Jumat, 27 April 2012

Mukjizat Ekaristi

Bacaan Injil hari ini:
Akibat perkataan-Nya orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."


Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat. (Yoh 6: 52-56).
***
Dalam Injil di atas dengan sangat jelas Yesus memperkenalkan dirinya sebagai roti yang telah turun dari sorga. Roti itu adalah tubuh/daging-Nya sendiri. Dan Yesus menegaskan bahwa tubuh-Nya adalah benar-benar makanan dan darah-Nya adalah benar-benar minuman. Oleh karena itulah, mereka yang mau memiliki hidup kekal harus makan dan minum darah-Nya. Akan tetapi, masih banyak manusia yang meragukan bahwa hosti itu adalah benar-benar daging. Banyak orang juga tak percaya kalau anggur yang dipakai para imam saat ekaristi adalah benar-benar darah.

Berikut ini akan dikisahkan beberapa kisah mukjizat ekaristi. Jika selama ini lebih ditampilkan tubuh/daging Kristus dalam wujud hosti, edisi kali ini akan ditampilkan darah Kristus. Kami tidak tahu apakah ini dapat menghapus keraguan banyak orang. Bukan maksud kami untuk membuat Anda percaya. Karena soal percaya atau tidak adalah hak Anda. Kami hanya mau berbagi cerita. Berkaitan dengan percaya atau tidak, kami mengikuti apa yang pernah dikatakan Yesus, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh 20: 29).


BOXTEL ~ HOOGSTRATEN, tahun 1380

Mukjizat terjadi di Boxtel, Belanda, sekitar tahun 1379 di Gereja St. Petrus. Pada saat Konsekrasi, imam - Pastor Van der Aker - kehilangan keseimbangan dan menumpahkan isi piala ke atas korporal dan kain altar. Karena alasan yang tidak diketahui, imam mempergunakan anggur putih dalam Misa tersebut, tetapi yang tampak di atas korporal dan kain altar adalah cairan berwarna merah darah!

Setelah Misa usai, imam bergegas ke sakristi untuk mencuci korporal dan kain altar. Ia berusaha menghilangkan noda darah. Namun demikian, berbagai usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Pastor Van der Aker lalu menempatkan kain dalam sebuah piala kecil dan menyembunyikannya. Menjelang ajalnya, imam mengaku kepada bapa pengakuannya dan menunjukkan di mana ia telah menyembunyikan korporal dan kain altar yang kudus itu, masih dengan noda darah merah yang tertumpah atasnya.

Pastor Van der Aker meninggal dunia pada tahun 1379, dan pada tahun 1380 Kardinal Pileo memaklumkan agar setiap tahun sekali, yaitu pada tanggal 25 Juni reliqui Darah Mahasuci ditahtakan.

Pada tahun 1652, korporal dan kain altar dengan Darah Mahasuci dipindahkan ke Hoogstraten, di perbatasan Belgia. Pada tahun 1924, korporal kudus dikembalikan ke Boxtel, tetapi kain altar tetap disimpan di Hoogstraten. Bahkan hingga kini masih diadakan perarakan mukjizat Ekaristi di Boxtel pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Umat tidak pernah ragu lagi dalam iman mereka akan kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi.
by: adrian, diolah dari berbagai sumber. 

Kamis, 26 April 2012

Mengelola Peran


Mengelola  peran

Setiap manusia memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Sesederhana apapun orang itu. Tak mungkin seseorang itu hanya mempunyai satu peran. Peran sebagai anak, ibu, ayah, anggota masyarakat, karyawan, organisasi, terlebih lagi, peran sebagai hamba-Nya. Singkat kata, setiap orang memiliki banyak peran.

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya.

Tidak jarang kita temui, orang-orang yang sukses dalam satu peran, namun gagal di peran yang lain. Misalnya saja, ia seorang Pimpinan Perusahaan yang hebat, namun rumah tangganya berantakan. Atau, dia seorang aktivis yang pintar, namun jarang masuk kuliah, dan nilainya mengkhawatirkan. Dan masih banyak contoh lain yang bisa kita temukan.

Nah, bagaimanakah kita menempatkan peran-peran kita dengan sebaik-baiknya? Ada beberapa tips yang berguna bagi Anda untuk mencapai apa yang terbaik dalam hidup Anda. Tips-tips ini diambil dari email Anne Haira ke saya yang kemudian diolah kembali.

      1. Pandailah membuat skala prioritas
Misalnya saja, ketika kita berada di tempat kerja, maka optimalkan peran kita sebagai karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai anggota keluarga yang baik. Istilah kerennya the right men in the right place.

      2. Berilah waktu untuk orang-orang yang Anda cintai
Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang kita cintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang kita buat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat kita tetap semangat untuk meraih sukses itu sendiri.

      3. Jangan pernah lupa memanjakan diri!
Sesibuk apapun kita, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan kita pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda!

      4. Buatlah perencanaan dengan realistis
Setiap kita pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik.

      5. Penghargaan pada diri sendiri
Apapun yang sudah Anda pilih dalam hidup Anda, maka itulah yang terbaik. Anda tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, kita bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.

Okay, saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja?

Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan...

by: adrian, dari email anne ahira

Mujizat Ekaristi

Bacaan Injil Hari Ini:
Yesus bersabda, "Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yoh 6: 44-51)

***
Dalam Injil di atas dengan sangat jelas Yesus memperkenalkan dirinya sebagai roti hidup. Roti itu harus dimakan, karena ia merupakan makanan. Dan roti itu adalah tubuh/daging-Nya sendiri. Akan tetapi, masih banyak manusia yang meragukan bahwa hosti itu adalah benar-benar daging. Mereka tak percaya bahwa hosti kudus adalah daging/tubuh Kristus. Kalau dikatakan hosti itu benar-benar makanan: sudah pasti. Tapi kalau dikatakan benar-benar daging: sabar dulu dech. Demikian pemikiran banyak orang.

Berikut ini akan dikisahkan beberapa kisah mukjizat ekaristi. Kami tidak tahu apakah ini dapat menghapus keraguan banyak orang. Bukan maksud kami untuk membuat Anda percaya. Karena soal percaya atau tidak adalah hak Anda. Kami hanya mau berbagi cerita. Berkaitan dengan percaya atau tidak, kami mengikuti apa yang pernah dikatakan Yesus, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yoh 20: 29).

MACERATA, tahun 1356

Hanya sedikit catatan yang ada mengenai mukjizat Ekaristi ini, tetapi kisahnya yang ditulis di atas sebuah perkamen dari abad ke-14 masih ada hingga sekarang.

Mukjizat ini berkenaan dengan perdebatan yang berlangsung beberapa abad sebelumnya dan yang ditulis oleh St. Thomas Aquinas; yaitu, apakah Kristus tetap hadir sama dalam setiap bagian Hosti yang telah dikonsekrasikan setelah Hosti dipecah-pecahkan oleh imam, yang kemudian memasukkan sepotong kecil Hosti Kudus ke dalam piala berisi anggur yang telah dikonsekrasikan.

Mukjizat terjadi setelah imam memecahkan sebuah Hosti besar. Darah mulai memancar dari Hosti ke dalam piala dan membasahi korporal serta kain altar. Imam kemudian pergi kepada uskup yang mengesahkan peristiwa mukjizat ini. Korporal dengan Darah Kristus dihormati setiap tahun di Macareta pada hari Minggu sesudah Pentakosta. Kini reliqui disimpan di bawah altar Katedral Macerata.

Doa: Ya Kristus, kami ingat akan sabda-Mu dalam Yohanes 6:35: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

MIDDLEBURG ~ LOUVAIN, tahun 1374
Pada tahun 1374, seorang pemuda dengan dosa berat dalam jiwanya pergi menyambut Komuni Kudus. Ketika Hosti ditempatkan di atas lidahnya, Hosti berubah menjadi Daging sehingga ia tak dapat menelannya. Darah menetes dari bibirnya dan membasahi kain pada rel komuni. Imam bertindak cepat dengan mengambil Hosti Kudus serta menempatkannya dalam sebuah piala di altar.

Berita mengenai mukjizat ini tersebar keseluruh penjuru Belgia dan mukjizat Hosti dipindahkan 700 mil jauhnya ke Cologne. Sebuah ostensorium berhias indah dibuat. Sebagian Hosti dan sepotong kain dengan noda darah kemudian dibawa ke Louvain di mana telah dipersiapkan sebuah wadah reliqui yang indah.

Bagian mukjizat Ekaristi yang disimpan di Louvain berwarna agak kecoklatan dan dapat dikenali dengan mudah sebagai daging. Reliqui disimpan dalam sebuah wadah reliqui yang dibuat pada tahun 1803. Dokumen-dokumen penting dan hasil penelitian terhadap reliqui disimpan dalam perpustakaan Gereja St. Jacques.

by: adrian, dari berbagai sumber