Senin, 02 Juni 2025

MELIHAT RELEVANSI LUKAS 5: 27 - 32 BAGI PARA IMAM DEWASA KINI

Ketika sedang dalam perjalanan, Tuhan Yesus melihat seorang pemungut cukai bernama Matius. Ia sedang duduk di kantornya. Tanpa basa-basi, Tuhan Yesus memanggilnya untuk mengikuti Dia. Dan Matius pun segera berdiri dan meninggalkan pekerjaannya, lalu mengikuti Yesus.

Menjelang malam, Matius mengundang Tuhan Yesus dan para rasul-Nya ke rumahnya. Dia mengadakan acara makan-makan. Turut hadir di sana rekan-rekan kerjanya, para pemungut cukai. Tuhan Yesus duduk makan bersama dengan mereka. Sambil menikmati sajian tuan rumah, Dia bersenda gurau dengan mereka. Suasana terasa santai dan ramai.

Kebetulan peristiwa tersebut disaksikan oleh orang-orang Farisi. Mereka kaget dan merasa jijik menyaksikan Tuhan Yesus bergaul dengan para pemungut cukai. Kepada para rasul, kaum Farisi ini berkomentar, “Mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai? Bukankah mereka itu orang berdosa?”

Tanpa diduga, komentar mereka itu didengar Tuhan Yesus. Maka Tuhan Yesus keluar menghampiri mereka dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Kisah di atas dapat dibaca dalam Injil Lukas 5: 27 – 32. Kisah ini sungguh sangat menarik untuk direnungkan, terlebih bagi para imam. Kenapa harus para imam? Sebagaimana diketahui, imam adalah alter Christi. Imam, karena rahmat tahbisannya, menjadi identik dengan Yesus. Karena itu, kisah ini menjadi lebih menarik untuk direnungkan bagi para imam. Karena dikhususkan buat para imam, maka fokus renungannya bukan pada kaum Farisi, melainkan Tuhan Yesus.

Klik di sini untuk baca selanjutnya….

Kamis, 29 Mei 2025

Menjawab Tuduhan Islam: Allah Berdoa Kepada Allah

 

 Tak henti-hentinya umat islam selalu melontarkan tuduhan atas ajaran iman kekristenan. Akarnya ada pada kebencian terhadap kekristenan yang sudah ditanam wahyu Allah dalam alquran. Orang kristen dilihat sebagai musuh yang berbahaya bagi terbongkarnya kebohongan islam yang selama ini ditutup-tutupi. Selain itu, alquran sudah melihat orang kristen berbahaya bagi keimanan islam, karena akan membawa umat islam kepada kemurtadan dan neraka. Karena itulah, mengikuti spirit yang sudah disuarakan alquran, islam terus menerus menyerang kekristenan dengan tuduhan-tuduhan agar kekristenan terlihat buruk dan salah. Jadi, dengan menyerang ajaran kristen umat islam secara tidak langsung sudah melaksanakan juga apa yang telah dilakukan allah swt terhadap ajaran itu. Tujuannya untuk menyesatkan orang kristen.

Selasa, 27 Mei 2025

Saatnya Menjadi Waras. Jangan Cuma Berani Mengkritisi Habib


 Mulai bulan Juni, media di Indonesia dihebohkan dengan fenomena para habib atau habaib. Beberapa fenomena yang terlihat adalah pembelokkan sejarah, pembohongan publik, pembodohan umat hingga dirasakan terjadinya perbudakan spiritual. Tak kurang Majalah TEMPO turun mengulas fenomena ini. Dari fenomena-fenomena ini, muncullah pemberontakan di kalangan islam. Menjadi pertanyaannya, kenapa para ustad, kiai dan tokoh-tokoh islam ini hanya berani mengkritisi para habaib yang bikin resah ini? Atas nama kewarasan, hendaknya jangan cuma habib atau habaibnya saja yang dikritisi.