Umat islam sangat meyakini kitab sucinya adalah sempurna. Keyakinan ini tentulah bukan tanpa dasar. Dasarnya adalah Al-Qur'an itu wahyu Allah, dan Allah sendiri maha benar dan maha sempurna. Karena itu, apa yang dikatakan-Nya adalah benar dan sempurna. Kata "sempurna" mengandaikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan. Video berikut ini mencoba menampilkan beberapa permasalahan yang ada dalam Al-Qur'an sehingga orang bisa meragukan klaim islam tersebut. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini.
Minggu, 27 Maret 2022
Jumat, 25 Maret 2022
KAJIAN ISLAM ATAS SURAH YUNUS AYAT 68
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang itu. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui? (QS 10: 68)
Ada banyak paham tentang
Al-Qur’an ini, yang semuanya berasal dari perkataan Allah sendiri. Ada wahyu
yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah keterangan yang jelas (QS Ali Imran:
138) ada juga yang mengatakannya sebagai penjelasan yang sempurna (QS Ibrahim:
52). Terkait dua wahyu ini, tak sedikit ulama islam memaknai Al-Qur’an sebagai
kitab yang sudah terang benderang, sehingga tak perlu lagi penafsiran. Arti dan
makna wahyu Allah seperti apa yang tertulis. Allah sendiri sudah menegaskan
dalam wahyu-Nya bahwa Ia memudahkan Al-Qur’an. Kemudahan itu pertama-tama terlihat dari bahasa yang
digunakan, yaitu bahasa Arab (QS 19: 97 dan QS 44: 58). Umumnya para ulama
menafsirkan kemudahan itu dengan kesederhanaan bahasa yang tidak membutuhkan
banyak tafsir, yang bisa berdampak pada perbedaan pendapat.
Berangkat dari premis di atas, haruslah dikatakan bahwa kutipan wahyu di atas merupakan perkataan Allah. Dilihat dari surahnya, bisa dikatakan bahwa wahyu Allah tersebut turun di Mekkah. Satu hal yang menarik dari kutipan ayat Al-Qur’an di atas adalah pernyataan orang bahwa Allah mempunyai anak. Pernyataan ini menjadi fokus telaah tulisan ini.
Rabu, 23 Maret 2022
INILAH YANG PENGARUHI MINAT KEAGAMAAN PADA USIA DEWASA DINI
Manusia adalah makhluk religius. Salah satu wujud
religiositas manusia adalah agama. Karena itu, sebagai makhluk religius,
seseorang tentulah mempunyai agama. Kepemilikan agama ini berbeda-beda dari
satu orang ke orang lain. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Untuk usia
anak, agama itu lebih ditentukan oleh orangtua.
Sekalipun sudah mempunyai agama, bukan tidak
mustahil minat pada agama itu selalu kuat. Pada poin ini pun, minat terhadap
agama berbeda dari satu orang ke orang lain berdasarkan usia perkembangannya. Dalam
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5), Elizabeth B. Hurlock, menguraikan faktor-faktor
yang mempengaruhi minat keagamaan pada usia dewasa dini (hlm 258).
Seks
Wanita cenderung lebih berminat pada agama daripada pria dan juga lebih
banyak terlibat aktif dalam ibadat dan kegiatan-kegiatan kelompok agama.
Kelas Sosial
Golongan kelas menengah sebagai kelompok lebih tertarik agama dibandingkan
dengan golongan kelas yang lebih tinggi atau yang lebih rendah; orang lebih
banyak ambil bagian dalam kegiatan gereja, misalnya, dan banyak yang duduk
dalam kepengurusan organisasi keagamaan. Orang-orang dewasa yang ingin
terpandang dalam masyarakat lebih giat dalam organisasi-organisasi keagamaan
dibandingkan dengan orang-orang yang sudah puas dengan status mereka.
Lokasi Tempat Tinggal