi metode utama yang digunakan dalam penelitian ini. 

Proses pengambilan data dilakukan antara bulan Juni hingga Juli 2000, dan untuk mengetahui jawaban yang sama dilakukan cek dan ricek dengan menggunakan kuesioner tertutup yang diberikan satu bulan setelah wawancara. Responden penelitian terdiri dari empat perempuan berusia antara 20 hingga 34 tahun yang memiliki pengalaman melakukan hubungan seksual pranikah pada saat berusia 17-30 tahun.

Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa hubungan seksual pranikah berpotensi untuk menciptakan konflik dalam keluarga. Ada empat responden tidak memiliki pengalaman konflik karena permasalahan yang berkaitan dengan keperawanan. Meski demikian tak bisa dipungkiri bahwa hubungan seksual pranikah menjadi faktor pencetus akan kecemburuan, salah pengertian antar pasangan, konflik karena permasalahan anak, dan masalah hukum.

Selain itu, hubungan seks di usia remaja bisa memicu kanker serviks serta berdampak pada osteoporosis. Bagi sebuah bangsa, jika warga remajanya sudah terbiasa melakukan hubungan seks, maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai bencana nasional. Lebih lanjut mengenai hal ini, silahkan tonton video ini.


jika video tak bisa diputuar, silahkan klik di sini.

diolah kembali dari tulisan 7 tahun lalu

Jumat, 08 Januari 2021

TELAAH KATA “KAFIR’ DALAM AL-QUR’AN



Agama islam tidak hanya dikenal sebagai agama teror, melainkan juga sebagai agama yang mengkafir-kafirkan umat agama lain. Harus jujur dikatakan bahwa hanya islam agama yang mengkafir-kafirkan umat agama lain. Kedua identitas islam ini mendapat pendasarannya dalam Al-Qur’an, yang diyakini merupakan wahyu Allah SWT secara langsung kepada nabi Muhammad SAW. Bagi umat islam, umat agama lain adalah kafir, dan orang kafir harus dimusuhi, dibunuh bahkan dimusnahkan. Ini merupakan kehendak dan perintah Allah SWT.

Kata “kafir” dalam Al-Qur’an begitu sangat kuat gaungnya. Sebagaimana diketahui jumlah ayat Al-Qur’an secara keseluruhan adalah 6.236 ayat dengan pembagian surah Makkiyyah (87 surah) ada 4.643 ayat, dan surah Madaniyyah (27 surah) ada 1.593 ayat. Dengan demikian prosentasenya adalah surah Makkiyyah sekitar 74,45%, dan surah Madaniyyah hanya sekitar 25, 54%. Bagaimana komposisi kata “kafir” dalam kedua surah ini?

Dalam tulisan “Ayat Kafir dalam Al-Qur’an” dipaparkan bahwa dari 87 surah Makkiyyah, ada 56 surah yang memuat kata “kafir” dengan total ayat ada 186 ayat; sedangkan dalam surah Madaniyyah, dari 27 surah ada 22 surah yang memuat kata “kafir” dengan total ayat ada 220 ayat. Dari 186 ayat dalam surah Makkiyyah terdapat 208 kali disebutkan kata “kafir” dan dan juga “kekafiran”, dengan rincian kata “kekafiran” ada 22 kali sedangkan 186 kali menyebut kata “kafir”. Sementara dalam surah Madaniyyah sebanyak 256 kali disebutkan kata “kafir” dan dan juga “kekafiran”, dengan rincian kata “kekafiran” ada 31 kali sedangkan 225 kali menyebut kata “kafir”. Jika ditotal semuanya, sebanyak 464 kali kata “kafir” dan “kekafiran” muncul dalam Al-Qur’an. Untuk memperjelas perbandingannya, perhatikan tabel di bawah ini.

Kelompok Surah

Jumlah Surah

Surah Kafir

Ayat Kafir

Sebutan Kafir

Makkiyyah

87

56

186

208 X

Madaniyyah

27

22

220

256 X

Akan tetapi, jumlah ini bisa lebih banyak lagi. Ada beberapa alasan untuk membenarkan hal ini. Pertama, jika diperhatikan ayat sebelum dan sesudah ayat yang terdapat kata “kafir”, ada muncul kata ganti orang yang dapat dipastikan merujuk pada kata “kafir”. Artinya, ada ayat, baik sebelum maupun sesudah, yang jelas-jelas berhubungan dengan ayat yang terdapat kata “kafir” meski di sana tidak ditulis kata tersebut. Sebagai contoh, dalam surah al-Baqarah: 7 disebut kata ganti “mereka” dimana kata ganti itu bisa dipastikan merujuk pada orang-orang kafir yang disebut dalam ayat 6. Kedua, jika kaum munafik adalah juga kaum fasik (QS an-Nisa: 67), dan kaum fasik adalah juga kaum kafir (bdk. QS as-Sajdah), maka otomatis jumlah kata “kafir” akan bertambah. Setidaknya ada 50 ayat yang memuat kata “fasik”, sedangkan kata “munafik” ada 55 ayat. Ketiga, jika orang kafir disamakan juga dengan orang zalim (QS al-Baqarah: 254), maka jumlah kata “kafir” juga pasti bertambah. Dalam Al-Qur’an ada 200 ayat yang terdapat kata “zalim”.

Kamis, 07 Januari 2021

JANGAN MUDAH MENYERAH PADA PENOLAKAN

 


Robert Foster ‘Bob’ Bennet, politikus dari Partai Republik, pernah berkata, “Sebuah penolakan adalah tidak lebih dari sebuah langkah yang diperlukan dalam meraih sukses.” Hal ini mengandaikan adanya usaha untuk belajar dari kesalahan. Tentulah kita ingat akan keledai, seekor binatang bodoh tapi ia tak pernah jatuh ke dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya.

Penolakan adalah bagian dari hidup. Setiap manusia pasti pernah mengalami penolakan. Jika kita sedang menghadapi penolakan: lamaran kerja yang ditolak, cinta yang ditolak, ide yang ditolak; bacalah dulu kisah singkat orang-orang di bawah ini. Orang-orang ini adalah pembuktian bahwa penolakan hanyalah bagian dari sebuah perjalanan kesuksesan:

·        Ide mesin fotokopi Xerox pernah ditolak oleh 20 perusahaan. Baru setelah 7 tahun penolakan itu, mesin fotokopi ini bisa diterima.

·        Alexander Graham Bell disuruh seorang bankir untuk menyingkirkan 'mainan itu'. Sang bankir menolak membeli 'mainan itu' dengan alasan tidak membutuhkannya. 'Mainan itu' adalah telepon. Sekarang ‘mainan itu’ menjadi salah satu barang yang dibutuhkan manusia di muka bumi ini.

·        Sebanyak 33 penerbit telah menolak manuskrip  Chicken Soup For The Soul. Para editornya percaya, kisah nyata pendek yang disusun oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen ini tidak menjual. Kini, buku tersebut telah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia dan diterbitkan dalam 54 bahasa.

·        Sebuah organisasi yang terdiri dari para ahli mengatakan usaha Thomas Alfa Edison dalam menciptakan lampu listrik sebagai praktik ilmu pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada gunanya mendapatkan perhatian. Namun kini penemuannya itu justru menghubah wajah dunia.

·        Ide cerita Star Wars  karya George Lucas pernah ditolak oleh studio-studio film ternama Hollywood dan setiap jaringan televisi Amerika Serikat. Tetapi kini film tersebut tercatat sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa dengan perolehan total sebesar $4.45 miliar. Belum lagi penghasilan dari penjualan merchandise-nya.

Masih ada begitu banyak contoh lagi. Semuanya mau mengatakan bahwa penolakan bukanlah akhir segalanya. Teruslah melangkah dan berjuang dengan keyakinan. 

diambil dari tulisan 7 tahun lalu