Rabu, 25 Mei 2016

Orang Kudus 25 Mei: St. Maria Magdalena de Pazzi

SANTA MARIA MAGDALENA DE PAZZI, PENGAKU IMAN
Orang kudus ini terlahir dengan nama Katarina de Pazzi. Katarina lahir pada 2 April 1566 di Florence, Italia. Ia adalah puteri dari Camillus di Geri de Pazzi dan Magdalena Maria Boundelmonti. Ia dibaptis sehari setelah kelahirannya, yaitu pada 3 April.
Katarina memperoleh pendidikan di biara St. Giovannino dei Cavalieri. Di sini ia menerima komuni pertamanya pada 25 Maret 1576. Pada 19 April di tahun yang sama, Katarina mengikrarkan kaul kemurnian atas keinginannya sendiri. Katerina sempat kembali ke rumahnya, dan orangtuanya sangat ingin supaya ia menikah. Namun Katarina memilih untuk menjadi biarawati Karmelit, dengan alasan sederhana, yaitu karena di sana ia dapat menerima komuni setiap hari.
Pada 1 Desember 1582 Katarina diterima menjadi biarawati Karmelit di Biara St. Maria Ratu para Malaikat. Ia menerima jubah dan nama baru, yakni Maria Magdalena. Ketika menjalani masa novisiat, Maria sering mengalami ekstasi dan penglihatan. Maria mencatat apa yang ia alami dan lihat dalam beberapa buku. Maria juga mengalami penglihatan akan api pencucian. Ia juga menerima pesan yang kemudian ia sampaikan kepada para pejabat Gereja untuk melakukan reformasi.
Dalam hidupnya, Maria mengalami cobaan penderitaan besar seperti ditinggalkan oleh Tuhan. Akan tetapi Maria mampu menghadapinya. Maria Magdalena de Pazzi meninggal dunia pada 25 Mei 1607 di Florence, Italia. Pada 8 Mei 1626 ia dibeatifikasi oleh Paus Urbanus VIII, dan pada 28 April 1669 ia dikanonisasi oleh Paus Klemen IX.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 25 Mei: St. Beda

SANTO BEDA, PENGAKU IMAN & PUJANGGA GEREJA
Beda lahir pada sekitar tahun 672 – 673 di Wearmouth, Inggris. Sejak berusia 7 tahun Beda sudah dikirim untuk belajar di Biara St. Petrus dan Paulus di Wearmouth-Jarrow. Di sana ia belajar dari abbas St. Benediktus Biscop dan penerusnya, Ceolfrid.
Pada usia 19 tahun Beda menjadi seorang diakon. Ia menerima tahbisan imam pada usia 30 tahun. Yang menahbiskannya adalah Yohanes dari Beverley. Beberapa karya besar yang dibuatnya di antaranya adalah komentar-komentar terhadap Kitab Suci, dan Historia Ecclesiastica, Historia Ecclesiastica, yang menggambarkan sejarah Inggris dan Gereja di Inggris pada masa itu. tulisannya banyak dibaca di gereja-gereja di Inggris.
Selain menulis, Beda juga mengajar. Kebijaksanaannya membuatnya disebut sebagai Venerabilis, karena pada saat itu ia masih hidup. Beda diyakini sering melakukan kunjungan kepada teman-temannya, dan diketahui juga Beda pernah berkunjung ke Lindisfarme dan York.
Beda Venerabillis meninggal dunia pada 25 Mei 735 di Jarrow, Northrumbia, Inggris. Pada 13 November 1899 ia dikanonisasi dan dinyatakan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Leo XIII.
Baca juga orang kudus hari ini:

Senin, 23 Mei 2016

Orang Kudus 23 Mei: St. Yohana Antida Thouret

SANTA YOHANA ANTIDA THOURET, PENGAKU IMAN
Yohana Antida Thouret lahir pada 27 November 1765 di Sancy, Besancon, Perancis. Ia adalah puteri sebuah keluarga miskin. Ketika Yohana berusia 14 tahun, ibunya meninggal dunia. Yohana terpaksa menggantikan peran ibunya untuk menjaga dan merawat adik-adiknya.
Pada tahun 1787 Yohana bergabung dengan Kongregasi Puteri Kasih St. Vinsensius a Paulo di Paris. Selama 5 tahun Yohana bertugas merawat orang sakit di berbagai rumah sakit. Ketika pecah Revolusi Perancis, Yohana dipaksa untuk kembali ke rumahnya, tetapi Yohana menolak sehingga ia dipukul. Dibutuhkan waktu beberapa bulan sampai ia kembali pulih dari luka-lukanya, dan ia kembali ke Sancy.
Di kota asalnya Yohana mengajar anak-anak dan juga merawat orang-orang sakit serta yang miskin akibat Revolusi Perancis. Yohana memutuskan untuk meninggalkan Perancis menuju Swiss pada tahun 1790, karena keadaan Perancis yang berbahaya. Di sana ia berkumpul bersama kaum religius yang melarikan diri dan diasingkan dari Perancis.
Gelombang anti-katolik yang melebar memaksa Yohana untuk pergi ke Jerman. Namun Yohana kemudian memutuskan untuk kembali. Ia berjalan kaki sampai tiba di Landaron, Swiss, dimana ia bertemu dengan Vikaris Jenderal tarekatnya di Besancon. Yohana diminta untuk kembali ke Perancis bersama dengan seorang gadis dan melatih gadis itu.
Tahun 1799 Yohana tiba kembali di Perancis. Ia mendirikan sekolah, klinik dan dapur bagi orang-orang miskin. Yohana kemudian mendirikan Kongregasi Biarawati Cinta Kasih. Pada tahun 1810 Yohana dipanggil ke Naples, dan memulai karyanya di sana. Pada tahun 1819 kongregasinya diakui oleh Paus.
Yohana Antida Thouret meninggal dunia pada 24 Agustus 1828 di Naples, Italia. Pada 23 Mei 1926 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI, dan pada 14 Januari 1934 ia dikanonisasi oleh Paus yang sama.
Baca juga orang kudus hari ini: