Selasa, 05 Februari 2013

(Pencerahan) Engkau!

Siapakah aku?
Attar dari Neishapur bercerita:

Seseorang yang sedang jatuh cinta
mengetuk pintu rumah kekasihnya.
“Siapa?” Tanya sang kekasih dari dalam.
“Aku,” kata orang itu.
“Pergi sajalah! Rumah ini tidak akan muat
untuk kau dan aku.”

Orang yang dicintainya ditolak ini
pergi ke padang gurun.
Di sana ia merenungkan selama berbulan-bulan,
memikir-mikirkan kata-kata kekasihnya.
Akhirnya ia kembali
dan mengetuk pintu rumah kekasihnya lagi.

“Siapa yang mengetuk itu?”
“Engkau!”


Segera pintu dibukakan.

by: Anthony de Mello, Burung Berkicau
Baca juga refleksi lainnya:

Orang Kudus 5 Februari: St. Agatha

SANTA AGATHA, PERAWAN & MARTIR
Agata lahir di Kantania, Pulau Sisilia, pada pertengahan abad ketiga. Riwayat hidup dan kisah kesengsaraannya karena iman akan kristus tidak diketahui secara pasti. Semuanya baru muncul setelah bertahun-tahun sepeninggal perawan suci itu.

Tradisi lama menurunkan satu dua riwayat sebagai berikut: Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Katania, Sisilia. Penderitaannya sebagai seorang martir terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Decius (249 – 251). Penderitaan itu berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang pegawai tinggi Kerajaan Romawi. Ia menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan.

Akibatnya ia ditangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Semua usaha picik itu sia-sia belaka. Dengan bantuan rahmat Tuhan, Agata tetap menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang teguh dan suci murni.

Quintianus semakin berang dan terus menyiksa Agata hingga mati. Agata menghadapi ajalnya dengan perkasa dan menerima mahkota keperawanan dan kemartirannya pada tahun 250.

Karena dipercaya bahwa Agata mempunyai kekuatan untuk mencegah dan mengendalikan letusan-letusan gunung api Etna di Sisilia, ia dimuliakan dan dihormati sebagai pelindung manusia dari ancaman-ancaman api.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Selasa Biasa IV-C

Renungan Hari Selasa Biasa IV, Thn C/I
Bac I : Ibr 12: 1 – 4; Injil       : Mrk 5: 21 – 43

Dalam bacaan pertama penulis Surat Kepada Orang Ibrani mengajak jemaat untuk bertekun dalam iman. Pusat ketekunan imani itu adalah pada Yesus Kristus, "yang memimpin kita dalam iman." (ay. 2). Iman itulah yang akan membawa kita kepada keselamatan atau "kesempurnaan".

Apa yang diajarkan penulis Surat Kepada Orang Ibrani ini tampak dalam Injil hari ini, pada diri "seorang perempuan yang sudah duabelas tahun lamanya menderita pendarahan." (ay. 25). Imannya diarahkan kepada Yesus. Di tengah kerumunan banyak orang, perhatian dan imannya tertuju hanya kepada Yesus. "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Ay. 28). Dan terjadilah demikian.

Sabda Tuhan hari ini mau mengajarkan kita bahwa Yesus adalah pusat iman kita. Pada-Nya ada keselamatan, kesempurnaan dan kesembuhan. Tuhan  menghendaki supaya hidup kita senantiasa terarah pada Yesus.

by: adrian