Selasa, 10 Mei 2016

Bahaya Duduk Terlalu Lama

TERLALU BANYAK DUDUK PERPENDEK UMUR
Bila Anda ingin berumur panjang dan juga sehat, awalilah dengan membatasi waktu duduk diam setiap harinya. Terlalu banyak duduk terbukti membuat umur seseorang lebih pendek.
Tim peneliti dari Brasil menganalisa data dari 54 negara dan menemukan kaitan kuat antara duduk lebih dari 3 jam setiap hari dengan resiko kematian dari berbagai sebab.
Mengurangi waktu duduk menjadi kurang dari 3 jam setiap hari diketahui dapat meningkatkan usia harapan hidup lebih dari dua bulan.
Hasil penelitian ini menambah panjang bukti efek serius dari terlalu banyak duduk. Bukan hanya menjadi musuh jantung, tetapi juga memperpendek umur. Ini karena olahraga teratur tidak cukup untuk membalikkan efek merusak dari kebanyakan duduk.
Walau sudah banyak bukti dari bahaya terlalu banyak duduk, tetapi tak gampang meminta masyarakat modern mengubah kebiasaaannya.
Saat ini sebagian besar pekerjaan mengharuskan seseorang lebih banyak berada di belakang meja, selain itu perjalanan yang panjang di kendaraan, dan kurangnya sarana olahraga di sekitar rumah, menjadi salah satu pemicunya.
Sumber: Kompas Health
Baca juga tulisan lainnya:

Senin, 09 Mei 2016

Orang Kudus 9 Mei: St. Maria Katarina

BEATA MARIA KATARINA, PENGAKU IMAN
Katarina de Longpre lahir pada 3 Mei 1632 di Saint Sauveur le Vicomte, Perancis. Katarina memperoleh pendidikan yang sangat baik. Melalui saran dari St. Yohanes Eudes, Katarina bergabung dengan Kongregasi Biarawati Agustinian Hospitaller Kerahiman dari Yesus pada tahun 1644. Katarina kemudian mengganti namanya menjadi Maria Katarina, ketika memasuki masa novisiat.
Katarina mengajukan diri untuk bermisi ke Quebec, Kanada. Hal ini mendapat tentangan dari keluarganya. Akan tetapi Katarina tetap pergi, dan tiba di Quebec pada tahun 1648. Setelah itu, keluarganya mulai dapat menerima keputusan Katarina. Di Quebec Katarina merawat orang-orang miskin, menderita, sakit dan kelaparan. Masa-masa kekeringan rohani sempat juga ia alami, tetapi ia berhasil melewatinya.
Maria Katarina meninggal dunia pada 8 Mei 1668 di Quebec, Kanada. Pada 23 April 1989 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 9 Mei: St. Gregorius Preca

SANTO GREGORIUS PRECA, PENGAKU IMAN
Gregorius Preca lahir pada 12 Februari 1880 di Valletta, Malta. Ia adalah putera dari Vicenzo Preca, seorang pedagang dan juga petugas kesehatan, dan Natalia Ceravolo. Gregorius dibaptis pada 18 Februari 1880. Pada tahun 1888 keluarganya pindah ke Flamrun.
Gregorius memperoleh pendidikan di Lyceum dan melanjutkan pendidikannya di Seminari Tinggi di Malta. Dalam masa formasi, Gregorius hampir meninggal dunia karena menderita penyakit yang parah. Terinspirasi dari bapa pengakuannya, Gregorius mulai merencanakan untuk membentuk sebuah komunitas Diakon Permanen. Ia mulai menulis aturan-aturan dalam bahasa Latin.
Pada saat yang hampir sama, Gregorius bertemu dengan sekelompok orang muda di Flamrun, dan mengundang mereka untuk melakukan pertemuan rohani. Pada 22 Desember 1906 Gregorius ditahbiskan oleh Uskup Pietro Pace. Gregorius melanjutkan pembinaan terhadap kelompok orang muda, yang kemudian dikenal dengan nama Sicietas Doctrinae Christianae. Kelompok ini dipimpin oleh Eugenio Borg, dan pada tahun 1910 kelompok perempuan terbentuk yang dipimpin oleh Giannina Cutajar. Kelompok ini memiliki motto yang berasal dari sebuah ejekan: MUSEUM (Magister Utinam Sequatur Evangelium Universus Mundus).
Masa-masa buruk dialami kelompok Gregorius pada tahun 1909, ketika ia diminta menutup kelompoknya. Akan tetapi Gregorius mendapat dukungan dari pastor paroki dan Vikaris Jenderal. Pada tahun 1916 Uskup Mauro Caruana melakukan penyelidikan, dan pada akhirnya memberikan pengakuan pada 12 April 1932.
Pada tahun 1910 Gregorius mengalami penglihatan akan Kanak-kanak Yesus yang ia jumpai dalam suatu pagi. Pada 21 Juli 1918 Gregorius bergabung dengan Ordo Ketiga Karmel, dan pada tahun 1919 ia mengambil nama Franco. Gregorius sangat berdevosi kepada peristiwa inkarnasi. Ia dianugerahi gelar monsignor oleh Paus Pius XII pada 2 Oktober 1952.
Pada tahun 1957 Gregorius menyusun 5 Peristiwa Cahaya yang kemudian diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II. Selama hidupnya Gregorius banyak menulis buku mengenai dogma, moral dan spiritualitas. Gregorius Preca meninggal dunia pada 26 Juli 1962 di Santa Venera, Malta. Pada 9 Mei 2001 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II, dan pada 3 Juni 2007 ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.
Baca juga orang kudus hari ini: