Senin, 29 Januari 2018

CONTOH PERNIKAHAN TIDAK SAH

Joni, yang katolik, menikah dengan Siti, yang islam. Karena keteledoran pastor, mereka diberkati saja tanpa ada surat dispensasi ordinaris wilayah. Setelah 5 tahun hidup bersama, Siti pergi dengan pria lain. Joni mengajukan gugatan ke Tribunal Gereja. Setelah diselidiki berkas kanonik, ternyata tidak ada surat dispensasi nikah beda agama. Hal ini membuat pernikahan mereka selama ini tidak sah. Karena itu, Tribunal bisa memutuskan pembatalan sehingga Joni bisa menikah lagi. Jadi, Joni menikah lagi bukan karena Siti selingkuh, tapi karena perkawinan mereka tidak sah sebelum pemberkatan.
Bagaimana setelah hidup bersama selama 25 tahun, Joni baru mengetahui bahwa perkawinannya dengan Siti tidak sah? Padahal dia sangat mencintai Siti, demikian pula sebaliknya. Keluarga mereka hidup rukun dan harmonis.
Jika terjadi seperti itu, Joni tinggal mengajukan permohonan, baik ke pastor paroki atau ke Tribunal untuk mengesahkan pernikahannya. Hal ini dikenal dengan istilah konvalidasi. Nanti pihak otoritas Gereja akan mengeluarkan surat dispensasi nikah beda agama. Dengan keluarnya surat tersebut, maka pernikahan Joni dan Siti otomatis sah. Jadi tidak perlu diadakan pemberkatan ulang; namun bisa juga diadakan dalam bentuk pembaharuan janji nikah.
Jika dalam perjalanan waktu Siti dibaptis dan Joni belum mengetahui bahwa pernikahannya tidak sah, karena tidak ada dispensasi nikah beda agama, maka pernikahan mereka otomatis sah dan sakramen. Jadi, tak perlu lagi surat dispensasi nikah beda agama.

by: adrian

Jumat, 26 Januari 2018

ISLAM MENGAJARKAN UNTUK MEMBUNUH UMATNYA YANG MURTAD

Sangat menarik kalau mencermati komentar-komentar atas tulisan kami Ini Alasan Mualaf Berbohong. Dalam tulisan tersebut kami mengulas beberapa fenomena para mualaf yang tampil berbohong di hadapan publik islam, dan umat islam menerimanya sebagai suatu kebenaran. Terhadap tulisan kami ini, yang ditulis di Batam pada 31 Agustus 2016, dan baru dipublikasikan pada 26 Oktober tahun yang sama, muncul beragam tanggapan.
Tanggapan atau komentar baru muncul di tahun 2017, persisnya pada 13 Mei. Dari beberapa tanggapan itu, kita bisa mengklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu tanggapan kontra dan pro. Akan tetapi esensi tanggapannya justru di luar konteks tulisan. Komentar pro hanya sebatas membalas komentar kontra, sementara esensi tulisan kontra sama sekali tidak menyinggung soal alasan mualaf berbohong. Mereka hanya mempersoalkan nomor hadits yang menyebut perintah untuk membunuh orang murtad. Yang dimaksud orang murtad di sini adalah orang islam yang meninggalkan iman islamnya.
Di balik mempersoalkan nomor hadits yang memerintahkan umat islam dapat membunuh orang murtad terbersit ungkapan bahwa tidak ada perintah tersebut. Misalnya komentar Samira Kalkarina, yang diposting pada 16 Juni 2017, pukul 20:06. Terkait dengan hadits perintah membunuh orang murtad, Samira menegaskan bahwa kami “tidak menulis isi hadits itu dengan benar”, lalu memberikan bunyi hadits, yang menurutnya, adalah yang sebenarnya. Karena itu, Samira menilai bahwa kami telah “menyebar sesuatu yang salah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan”, atau dengan kata lain, kami “sudah menipu banyak pembaca .... sudah memfitnah Al Quran dan Al Hadits.”
Contoh lain adalah komentar dari seorang anonim pada 1 November 2017, pukul 10.16. Tulisan orang ini sebenarnya mau menanggapi komentar pro dari seorang anonim lain pada 20 Juni 2017, pukul 20.56. Anonim pro ini mau memberi bantuan soal Hadits yang dipersoalkan. Ia menyatakan bahwa perintah membunuh itu ada dalam hadits yang dimaksud, hanya nomornya yang berbeda dengan yang ada dalam tulisan kami. Seperti Samira, orang anonim kontra ini juga hendak menyatakan bahwa tidak ada perintah membunuh itu dalam hadits yang dimaksud. Ia menampilkan bunyi nomor hadits yang dimaksud anonim pro, dan jelas tidak ada perintah membunuh orang murtad. Karena itu, orang anonim kontra ini menasehati agar kami mengecek hadits sumber yang terpercaya, sementara dia sendiri tidak menyebutkan sumber haditsnya.

Rabu, 24 Januari 2018

HATI-HATI DENGAN HUBUNGAN PENDEK

Salah satu faktor penyebab kebakaran rumah adalah akibat hubungan pendek listrik atau biasa dikenal dengan istilah korsleting (Belanda: kortsluiting). Korsleting adalah suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil, mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar dan bila tidak ditangani dapat menimbulkan ledakan dan kebakaran. Dan jika kebakaran sudah melanda maka kerugianlah yang diderita. Bagaimana korsleting bisa menyebabkan kebakaran?
Sebelum memahami proses terjadinya kebakaran, terlebih dahulu kita pahami soal sirkuit listrik. Secara umum sirkuit listrik terdiri dari 3 unsur, yaitu power supply, kabel dan hambatan. Power Supply adalah sumber utama listrik, seperti baterai, genset dan listrik dari PLN. Kabel berfungsi untuk menyalurkan/mengalirkan listrik. Sebuah kabel biasanya terdiri dari (serat) tembaga dan pelapis sebagai pelindung. Sedangkan hambatan, seperti namanya, berfungsi menghambat arus listrik. Biasa dikenal dengan istilah resistor. Listrik yang mengalir dalam suatu konduktor, energinya ada yang terkonversi menjadi panas. Semakin besar energi listrik yang mengalir, semakin banyak panas yang dihasilkan. Jika arus listrik tidak dihambat, maka listrik tersebut menghasilkan panas yang dapat bersifat destruktif sehingga terjadilah kebakaran. Karena itu, dalam setiap sirkuit listrik harus ada hambatan
Dalam instalasi listrik rumah, biasanya beberapa kabel ditumpuk jadi satu. Sebagaimana diketahui, setiap kabel selalu dilindungi dengan pelindung berbahan karet. Bisa jadi beberapa pelindung kabel-kabel itu rusak, mungkin karena digigit tikus atau karena proses instalasinya kurang baik. Kerusakan itu dapat menyebabkan beberapa helai serat kabel mencuat keluar dan menyentuh serat kabel lain. Inilah hubungan pendek listrik; dan hubungan ini tidak ada hambatan di antara keduanya. Hubungan ini tidak hanya menghasilkan panas yang luar biasa, melainkan juga percikan bunga api. Api kemudian menjalar ke lapisan karet (pelindung kabel), lalu menjalar ke bagian rumah lainnya. Terjadilah kebakaran.
Demikianlah gambaran tentang bahaya hubungan pendek listrik. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa hubungan pendek listrik terjadi karena ada dua kabel berdekatan tanpa pelindung dan tanpa hambatan. Kedekatan tersebut menghasilkan panas yang akhirnya menciptakan api. Dari sinilah kebakaran tercipta.