Jumat, 14 Juni 2019

OGF IMAM REGIO SUMATERA

Pada bulan Maret 2019 lalu, para imam diosesan se-Sumatera usia tahbisan di atas 10 tahun hingga di bawah 21 tahun berkumpul di Pangkalpinang. Mereka mengatakan kegiatan itu dikenal dengan nama On Going Formation.
Pada acaran tersebut para imam dicerahkan dengan seruan apostolik Paus Fransiskus Gaudete et Exsultate (GE). Surat apostolik itu dibahas oleh beberapa ahli, yang mengulasnya dari berbagai sudut pandang. Semuanya berguna bagi bekal para imam dalam pelayanan pastoralnya nanti.
Berikut ini materi-materi yang disajikan dalam pertemuan tersebut.
GE dan Pribadi Imam oleh Rm. Sunardi SCJ
Teologi Pastoral dalam Terang GE oleh Rm. Gito Wiratmo, Pr
Gaudete et Exsultate oleh Mgr Adrianus Sunarko, OFM
KBG sebagai Wujud Sederhana GE oleh Bpk. Alfons Liwun
Untuk membaca naskah-naskah tersebut, silahkan langsung klik di judul-judul materi. Selamat membaca!!!

SEKOLAH BUKAN HANYA UNTUK MENDAPATKAN IJASAH


Ada pepatah Latin yang cukup terkenal berkaitan dengan dunia pendidikan. Bunyinya: non schole sed vitae discimus, yang artinya “Kita belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk hidup.” Pepatah ini hendak menyatakan bahwa pendidikan atau pelajaran yang didapat di bangku sekolah bukan hanya sekedar untuk mendapatkan nilai atau ijasah, melainkan agar pelajaran yang telah didapat bisa diterapkan dalam kehidupan.
Masalah inilah yang diangkat blog budak-bangka empat tahun lalu, persisnya pada 14 Juni 2015, lewat judul tulisan “Masalah Pendidikan Tidak Hanya Ijasah”. Memperhatikan tulisan tersebut terlihat jelas kalau tulisan itu mau menjawab persoalan yang sedang terjadi pada saat itu, yaitu masalah ijasah palsu. Fenomena ijasah palsu menunjukkan adanya indikasi para siswa dan juga mahasiswa hanya mengejar ijasah. Mereka tidak mempedulikan soal proses dan juga ilmu yang didapat.
Akan tetapi, dalam tulisan 4 tahun lalu itu, penulis tidak hanya sebatas mempersoalkan masalah ijasah palsu, tetapi juga mengungkap masalah lain. Setidaknya ada dua masalah yang muncul berkaitan dengan fenomena ijasah palsu itu. Apa saja persoalan itu? Langsung saja temukan jawabannya di sini. Selamat membaca!!!

Rabu, 12 Juni 2019

MEMBACA BUKU “SANG PUTERA DAN SANG BULAN”

Pertama kali membaca judul buku ini, tentulah sebagian besar orang akan diliputi kebingungan. Orang akan bertanya-tanya berbicara tentang apa buku ini. Akan tetapi, setelah membaca daftar isinya, orang langsung mendapat sedikit pemahaman bahwa buku ini mau membicarakan tentang agama Kristen dan Islam. Frase “Sang Putera” merujuk pada agama Kristen, sedangkan “Sang Bulan” merujuk kepada agama Islam.
Setelah membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan wawasan pengetahuan tambahan tentang kedua agama ini. Buku ini bisa menjadi dialog perbandingan agama. Karena itu, buku ini sangat bagus untuk dibaca bagi umat kedua agama, karena darinya akan didapat titik temu untuk menjalin komunikasi dan toleransi.
Buku Sang Putera dan Sang Bulan ini dibagi ke dalam 16 bab, ditambah dengan 3 pasal tak berkesudahan, yaitu The Davinci Code, The Gospel of Judas dan The Jesus Tomb. Pada bab pertama penulis memaparkan kesamaan beberapa tema yang terdapat dalam Alquran dan Alkitab. Ini semacam pintu masuk komunikasi kedua agama ini. Dari bab 2 hingga bab 9 penulis lebih banyak mengulas soal kekristenan, dari kitab sucinya hingga ajaran teologinya. Sedangkan pada bab 10 penulis menampilkan ulasan ilmu pengetahuan terkait dengan konsep-konsep agama. Ini bukan hanya diterapkan kepada agama Kristen saja, tetapi juga agama Islam. Dari bab 11 hingga bab 15 penulis mengulas lebih banyak soal agama Islam. Penulis mengawali dengan kekagumannya pada Islam. Pada bab 16 penulis menampilkan konflik kedua agama ini.
Berhubung buku ini ditulis dengan bahasa asing, maka wajar dalam terjemahannya terkadang menemukan kesulitan. Hal inilah yang menggangu pembaca dalam menikmati bacaannya ini. Namun semua itu sama sekali tidak mengurangi nilai dan tujuan buku ini. Buku ini tetap menampilkan wawasan dari perspektif baru tentang Islam dan Kristen.
Buku setebal 190 halaman, yang dilengkapi data-data historis, tidak diketahui siapa penulisnya. Untuk dapat membaca (atau juga men-download) buku ini, silahkan klik di sini. Selamat membaca!
by: adrian