Kamis, 16 Desember 2021

PESAN NATAL BERSAMA PGI DAN KWI TAHUN 2021

 CINTA KASIH KRISTUS YANG MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN

(bdk. 1Ptr 1: 22)

Saudara-saudari terkasih,

PGI dan KWI menyampaikan salam natal bagi kita semua.

Untuk kedua kalinya kita merayakan natal di tengah pandemi covid-19. Kita bersyukur berkat kerja keras pemerintah, keterlibatan berbagai lembaga swasta dan semangat persaudaraan yang merupakan sifat hidup bangsa kita, sekarang ini kita sudah berada dalam keadaan jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Tetapi memulihkan keadaan, mengatasi akibat-akibat dahsyat pandemi covid-19, yang menyangkut berbagai segi dan wilayah kehidupan masih membutuuhkan waktu dan usaha keras seluruh warga bangsa – pemerintah, lembaga-lembaga bisnis dan warga masyarakat. Untuk itu perlu semangat persaudaraan dalam arti yang seluas-luasnya.

Saudara-saudari terkasih,

Rabu, 15 Desember 2021

KONTRADIKSI CINTA

 

Tentulah orang akan merasa bingung dengan judul di atas. Dimana letak kontradiksi dari cinta? Umumnya orang mengkonfrontasikan cinta dengan benci. Akan tetapi, kontradiksi cinta tentulah bukan dengan benci. Kontradiksi itu ada di dalam cinta, bukan di luarnya. Selama ini orang tahu bahwa cinta itu menghidupkan. Benci-lah yang mematikan. Akan tetapi, perlu juga dipahami bahwa ternyata cinta itu bisa mematikan; dan yang dimatikan itu justru orang yang dicintai.

Kita berangkat dari kisah.

Romo Ruben jatuh sakit. Oleh dokter, ia divonis sakit jatung. Menurut dokter yang menanganinya, jantung Romo Ruben lemah. Hal ini disebabkan karena penyakit yang diderita sebelumnya. Karena itu, dokter menyarankan supaya dia istirahat total. Jangan melakukan aktivitas yang membuat kerja jantung berlebihan, karena dapat menyebabkan jantung kian melemah. Harus banyak istirahat. Semua ini dapat memulihkan fungsi jantungnya kembali normal.

Umat paroki yang pernah dilayani Romo Ruben tahu kalau pastornya sedang sakit, dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Mereka sangat mencintai romo ini, karena ketika masih di paroki romo ini terkenal sangat baik dan dekat dengan umat. Maka itu, informasi keberadaan Romo Ruben segera beredar dari mulut ke mulut.

Dari informasi itulah, akhirnya umat mulai berdatangan ke rumah sakit membezuk romo kesayangan umat. Berbagai kelompok dan rombongan silih berganti memasuki ruangan tempat Romo Ruben rawat inap. Hal ini membuat Romo Ruben tidak dapat istirahat. Romo Ruben tidak mau menolak kedatangan mereka; apalagi mereka semua dari jauh. Romo Ruben dengan setia melayani mereka, mengobrol bersama dan mengorbankan waktu istirahat.

Selasa, 14 Desember 2021

INI PENYEBAB HILANGNYA IMAN

 

Dalam wawancara batin dengan Don Stefano Gobbi, Bunda Maria mengungkapkan beberapa alasan kenapa iman menjadi hilang. Hal ini bisa menjadi bahan permenungan kita, melihat sejauh mana iman kita akan Kristus Yesus.

Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan hilangnya iman. Pertama, merajalelanya kesesatan yang disebarluaskan dan seringkali diajarkan oleh professor teologi di seminari-seminari dan sekolah-sekolah katolik, dan dengan demikian memperoleh pembenaran dan pengesahan. Kedua, pemberontakan terang-terangan melawan Magisterium autentik Gereja, khususnya melawan Paus yang memperoleh dari Kristus tugas untuk menjaga seluruh Gereja dalam kebenaran iman katolik. Ketiga, contoh buruk yang diberikan oleh gembala-gembala yang telah membiarkan diri mereka dikuasai sepenuhnya oleh roh dunia dan yang lebih menjadi penyebar ideologi politik dan sosiologi, daripada pewarta Kristus dan Injil-Nya, dan dengan demikain melupakan amanat yang diterima dari Yesus, “Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk 16: 15).

Menurut Bunda Maria, akibat hilangnya iman ini membuat kemurtadan banyak terjadi. Memang pernyataan Bunda Maria ini disampaikan pada 13 Maret 1990, namun bukan tidak mustahil relevansinya masih berlaku hingga kini. Tugas kitalah untuk menjawabnya.