Kamis, 14 Mei 2015

Orang Kudus 14 Mei: St Maria Dominika Mazzarello

SANTA MARIA DOMINIKA MAZZARELLO, PENGAKU IMAN
Informasi mengenai orang kudus ini masih sangat terbatas. Maria Dominika Mazzarello memiliki penghormatan kepada Santa Perawan Maria. Salah satu teladan hidup Dominika adalah memberi devosi khusus kepada Bunda Maria. Dengan mengikuti teladan Bunda Maria, ia menjadi seorang ibu yang saleh. Ia mendidik anak-anaknya secara praktis melalui contoh hidup sehari-hari. Tertarik oleh karya dan ajakan Santo Yohanes Don Bosco, wanita petani ini ikut mendirikan dan memimpin sebuah kongregasi suster yang baru.

sumber Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus 14 Mei:

Renungan HR Kenaikan Tuhan Yesus, Thn B

Renungan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus, Thn B/I
Bac I  Kis 1: 1 – 11; Bac II                  Ef 1: 17 – 23;
Injil    Mrk16: 15 – 20;
Hari ini Gereja universal merayakan peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Pasca kebangkitan-Nya dari mati, Tuhan Yesus masih beberapa lama tinggal bersama murid-Nya untuk meyakinkan mereka akan kebangkitan-Nya serta menjelaskan makna Kitab Suci. Setelah sekian lama hidup bersama dengan mereka, akhirnya Tuhan Yesus harus berpisah. Bacaan pertama dan Injil sedikit menyinggung peristiwa tersebut.
Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kisah Para Rasul, penulis menceritakan bahwa sebelum berangkat, Tuhan Yesus menyampaikan beberapa hal kepada para murid-Nya. Beberapa hal tersebut lebih jelas tertulis dalam Injil. Intinya adalah para murid diminta untuk meneruskan karya perutusan-Nya dengan mewartakan Injil. Namun sebelum mereka melaksanakan tugas perutusan itu, Tuhan Yesus menjanjikan juga Roh Kudus. Oleh karena itu, Tuhan Yesus meminta mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem sebelum Roh Kudus diturunkan.
Dalam bacaan kedua, yang diambil dari Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus, Paulus seakan merefleksikan peran Roh Kudus. Sebagaimana para murid semakin yakin akan kebenaran Injil setelah menerima Roh Kudus sehingga mereka pergi mewartakannya, demikianlah yang dilihat Paulus. Karena itu, Paulus mengajak jemaat untuk memohon terang Roh Kudus, yaitu Roh Hikmat, supaya mereka bisa mengenal Allah dengan benar (ay. 17).
Sabda Tuhan hari ini mau mengajak kita untuk bergembira merayakan hari raya kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Melalui sabda-Nya Tuhan menyadarkan kita bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita sendirian ketika Dia pergi meninggalkan kita. Tuhan tetap mendampingi kita. Karena itu, kita tak perlu merasa khawatir dan takut dalam menjalankan tugas perutusan. Tugas perutusan yang Tuhan Yesus berikan kepada para murid ketika Dia naik, secara tidak langsung menjadi tugas perutusan kita juga. Karenanya, perayaan ini menyadarkan kita bahwa kita diutus untuk mewartakan Injil.

by: adrian

Rabu, 13 Mei 2015

Penghambat Perkembangan Masa Dewasa Dini

RINTANGAN YANG MENGHAMBAT PENGUASAAN TUGAS PERKEMBANGAN MASA DEWASA DINI
Dasar yang Kurang Memadai
Makin banyak masalah yang belum terselesaikan berupa tugas perkembangan sebelumnya yang belum dikuasai yang dibawa seseorang saat memasuki masa dewasa, maka makin terasa lama dan sulit proses penyesuaian diri pada masa dewasa tersebut.

Hambatan Fisik
Kesehatan yang buruk atau hambatan fisik yang menghalangi seseorang mengerjakan apa yang dilakukan oleh orang lain pada usia yang sama dapat menggagalkan penguasaan tugas-tugas perkembangan untuk sebagian atau secara total.

Latihan yang Tidak Runtut
Apabila latihan yang diterima di sekolah atau di rumah tidak mempunyai kaitan atau bahkan tidak berkaitan sama sekali dengan pola hidup masa dewasa, maka orang bersangkutan tidak akan siap menghadapi tuntutan masa kedewasaan.

Perlindungan yang Berlebihan
Seseorang dewasa yang memperoleh perlindungan yang berlebihan pada masa kanak-kanaknya dan masa remajanya, biasanya mengalami banyak kesulitan dalam menyesuaikan diri pada kehidupan orang dewasa. Banyak orang tua yang tetap melindungi anaknya yang telah dewasa secara berlebihan sehingga dengan demikian proses penyesuaian akan semakin sulit.

Pengaruh Kelompok Teman Sebaya yang Berkepanjangan
Makin lama orang dewasa muda melanjutkan studi di perguruan tinggi atau akademi, maka makin panjang periode pengaruh teman sebaya dan makin lama mereka berperilaku sesuai dengan standar teman kelompok sebaya itu. Oleh sebab mereka menjadi terbiasa bersikap sebagai remaja, belajar berperilaku sebagai orang dewasa adalah lebih sulit daripada biasanya.

Aspirasi yang Tidak Realistik
Orang dewasa yang sangat berhasil dalam studi, sosialisasi dan olahraga di sekolah, sangat besar kemungkinan mengembangkan konsep yang tidak realistik tentang kemampuan mereka. Sebagai akibatnya mereka berharap mencapai sukses yang sama dalam dunia orang dewasa. Aspirasi orang tua selama masa remaja sering memperbesar masalah dalam penyesuaian diri pada masa dewasa.

sumber: Elizabeth B. Hurlock, PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5). Jakarta: Erlangga, 1980, hlm. 269

Baca juga tulisan lainnya: