Jumat, 16 Oktober 2020
BAGAIMANA SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP NON MUSLIM?
Kamis, 15 Oktober 2020
PESAN BERHARGA DARI ELANG TUA
Burung elang tidak hanya dikenal sebagai pemaksa tertinggi di udara. Sosok burung perkasa ini sering menjadi idola, dan bahkan menjadi lambang negara. Ada banyak negara mengambil sosok burung elang sebagai lambang negaranya. Indonesia termasuk salah satunya. Akan tetapi, tahukah kita berapa usia seekor elang? Tentu setiap yang bernyawa di muka bumi ini mempunyai batasan usia.
Pada umumnya burung elang memiliki usia hingga 30 tahun. Namun di masa yang renta itu biasanya mereka menghabiskan sisa umurnya dengan bertengger di sebuah puncak tebing atau pepohonan. Mengapa demikian? Karena elang yang tua, bulu-bulunya semakin lebat sehingga membuatnya sulit terbang. Paruhnya pun mulai tumpul. Kebanyakan mereka hanya menunggu mati.
Namun tak sedikit juga Elang yang tidak mendiamkan keadaan tersebut. Artinya, mereka tidak mau menerima begitu saja akhir hidupnya. Sekalipun tetap bertengger di pinggiran tebing atau pohon tinggi, mereka sembari mematuk-matukkan paruh tuanya. Hingga paruh tumpul tersebut patah dan berganti dengan paruh baru yang lebih runcing. Paruh baru tersebut kemudian dipergunakan untuk mencabuti bulu sayapnya yang melebat. Dan pada akhirnya si elang mampu menjelajah cakrawala hingga usianya menjadi 60 tahun.
***
Sering kali kita enggan beralih dari sebuah kebiasaan dalam menjalani kehidupan. Membiarkan keadaan yang sesungguhnya bisa diupayakan, tetapi kita lebih memilih untuk berdiam menerima. Sedangkan sebagian dari kita ada yang berjuang mengubahnya. Ingatlah, The Enemy of GREAT LIFE is good LIFE.
diambil dari tulisan 8 tahun lalu
Rabu, 14 Oktober 2020
INSPIRASI DARI MANGKOK KAYU
Seorang kakek hidup dengan anak laki-laki, menantu, dan cucunya yang masih berusia 4 tahun. Tangan kakek itu sudah sulit memegang sesuatu, matanya rabun, dan jalannya pun tertatih-tatih. Pada suatu malam, keluarga itu makan bersama di meja. Tetapi karena tangannya gemetar dan mata yang rabun, membuat ia sulit untuk makan. Makanan di sendoknya terjatuh ke lantai, susu di gelas pun tumpah di meja makan itu. Anak dan menantunya menjadi kesal karenanya.
“Kita harus melakukan sesuatu terhadapnya. Aku sudah
tidak kuat harus membersihkan tiap kali ia makan.” kata anaknya.
Lalu ia dan istrinya
meletakkan meja di pojok ruangan. Di sana, si kakek itu makan sendiri ketika
yang lain menikmati makan malam di meja makan. Karena si kakek sering
memecahkan mangkok, makanannya dihidangkan di mangkok kayu. Kadang saat mereka
menatap kakek itu, kakek itu sedang menangis saat makan sendiri. Tapi tetap
saja, kata-kata mereka tetap kasar ketika kakek itu menjatuhkan makanannya. Si
anak 4 tahun hanya melihat dalam ketenangan.
Suatu malam sebelum makan, si ayah mengamati anaknya
sedang bermain dengan kayu.
Ia lalu bertanya, “apa yang kamu buat anakku?”
Anak itu menjawab, “Oh, aku membuat mangkuk kayu untuk papa dan mama ketika
nanti aku sudah bertumbuh dewasa.”
Anak 4 tahun itu tersenyum dan melanjutkan kerjanya. Mendengar itu,
orangtuanya tidak bisa berkata-kata. Air mata mulai mengalir ke pipi mereka. Mereka tahu
apa yang harus mereka lakukan. Malam itu, si suami memegang tangan kakek itu
dan dengan hati-hati membawanya ke meja makan keluarga.
Selama sisa-sisa hidupnya, kakek itu akhirnya makan
bersama lagi dengan keluarganya. Dan mereka tidak peduli lagi saat garpu si
kakek terjatuh, susu tumpah, atau makanan berceceran.
Cintailah dirimu dan orang yang kamu cintai, hari ini dan selamanya!
diambil dari tulisan 7 tahunlalu


