Sabtu, 29 Maret 2014

Orang Kudus 29 Maret: St. Bertold

SANTO BERTOLD, RAHIB
 
Santo Bertold adalah tokoh penting bagi Ordo Karmel. Sebagian besar riwayat hidupnya tidak diketahui dengan pasti. Bertold dikenal sebagai seorang rahib. Bersama kawannya Brokard, Bertold bertapa di Gunung Karmel, Palestina dan mendirikan Ordo Karmel pada awal abad ke 13. Brokard sangat dihormati oleh orang Islam.

sumber: Iman Katolik

Renungan Hari Sabtu Prapaskah III - A

Renungan Hari Sabtu Prapaskah III, Thn A/II
Bac I   : Hos 6: 1 – 6; Injil : Luk 18: 9 – 14

Dalam kitab Hosea yang menjadi bacaan pertama, Hosea memberikan gambaran tentang Allah. Dikatakan bahwa sekalipun Allah menghukum umat-Nya, Allah tidak akan membiarkan mereka menderita. Allah “telah memukul dan yang telah membalut kita.” (ay. 1). Selain itu, Hosea menggambarkan bahwa Allah “menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran.” (ay. 6).

Apa yang disukai Allah dalam bacaan pertama, kembali ditegaskan Yesus dalam Injil hari ini. Yesus menyampaikan pengajaran-Nya melalui perumpamaan tentang dua orang yang datang ke Bait Allah untuk berdoa. Yang satunya adalah orang Farisi dan yang lainnya adalah pemungut cukai. Dalam kaca mata manusia, tentulah orang menilai bahwa orang Farisi yang berkenan pada Allah. Pemungut cukai, karena statusnya sebagai orang berdosa, tidak layak masuk ke dalam Bait Allah. Namun dari doa yang terungkap dari mulut kedua orang itu, Yesus menegaskan bahwa Allah berkenan pada pemungut cukai. Sikap sombong sampai merendahan orang lain di hadapan Allah inilah yang membuat doa orang Farisi itu ditolak.

Setiap manusia dipanggil kepada kesucian. Pada masa prapaskah ini pun kita diajak untuk membersihkan diri lewat puasa, derma dan tobat. Sabda Tuhan hari ini menghendaki agar kesucian yang kita dapat jangan sampai merendahkan martabat luhur sesama. Hal ini membuat kesucian itu menjadi sia-sia. Karena itu, janganlah puasa kita sampai pada melecehkan orang lain; janganlah amal kasih kita sampai pada merendahkan martabat sesama kita. Hendaklah tobat kita membawa kita pada kerendahan hati, baik di hadapan Tuhan maupun sesama.

by: adrian

Jumat, 28 Maret 2014

Politik Uang 2: Titip Uang ke Rakyat

Dalam salah satu kegiatan kampanye, seorang calon legislatif (caleg) kedapatan oleh anggota Bawaslu tengah bagi-bagi uang kepada masyarakat. Caleg ini merupakan pendatang baru yang ingin menjadi anggota legislatif. Keesokan harinya, sang caleg itu dipanggil menghadap bawaslu. Di kantor terjadi dialog berikut.

Bawaslu          : Anda telah melanggar hukum.

Caleg Baru      : Peraturan apa yang sudah saya langgar?

Bawaslu          : Anda melakukan politik uang.

Caleg Baru      : Maksudnya? (dengan wajah bingung)

Bawaslu          : Ketika kampanye, Anda membagi-bagikan uang kepada warga. Ini buktinya (menunjukkan rekaman video). Anda terlihat jelas memberi uang kepada masyarakat. Ini pelanggaran.

Caleg Baru  : Saya tidak memberi uang kepada rakyat. Saya hanya menitipkan uang saya kepada rakyat. Nanti setelah saya terpilih jadi anggota legislatif, saya akan mengambilnya kembali. Itu bukan pelanggaran.

Bawaslu          : <#$$%^$#@*&(....??????
Jakarta, 27 Maret 2014
by: adrian
Baca juga humor lainnya: