Senin, 10 April 2017

SAKSI PERNIKAHAN KATOLIK

Untuk sahnya sebuah pernikahan katolik, maka dibutuhkan adanya saksi nikah yang berjumlah dua orang (Kan 1108 §1). Perlu diketahui bahwa tugas saksi ini hanyalah sebagai saksi mata sebuah pernikahan demi sahnya pernikahan tersebut. Walau bagaimana pun, saksi nikah seharusnya memahami secara baik pernikahan katolik dan mengetahui bahwa pernikahan yang disaksikannya itu bebas dari halangan yang dapat menggagalkan.
Akan tetapi, ada orang melihat saksi nikah ini sebagai bentuk lain seperti wali baptis. Kepada saksi nikah ini dikenakan juga kewajiban untuk menuntun kedua mempelai dalam menghayati nilai-nilai keluarga kristiani. Tak jarang juga saksi ini akan dimintai bantuannya untuk membantu menyelesaikan persoalan dalam kehidupan rumah tangga yang ia saksikan. Karena itu, saksi nikah harus diambil dari pasangan keluarga yang sudah mapan secara spiritual dan kehidupan rumah tangganya sehingga bisa dijadikan panutan dan memiliki wibawa.
Penyamaan peran saksi nikah seperti wali baptis membuat banyak pihak merasa keberatan untuk bertindak sebagai saksi nikah. Banyak pasangan suami isteri yang diminta untuk menjadi saksi nikah (baca: wali nikah) menolak tugas tersebut karena merasa tak layak. Kebanyakan mereka merasa keluarganya belumlah menjadi keluarga sempurna yang bisa dijadikan contoh.
Pemaknaan saksi nikah seperti wali baptis ini adalah ide yang muncul kemudian yang bisa dikatakan di luar aturan Gereja Universal. Kitab Hukum Kanonik sama sekali tidak mengatur demikian. Norma-norma Koplementer Gereja Partisipatif, sebagai statuta atau produk hukum bagi Keuskupan Pangkalpinang, juga tidak mengatur hal tersebut. Artinya, untuk Keuskupan Pangkalpinang diberlakukan hukum universal, yaitu KHK.
Mungkin ada yang akan bertanya, jika terjadi masalah (pertengkaran, misalnya) dalam keluarga, siapa yang harus turun tangan. Siapa saja terpanggil untuk membawa damai. Tuhan Yesus meminta para murid-Nya untuk senantiasa membawa damai (bdk. Luk 10: 5, Mat 5: 9, Rom 14: 19) Secara khusus, tugas itu diemban oleh para pastor paroki atau seksi keluarga. Di beberapa paroki di kota-kota besar ada tersedia ruang konsultasi, termasuk untuk keluarga, yang ditangani oleh ahli di bidangnya.
Apa saja ketentuan untuk saksi pernikahan katolik? Pertama-tama dia itu haruslah orang katolik dewasa yang sudah dibaptis dan tidak terkena hukuman Gerejawi. Saksi bukan orangtua kedua mempelai. Saksi boleh diambil dari kedua pihak, masing-masing satu orang, atau keduanya hanya dari satu pihak saja. Saksi nikah tidak dibatasi hanya pada jenis kelamin tertentu, dan juga tidak harus pasangan suami isteri; kedua saksi nikah bisa pria semuanya atau sebaliknya perempuan semua, bisa juga berpasangan (pria dan wanita) meski bukan suami isteri.
by: adrian
Sumber:

Sabtu, 08 April 2017

MEMAHAMI MINGGU PALMA

Besok umat katolik memasuki pekan suci. Ada tiga perayaan penting dalam pekan suci ini, yaitu Minggu Palma, Trihari Suci, dan Minggu Paskah. Jadi, pekan suci ini diawali dengan perayaan Minggu Palma. Dalam perayaan ini umat mengenangkan kembali peristiwa Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem. Dikisahkan bahwa ketika memasuki kota Yerusalem, Tuhan Yesus masuk dengan diiringi sorak-sorai, baik dari para murid-Nya maupun warga setempat. Mereka mengelu-elukan Tuhan Yesus sambil berteriak berkali-kali “Hosana Putera Daud!”
Sekilas terkesan bahwa perarakan masuk ke Yerusalem itu merupakan perarakan kemenangan. Akan tetapi, jika disimak Kitab Suci yang mengupas kisah tersebut, terlihat kontradiksinya. Tuhan Yesus masuk dengan menggunakan keledai, bukan kuda. Tak lama sesudah itu Tuhan Yesus menangis. Dia menangisi nasib bangsa Yahudi, khususnya yang tinggal di Yerusalem.
Tulisan berikut ini akan mencoba mengupas seputar perayaan Minggu Palma. Sangat bagus jika sebelum merayakan Minggu Palma umat membaca terlebih dahulu tulisan ini sehingga dapat menghayati beberapa bagian dari perayaan itu. lebih lanjut mengenai tulisan ini, silahkan baca di: Budak Bangka: Sekilas tentang Perayaan Minggu Palma

Kamis, 06 April 2017

CARA ALAMI REDAKAN STRES

Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Sekalipun stres sering menghampiri, jangan biarkan stres terus menguasai pikiran kita. Tingginya kadar hormon kostisol saat stres tak hanya bisa menganggu kesehatan mental, tetapi juga fisik.
Untuk mengatasi stres sebenarnya tidak perlu minum obat khusus. Ada banyak cara alami yang bisa dipraktekkan untuk meredakan stres. Berikut ini ada 7 cara alami meredakan stres.
   1.    Tidur yang cukup
Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang tidurnya kurang memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi dibanding mereka yang bisa tidur 8 jam per hari. Karena itu, untuk menghindari stres berlanjut, mulailah dengan tidur yang cukup dan teratur.
   2.    Meditasi
Meditasi telah terbukti ampuh menenangkan jiwa sehingga menurunkan kadar kortisol. Banyak orang yang membiasakan diri dengan meditasi untuk mencegah maupun mengatasi stres.
   3.    Minum teh hitam
Konsumsi teh hitam dipercaya dapat menurunkan kadar kortisol yang menyebabkan stres.minuman yang sudah ada sejak zaman dahulu ini dapat menenangkan pikiran secara alami. Ketika stres cobalah duduk santai sambil minum secankir teh hitam yang hangat
   4.    Minum air putih
Tanpa disadari, tingginya kadar kortisol juga bisa disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi. Tubuh juga menjadi lebih lelah dan berkurangnya aliran darah ke sejumlah organ tubuh. Jangan lupakan kebiasaan minum air putih yang cukup agar tidak mudah stres.
   5.    Konsumsi makanan sehat
Sejumlah makanan tertentu yang sehat dipercaya dapat menurunkan kadar stres. Contohnya, coklat hitam, salmon dan buah-buahan. Biasakan makan makanan sehat bergizi seimbang dan tinggalkan junk food. Kandungan nutrisi di dalam makanan tersebut berperan dalam mengurangi kadar kortisol.
   6.    Makan permen karet
Mungkin banyak orang sudah jarang makan permen karet. Beberapa studi mengungkapkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi stres. Penelitian menemukan bahwa rasa permen karet dapat meningkatkan aktivitas saraf dan efektif mengurangi tingkat stres.
   7.    Olahraga
Tak dapat dipungkiri bahwa olahraga dapat menurunkan stres karena memicu pelepasan hormon bahagia.olahraga teratur membantu seseorang melupakan sesuatu hal yang membuat stres.
sumber: KOMPAS Health
Baca juga tulisan lain tentang stres: