Salah satu ciri khas Allah islam adalah sibuk menanggapi pernyataan-pernyataan orang yang belum jelas juga kebenarannya. Dalam surah Ali Imran ayat 24 dapatlah dikatakan bahwa saat itu Allah mendengar orang Yahudi mengeluarkan pernyataan, yang dirasakan membahayakan keimanan umat islam. Setelah itu, Allah mengomentari pernyataan orang Yahudi itu. Tampak jelas secara implisit bahwa pernyataan orang Yahudi itu merupakan pernyataan resmi ajaran agama, padahal agama Yahudi sendiri tidak pernah mengajarkan soal neraka. Gambaran Allah yang sibuk mengurusi pernyataan-pernyataan orang non muslim banyak ditemukan dalam Al-Qur’an. Dan pernyataan orang itu belum tentu juga merupakan ajaran resmi agamanya. Orang yang ditangapi itu tidak jelas kapasitasnya atau bahwa dapat dipastikan belum terjamin keahliannya. Kalau pun yang disampaikan itu merupakan ajaran resmi, namun dengan pemahaman yang kurang tepat sehingga Allah pun salah paham dalam menanggapinya.
Minggu, 22 Januari 2023
Jumat, 20 Januari 2023
INI BUKTI MUHAMMAD ITU GILA
Umat
islam percaya bahwa Muhammad itu adalah nabi. Dia adalah nabi penutup. Artinya,
setelah Muhammad tidak akan ada lagi nabi-nabi baru. Selain nabi, Muhammad juga
dipercaya sebagai insan kamil, manusia sempurna. Padanya ada suri teladan yang
agung. Karena itulah, sekalipun dalam islam ada nabi yang jauh lebih hebat dan
suci daripada Muhammad, tidak ada pengagungan yang sangat besar dari umat islam
kepada Muhammad. Artinya, Muhammad lebih disembah dan dimuliakan ketimbang
nabi-nabi yang lain. Penghinaan terhadap Muhammad akan dapat dengan mudah
menyulut kemarahan umat islam daripada nabi-nabi yang lain.
Apa
dasar keyakinan dan sikap umat islam ini? Jawabannya sederhana, yaitu
Al-Qur’an, yang diyakini sebagai wahyu Allah. Jadi, umat islam percaya kalau
Muhammad itu nabi penutup dan suri teladan sempurna karena begitulah yang
tertulis di dalam Al-Qur’an. Reaksi atas penghinaan terhadap Muhammad juga
tertulis di sana. Artinya, Allah sudah mengatakan demikian. Untuk nabi-nabi
yang lain tak tertulis, sehingga wajar jika umat islam tidak bereaksi terhadap
penghinaan terhadap para nabi itu.
Akan
tetapi, kenapa umat islam tak percaya jika dikatakan Muhammad itu sakit gila,
meski pernyataan kegilaan Muhammad ini ada dalam Al-Qur’an? Setidaknya ada 2
alasan untuk ini. Pertama, pernyataan itu bukan berasal dari Allah,
melainkan dari orang kafir. Jadi, yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah
perkataan Allah yang mengutip pernyataan orang kafir. Kedua, umat islam
sudah terlanjur percaya Muhammad itu manusia sempurna. Mana ada manusia
sempurna yang gila.
Meski pun demikian, satu hal yang perlu diketahui, khususnya oleh kaum muslim adalah bahwa pernyataan nabi Muhammad SAW itu gila bukan muncul saat kini, melainkan sudah ada sejak kemunculan Muhammad sebagai nabi. Ini terekam dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut ini kami tampilkan beberapa kutipan pernyataan tersebut:
Kamis, 19 Januari 2023
SIKAP UMAT KATOLIK TERHADAP KAUM NON KATOLIK
Minggu lalu kami menurunkan tulisan tentang bagaimana umat islam
bersikap terhadap kaum kafir. Kali ini kami mencoba menghadirkan sikap sebaliknya
dari umat Kristen Katolik terhadap kaum non katolik, ternasuk islam. Namun terlebih
dahulu diharapkan agar umat katolik sadar dan tahu bahwa dirinya disapa kafir
oleh umat islam. Bagaimana sikap Gereja Katolik terhadap orang non katolik.
Apakah orang katolik juga melihat dan menilai orang non katolik itu sebagai
orang kafir?
Orang Kristen itu Kafir
Pertanyaan dasarnya adalah kenapa orang muslim memandang orang Kristen
itu kafir, padahal keduanya sama-sama termasuk agama samawi? Sebenarnya, bukan
cuma orang Kristen saja yang dinilai kafir, tetapi juga semua orang yang bukan
islam. Akan tetapi, dalam tulisan ini, kami tidak akan menyinggung sikap agama-agama
lain itu, kecuali Kristen. Jadi, fokus perhatiannya adalah kenapa orang Kristen
disebut kafir oleh umat islam.
Orang Kristen disebut kafir karena Al-Quran sudah menyebutnya demikian.
Bagi umat muslim, Al-Quran adalah pedoman hidup. Al-Quran berisi sabda, wahyu
dan perintah Allah. Apalagi ada keyakinan bahwa Al-Quran merupakan kitab yang
langsung turun dari sorga. Jadi, kalau Al-Quran sudah mengatakan bahwa orang
Kristen adalah kafir, itu berarti Allah sendiri sudah menyatakannya. Dan karena
Allah sudah mengatakan demikian, maka umat wajib mengikutinya. Melawan perintah
Allah, berarti dosa.
Ada beberapa faktor kenapa orang Kristen disebut kafir. Pertama, kepercayaan
kepada Yesus (Isa Almasih) sebagai Tuhan. QS Al-Maidah: 72 mengatakan,
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah
Al Masih (Yesus) putra Maryam.” Bagi orang Kristen Yesus adalah Allah yang
menjadi manusia (inkarnasi); sabda yang menjadi daging (Yoh. 1: 14). Dalam diri
Yesus ada keallahan sekaligus kemanusiaan. Ini ibarat dua sisi dari uang logam.
Jika hanya satu sisi saja, uang logam itu tidak bernilai. Demikian pula iman
akan Yesus Kristus bagi orang Kristen. Namun, karena iman ini, orang Kristen
disebut kafir.
Kedua, kepercayaan akan Allah
Tritunggal. QS Al-Maidah: 73 berbunyi, “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang
mengatakan bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga.” Agama Kristen, sama
seperti islam dan Yahudi, adalah agama monoteisme, percaya pada satu Allah.
Orang Kristen mengakui bahwa ada tiga pribadi dalam satu Allah. Ini merupakan
misteri iman. Mengenai misteri ini, Jeremy Tailor (1613 – 1667) pernah berkata,
“Agama yang tanpa misteri adalah agama tanpa Allah.” Agama Kristen kaya akan
misteri iman, karena tak mungkin manusia dapat memahami segala-galanya dengan
menggunakan otak manusia yang terbatas. Namun, karena iman ini, orang Kristen
disebut kafir.
Apakah dasar pengkafiran itu hanya pada dua ayat dari surat Al-Maidah
ini? Tentulah tidak, karena jika hanya berpatokan pada dua ayat ini tentulah
orang Yahudi, Buddha, Hindu dan Konghu Chu tidak termasuk kafir. Orang Yahudi,
Buddha, Hindu dan Konghu Chu tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan mereka
tidak memiliki konsep Allah Trinitas. Akan tetapi, mereka semua termasuk
golongan orang kafir. Inilah yang menjadi faktor ketiga, tidak
mengakui kenabian Muhammad dan Al-Quran.
Kafir di sini bukan hanya sekedar sebutan untuk kelompok yang berbeda, melainkan bentuk penghinaan. Jadi, karena imannya akan Yesus sebagai Tuhan, dan akan Allah Tritunggal, orang Kristen dipandang hina oleh orang islam. Bahkan dalam QS At-Taubah: 30, orang-orang Kristen, karena imannya itu, adalah orang-orang terkutuk. Jadi, karena iman akan keallahan Yesus dan trinitas, orang Kristen bukan hanya dihina, tetapi juga dikutuk.
