01
|
|
Santa Ruth (tokoh Kitab Suci)
|
|
02
|
|
03
|
|
04
|
|
Santo Musa (nabi)
|
|
05
|
|
06
|
Sabtu, 01 September 2018
Rabu, 29 Agustus 2018
PEDOMAN MEMILIH NAMA ANAK UNTUK ORANG KATOLIK

Setiap
manusia pasti punya nama, entah satu kata atau beberapa kata. Biasanya nama
menunjukkan identitas seseorang. Akan tetapi, nama tidak hanya sekedar
menunjukkan identitas saja, melainkan memiliki makna yang berdampak pada hidup
mereka yang menggunakannya. Ada harapan orangtua dan pesan tersembunyi di balik
sebuah nama.
Orang
katolik biasanya akan memberi nama anaknya pada saat baptis. Ini dikenal dengan
nama baptis. Setiap orang katolik pasti punya nama baptis. Namun pertanyaannya
adalah apa yang dimaksud dengan nama baptis. Kitab Hukum Gereja menganjurkan anak-anak yang dibaptis memiliki nama
yang tak asing dari citarasa kristiani (kan. 855). Karena itu, bisa dikatakan
bahwa nama baptis adalah nama yang tak asing dari citarasa kristiani. Apa
maksud citarasa kristiani?
Umumnya
orang katolik akan menggunakan nama
santo santa atau orang kudus
sebagai nama dirinya. Membaca nama orang kudus, orang langsung
mengasosiasikannya dengan katolik. Jadi, nama anak yang mau dibaptis memiliki
nama yang diambil dari nama santo-santa atau orang kudus. Banyak orang memahami
nama anak dengan citarasa kristiani adalah nama santo santa. Orang memahaminya
demikian, karena dalam upacara baptis atas ritus litani, berdoa kepada
santo-santa pelindung, yang menjadi nama baptis calon baptis.
Harus
ditegaskan bahwa citarasa kristiani tidak melulu hanya nama santo dan santa.
Citarasa kristiani bisa juga merujuk pada nama-nama tokoh yang ada dalam Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun
Perjanjian Baru. Jadi, anak bisa diberi nama Adam, atau Yakob, Samuel, Musa,
Ruth, Sarah, Yeremia, Elia, Hana, Onesimus, Zakheus, dll. Sangat jelas bahwa
nama yang diambil selalu memiliki peran positip, karena kesan positip itu
diharapkan berpengaruh kepada mereka yang menyandang nama tersebut.
Selain
itu, citarasa kristiani juga dapat merujuk pada nilai-nilai kekristenan atau istilah-istilah
yang tak asing dalam dunia kristiani. Berikut ini sebagai contoh untuk nama
yang diambil dari dunia kristiani: Immanuel,
Asumpta, Imakulata, Fatima, Gloria, Hosana,
Adoramus, Natal, Paskah, Adven, Cinta, Kasih, Yesus, Maranatha, Firman, Effata,
Wahyu, dll. Berikut ini contoh nama yang mengungkapkan nilai-nilai
kristiani: Wicaksana, Waskita, Gusti,
Agung, Arif, dll.
Senin, 27 Agustus 2018
RENUNGAN PERINGATAN ST. MONIKA
Renungan Peringatan
St. Monika
Bac I 2Tes1: 1 – 5, 11 – 12; Injil Luk 7: 11 –17;
Injil hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus menghidupkan seorang
pemuda di Nain. Yang menggerakkan Yesus melakukan tindakan mukjizat ini adalah
belas kasihan (ay. 13). Belas kasih itu ditujukan kepada ibu pemuda yang
meninggal itu, yang adalah seorang janda. Bukan tidak mungkin Yesus
membayangkan nasib ibu-Nya yang, adalah seorang janda, akan kehilangan
diri-Nya. Sadar akan situasi yang dihadapi janda tersebut, akhirnya Yesus
membangkitkan pemuda yang sudah mati. Yang sangat menarik adalah reaksi orang
banyak atas peristiwa itu. Mereka memuliakan Allah (ay. 16).
Sikap yang ditampilkan orang banyak dalam Injil, kembali
diperlihatkan Paulus dalam bacaan pertama hari ini. Dalam suratnya yang kedua
kepada jemaat di Tesalonika, Paulus mengungkapkan rasa bangganya kepada
kehidupan rohani jemaat di sana yang sesuai dengan kehendak Allah. Yang menarik
di sini adalah rasa bangga itu tidak semata-mata tertuju pada Paulus pribadi
karena usaha dan perjuangannya, melainkan ditujukan kepada Allah karena usaha
para jemaat. Atas kehidupan umat yang membanggakan itu, Paulus menghaturkan
syukur kepada Allah. Paulus bangga karena umat hidup seperti yang diajarkannya;
dan apa yang diajarkan Paulus telah dihidupinya. Jadi, jemaat mendapat
pengajaran Paulus bukan hanya dari verbal saja melainkan juga dari peri
hidupnya.
Hari
ini Gereja Universal mengajak kita untuk memperingati Santa Monika, ibu dari
Santo Agustinus. Satu teladan luhur Santa Monika adalah bagaimana dia berjuang
untuk mengembalikan anak dan suaminya kembali ke jalan yang benar. Siang malam selama
bertahun-tahun digunakan untuk berdoa mohon bantuan Allah Bapa untuk membuka
hati dan budi kedua orang yang dikasihinya itu. Doa santa Monika ditunjang
dengan sikap peri kehidupannya. Semua itu bukan untuk dirinya sendiri,
melainkan untuk kemuliaan Allah. Karena itu, sabda Tuhan hari ini, ditambah
dengan teladan luhur Santa Monika, mengajak kita untuk berlaku baik bukan untuk
diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan Allah.
by:
adrian
Langganan:
Postingan (Atom)