Senin, 13 Agustus 2018

TUGAS ORANGTUA MEMBANTU ANAK BEREMPATI


Anak usia 2 – 3 tahun perlu diajari mengenali emosi dasar, seperti senang, sedih, marah dan takut. Ini menjadi tugas orangtua di rumah. Dengan mengenali emosi sendiri, anak pun bisa lebih berempati pada orang lain. Kalau anak tahu saat dia sedih itu karena begini, begitu, rasanya begini, jadi dia mengerti emosi orang lain juga saat sedih.
Seiring bertambahnya usia, ajari anak mengidentifikasi emosi dan bagaimana cara mengatasinya atau mengungkapkannya secara positip. Ketika marah, anak harus sadar bahwa ia sedang marah. Anak juga harus tahu alasan ia marah dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, anak bisa mengontrol emosinya tanpa menyakiti perasaan orang lain. Demikian pula dengan emosi lainnya. Orangtua harus mengomunikasikannya dengan anak kenapa emosi itu muncul dan jelaskan juga baik buruknya. Orangtua juga hendaknya dapat membuat pembedaan emosi pada anaknya.
Sayangnya, pengenalan emosi pada anak belum menjadi kebiasaan banyak orangtua. Kebanyakan orangtua lebih suka jika anaknya tenang dan mudah diatur. Padahal, pengenalan emosi sangat penting. Setidaknya anak-anak sudah menguasai empat emosi dasar sebelum masuk usia sekolah. Dengan mengenal emosi, anak bisa bersosialisasi dengan baik kepada teman-temannya di sekolah.
Anak akan memiliki kecerdasan emosional yang baik, bisa berempati, lebih peka dan memiliki kepedulian. Jadi, anak jangan hanya diberikan kecerdasan intelektual saja, tetapi juga kecerdasan emosional.
by: adrian

Jumat, 10 Agustus 2018

MENGENAL JENIS KOPI DAN KWALITASNYA


Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing lagi dengan minuman warna hitam beraroma. Itulah yang dikenal dengan sebutan kopi. Ada banyak produk kopi di pasaran; ada banyak cafe atau warung yang menawarkan kopi. Tapi apakah orang tahu jenis kopi yang disajikan itu?
Ada banyak jenis kopi di dunia ini. Kopi torabika atau kopi Toraja itu bukan termasuk jenis kopi. Itu hanya sekedar nama. Untuk di Indonesia, setidaknya ada 4 jenis kopi, yaitu arabika, robusta, liberika, dan ekselsa. Tiap-tiap jenis kopi berbeda satu dengan yang lain. Dengan kata lain, masing-masing kopi memiliki kekhasan tersendiri.
1.     Kopi Arabika
Tanaman kopi arabika ini dipercaya berasal dari daerah Etiopia, kemudian dibawa oleh pedagang Arab ke Yaman. Bangsa Arab mulai mempopulerkan ekstrak biji kopi arabika yang diseduh dengan air panas sebagai minuman penyegar. Mungkin hal inilah yang menyebabkannya disebut arabika, sekalipun asalnya dari Afrika.
Kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700 – 1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 16 – 20°C. Semakin tinggi lokasi kebunnya, cita rasa yang dihasilkan biji kopi arabika akan semakin baik. Ukuran dan bentuk biji kopi arabika lebih besar dan cenderung lonjong, tidak seperti biji kopi robusta yang bulat.
Mengenai cita rasa, kopi arabika memiliki banyak variasi sehingga lebih menggoda daripada jenis kopi lainnya. Kopi arabika memiliki tekstur yang halus sehingga lebih kental di mulut. Tingkat keasaman kopi arabika lebih tinggi dibandingkan kopi lainnya. Selain itu, kopi arabika  terasa pahit. Namun, kandungan kafein kopi arabika lebih rendah, yaitu sekitar 1,2%. Kopi arabika mempunyai wangi aroma percampuran bunga, buah dan rempah.