Kamis, 12 Juni 2025
KENAPA DALAM SATU HAL INI UMAT ISLAM BISA BERSATU
Senin, 09 Juni 2025
AKANKAH TUHAN MENDENGARKAN DOA ORANG BERDOSA
Di hadapan para muridnya, sang
Guru Agung duduk bersila. Tak lama kemudian ia bercerita. “Ada seorang
perempuan. Sore, setelah selesai mandi, perempuan itu khusyuk berdoa: ‘Tuhan,
berilah malam ini pria hidung belang yang banyak dan royal. Ibu sedang sakit.
Aku butuh duit untuk biaya berobat. Kabulkanlah doa hamba-Mu yang hina ini.
Amin!’
Setelah berdoa, ia segera
mengenakan pakaian “dinas”-nya, merias wajahnya dengan make up supaya
kelihatan menarik. Sesudah semuanya beres, ia ke luar rumah dan berjalan menuju
tempat biasanya ia mangkal bersama wanita-wanita seprofesi.
Sungguh di luar dugaan, dia
mendapatkan pengguna jasanya cukup banyak. Kalau biasanya dia hanya melayani
maksimal 2 orang sepanjang malam, kali itu ia mendapat 5 orang. Semuanya royal
dan murah hati. Perempuan itu mendapatkan uang yang banyak.”
Cerita berhenti sampai di situ.
Suasana hening. Para murid serius mendengarkan cerita sang Guru Agung. Dan
mereka masih menunggu kelanjutannya.
Tak lama kemudian sang Guru
Agung angkat bicara. Ia bertanya, “Menurut kalian, apakah doa perempuan itu
dikabulkan Tuhan atau kebetulan saja?”
Sabtu, 07 Juni 2025
SALAH PAHAM SOAL MATIUS 6: 3
Gereja
adalah bagian dari dunia. Karena itu prinsip-prinsip keduniaan, meski tidak
semuanya, dapat diadopsi oleh Gereja. Salah satunya adalah soal transparansi
laporan keuangan. Sudah saatnya pengelolaan harta benda Gereja, termasuk
keuangan, dilakukan secara transparan agar umat mengetahuinya.
Ada
beberapa alasan kenapa Gereja, dalam hal ini paroki, harus transparan dalam
pengelolaan keuangan. Pertama, sumber keuangan paroki adalah dari
umat (kolekte, intensi, stipendium, donasi, dll). Oleh karena itu, adalah hak
umat untuk mengetahui pengelolaan keuangan paroki: berapa yang masuk, bagaimana
dikelola, bagaimana pemakaiannya, berapa keluar, berapa hasil akhirnya, dll.
Dapatlah dikatakan bahwa transparansi merupakan bentuk akuntabilitas.
Kedua, dengan
adanya transparansi keuangan berarti umat dilibatkan; umat menjadi
berpartisipasi aktif. Di sini umat akan merasa memiliki Gereja (cinta akan
parokinya), melalui kontrolnya atas laporan keuangan yang dibuat secara
transparan.