Jumat, 04 Desember 2020
INI YANG HARUS KAMU KETAHUI SEBELUM MEMELUK ISLAM
Kamis, 03 Desember 2020
INSPIRASI DARI SMK FATAMORGANA
Pak Emanius adalah kepala sekolah SMK Fatamorgana. Sudah satu dekade ia memimpin sekolah itu. Ia mempunyai seorang asisten, namanya Atikus. Banyak orang bingung dengan peran sdr. Atikus ini. Dikatakan bendahara sekolah juga bukan, karena sekolah sudah punya dua orang bendahara. Tapi dia suka menyibukkan diri dengan urusan uang. Dikatakan sekretaris sekolah juga bukan, karena sekolah sudah punya sekretarisnya. Tapi, kalau mau tanya soal arsip-arsip sekolah atau hal-hal berkaitan dengan administrasi sekolah, orang selalu bertanya kepada dia. Sekalipun tidak jelas tugas dan perannya, setiap bulan ia menerima gaji.
Sdr. Atikus benar-benar memiliki kuasa
yang besar, bahkan lebih besar dari wakil kepala sekolah. Dia bisa saja
mengatur guru-guru. Bahkan wakil kepala sekolah pun diaturnya. Dia benar-benar
tangan kanan kepala sekolah. Karena itu, kemana saja kepala sekolah pergi, dia
pasti ikut. Entah sudah berapa kali dia ikut mendampingi kepala sekolah pergi
ke luar kota, malah ke luar negeri juga. Sekalipun kepergian itu sama sekali
tidak ada kaitan dengan tugasnya. Yah itu tadi, tugasnya
memang tidak jelas. Tapi dia digaji.
Selama satu dekade memimpin sekolah itu,
wakil kepala sekolah sudah berganti sebanyak empat kali. Jabatan wakil kepala
sekolah keempat diduduki oleh Ibu Julia, yang terkenal sebagai orang yang
disiplin dan sangat cerewet. Namun kalah juga di hadapan sdr. Atikus, karena
dengan mudah dan seenaknya ia mengatur wakil kepala sekolah. Sdr. Atikus selalu
berkelit bahwa ini mandat kepala sekolah. Tentulah tak ada yang berani melawan
pimpinan.
Ibu Julia adalah tipe orang yang agak perfeksionis. Ia selalu ingin memperbaiki ketidak-beresan. Orang yang ingin memperbaiki ketidak-beresan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan ketidak-beresan. Jika sudah mendapatkan ketidak-beresan, maka tugas selanjutnya adalah membuatnya menjadi beres. Inilah prinsip Ibu Julia. Setiap ada masalah, selalu ia menanganinya: mencari solusi dan menyelesaikannya. Dia tidak mau membiarkan waktu yang menyelesaikan masalah.
Selasa, 01 Desember 2020
MUHAMMAD DAN SINDROM NAPOLEON
Menurut ilmu psikologi, sindrom Napoleon digambarkan sebagai orang yang menderita kecenderungan ‘kompleksitas rasa rendah diri’ yang kuat dan sangat rentan untuk mengompensasi berlebihan badan mereka yang pendek dengan perilaku yang sombong dan tidak bertanggung-jawab, untuk mendapatkan hormat dan penerimaan dari ‘kawan-kawan mereka yang besar’. Orang dengan kompleks ini mempunyai karakter sosial yang terlalu agresif dan mendominasi. Sebelum menjelaskan kerumitan dari gangguan ini, pertama-tama perlu diketahui berapa sesungguhnya tinggi tubuh Muhammad. Memang umat islam selalu menggambarkan Muhammad dengan perawakan sempurna: tinggi, tegap, atletis dan macho. Namun beberapa sumber islam menyebut Muhammad sebenarnya termasuk cebol, dan juga gendut.
Telah menceritakan kepada kami muslim bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Abdussalam bin Abu Hazim Abu Thalut ia berkata; Aku melihat Abu Barzah masuk menemui Ubaidullah bin Ziyad, lalu ada seseorang dalam sebuah rombongan bernama muslim bercerita kepadaku. Ketika Ubaidullah melihatnya, ia berkata, "Sesungguhnya salah satu dari kelompok Muhammad adalah orang yang gemuk dan pendek." (Abu Dawud 4124, cetak tebal dari kami sebagai penekanan).
Dari kutipan hadis tersebut, perkataan Ubaidullah menjelaskan bahwa postur Muhammad adalah gemuk dan pendek. Akan tetapi, ada juga terjemahan lain yang berdampak pada beda tafsiran: "Sesungguhnya salah satu dari kelompok Muhammad ada orang yang gemuk dan pendek." Pada kalimat ini, postur tubuh gemuk dan pendek ada dalam kelompok Muhammad, entah siapa itu. Terjemahan mana yang benar, tak ada ada yang tahu persis.
Namun untuk mendukung pernyataan pertama, kisah “testing roh” dapat memberi gambaran soal postur Muhammad. Dikisahkan suatu hari Khadijah, istri Muhammad, ingin mengetes apakah kerasukan Muhammad disebabkan oleh iblis atau roh ilahi. Khadijah mau meyakinkan Muhammad bahwa dia ‘waras’.


