Pada
tahun 2016, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengadakan ceramah keagamaan (tausiyah) di
Masjid Annur di Pekanbaru. Saat itu ada seorang wanita mengungkapkan
perasaannya ketika melihat salib. Menyikapi persoalan yang diungkapkan wanita
itu Sang Ustadz memberikan jawaban, dan dalam jawaban itu terlontar pernyataan
“di salib itu ada jin kafir” dan “di dalam patung itu ada jin kafir.” Tanpa
disangka, ternyata ada orang yang mem-video-kan acara itu, dan mem-posting-nya
di media sosial tahun ini sehingga menjadi viral.
Video
viral itu memantik emosi umat kristiani, baik protestan maupun katolik.
Sekalipun pimpinan kedua Gereja, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sudah menghimbau agar umat kristiani
tetap tenang dan tak perlu membawa masalah ini ke ranah hukum, tetap saja ada
sekelompok umat membawa kasus UAS ke polisi.
UAS
sendiri sudah memberikan klarifikasi terkait video viral itu. Bertempat di kantor
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Sang Ustadz memberikan pembelaannya. Ada 4
poin penting dalam klarifikasi itu, yaitu:

