Rabu, 11 Mei 2022

ANAK MUDA BISA TIRU TELADAN MARIA YANG INI

Seorang gadis remaja sibuk di dapur setelah pulang dari sumur. Ia sedang mempersiapkan makan malam ketika seorang malaikat Tuhan datang kepadanya. Kedatangan malaikat itu benar-benar membuat gadis itu ketakutan. Wajahnya pusat pasi. Ia berdiri kaku bagaikan patung. Namun malaikat itu memintanya untuk tidak takut.

Beberapa menit kemudian, gadis itu mulai bisa mengendalikan dirinya. Terlebih lagi ketika malaikat itu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kasih karunia di hadapan Allah. Gadis itu pun langsung mengambil posisi duduk untuk menenangkan dirinya.

Akan tetapi, tiba-tiba dia berdiri tegak di hadapan malaikat itu saat dinyatakan dirinya hamil. Wajahnya merah padam karena amarah. Dia benar-benar tersinggung. Dia merasa martabat dan harga dirinya direndahkan dengan pernyataan malaikat itu.

“Kau pikir aku ini gadis murahan? Mana mungkin aku bisa hamil, karena aku belum bersuami? Aku sama sekali belum pernah bersentuhan dengan tunanganku.” Demikian ujarnya.

Demikianlah sepenggal kisah saduran dari peristiwa Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, yang dapat kita baca dalam Lukas 1: 26 – 38. Nama gadis dalam kisah di atas tentulah semua orang sudah bisa menebaknya. Dialah Maria, yang mengandung Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan malaikat itu adalah Gabriel.

Selasa, 10 Mei 2022

HAMBATAN PENGUASAAN TUGAS PERKEMBANGAN MASA DEWASA DINI

Manusia adalah makhluk yang berkembang. Sejak kelahiran hingga kematiannya setiap manusia selalu mengalami perkembangan, baik itu fisik maupun non fisik. Akan tetapi selalu saja ada faktor yang menghambat perkembangan itu, yang bisa datang dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri. Dalam bukunya PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5), Elizabeth B. Hurlock menguraikan rintangan-rintangan yang menjadi penghambat penguasaan tugas perkembangan pada masa dewasa dini (hlm. 269).

Dasar yang Kurang Memadai

Makin banyak masalah yang belum terselesaikan berupa tugas perkembangan sebelumnya yang belum dikuasai yang dibawa seseorang saat memasuki masa dewasa, maka makin terasa lama dan sulit proses penyesuaian diri pada masa dewasa tersebut.

Hambatan Fisik

Kesehatan yang buruk atau hambatan fisik yang menghalangi seseorang mengerjakan apa yang dilakukan oleh orang lain pada usia yang sama dapat menggagalkan penguasaan tugas-tugas perkembangan untuk sebagian atau secara total.

Latihan yang Tidak Runtut

Apabila latihan yang diterima di sekolah atau di rumah tidak mempunyai kaitan atau bahkan tidak berkaitan sama sekali dengan pola hidup masa dewasa, maka orang bersangkutan tidak akan siap menghadapi tuntutan masa kedewasaan.

Perlindungan yang Berlebihan

Seseorang dewasa yang memperoleh perlindungan yang berlebihan pada masa kanak-kanaknya dan masa remajanya, biasanya mengalami banyak kesulitan dalam menyesuaikan diri pada kehidupan orang dewasa. Banyak orang tua yang tetap melindungi anaknya yang telah dewasa secara berlebihan sehingga dengan demikian proses penyesuaian akan semakin sulit.

Senin, 09 Mei 2022

BUNDA MARIA SEBAGAI TELADAN IMAN

Dalam Gereja Katolik, bulan Mei selalu dipersembahkan kepada Bunda Maria. Karena itu, bulan Mei dikenal juga sebagai Bulan Maria. Salah satu harapan Bapa-bapa Gereja, dengan penetapan bulan Mei sebagai Bulan Maria, adalah agar umat semakin mendekatkan diri pada Bunda Maria. Umat diajak menimba berbagai teladan hidup Bunda Maria. Salah satunya adalah teladan iman.

Secara sederhana iman dapat dipahami sebagai sikap berserah diri kepada kehendak Allah. Apapun yang terjadi, semuanya sesuai dengan kehendak Allah. Dan inilah yang terlihat dalam diri Bunda Maria.

Bila diperhatikan kehidupan Bunda Maria, kita dapat melihat sikap imannya itu. Dari awal perkenalan akan rencana keselamatan (warta gembira) hingga akhir (wafat Sang Putera), Bunda Maria menunjukkan sikap iman itu. Pada waktu menerima kabar sukacita dari Malaikat Gabriel, Bunda Maria sadar akan konsekuensi dari keputusannya. Akan tetapi semuanya diserahkan kepada Allah. “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu.”

Dalam tradisi Gereja, pernyataan Bunda Maria kepada Malaikat Gabriel kembali terulang ketika ia menerima jenasah Puteranya yang baru diturunkan dari salib. Dikatakan bahwa setelah menurunkan tubuh Yesus dari salib, Yusuf dari Arimatea meletakkan jenasah itu ke pangkuan Bunda Maria. Inilah yang melahirkan figur patung pieta. Setelah menerima jenasah puteranya, Bunda Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”