Rabu, 05 Maret 2025
Melihat Pembenaran Keagungan Muhammad
Cukup menarik mengikuti ceramah ustad Menachem Ali. Patut diakui dia orangnya pandai beretorika. Omongannya, tanpa disikapi dengan kritis, akan diterima sebagai sebuah kebenaran. Dan itulah yang terjadi. Pastilah para pendengarnya percaya sepenuh hati dengan isi ceramahnya. Akan tetapi, jika dikritisi, tentulah akan ditemukan fakta sebaliknya. Seperti ceramah beliau tentang keagungan muhammad. Dapat dikatakan ceramah itu tak lebih dari upayanya untuk membenarkan keagungan muhammad.
Selasa, 04 Maret 2025
RENUNGAN HARI SELASA BIASA VIII, THN I
Renungan
Hari Selasa Biasa VIII – Thn I
Bac I Sir 35: 1 – 12; Injil Mrk 10: 28 – 31
Dalam Injil hari ini Tuhan
Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Setiap orang yang karena Aku dan karena
Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya
atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini
juga akan menerima kembali seratus kali lipat: ……” (ay 29 – 30). Di sini Tuhan
Yesus mau meneguhkan para murid-Nya untuk tidak ragu mengikuti Dia dan
mewartakan Injil. Siapa yang percaya dan setia, pasti akan menerima kelimpahan
berkat dan pasti memperoleh hidup kekal. Tuhan tidak akan ingkar janji. Dia
akan membalas.
Apa yang diwartakan Injil,
yaitu bahwa Tuhan akan membalas, tampak juga dalam warta bacaan pertama yang
diambil dari Kitab Putra Sirakh. Dalam kitabnya penulis menulis, “Dia itu Tuhan
pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat.” Kalau dalam Injil seratus
lipat, Kitab Putra Sirakh tujuh lipat. Soal angka memang beda, namun intinya
sama, yaitu kepenuhan. Segala kebaikan yang dilakukan akan dibalas Tuhan dengan
kelimpahan berkat. Karena itu sama seperti dalam Injil, dalam Kitab Putra
Sirakh juga penulis mau meneguhkan para pembacanya untuk tidak ragu memenuhi
hukum Taurat (ay 1), berbuat baik (ay 2), menjauhi kejahatan dan menolak
kelaliman (ay 3). Siapa yang setia melaksanakannya akan dibalas Tuhan dengan
berkat dan Rahmat-Nya.
Sering dalam kehidupan
motivasi kebaikan yang dilakukan adalah untuk mendapatkan berkat Tuhan. Karena itu,
ketika berkat Tuhan tak kunjung datang, sekalipun kebaikan demi kebaikan sudah
dilakukan, maka kita menjadi patah semangat. Tak jarang juga di antara kita
memilih percaya Tuhan tidur atau mungkin Tuhan tidak ada. Sabda Tuhan dalam
bacaan-bacaan liturgi hari ini mau meyakinkan kita bahwa Tuhan setia pada
janji-Nya. Tuhan akan membalas setiap kebaikan yang telah kita lakukan, karena
Dia adalah Tuhan pembalas. Karena itu, jangan takut berkorban, dan jangan ragu
pada janji Tuhan. Teruslah mengikuti Dia dengan berbuat kebaikan. Percayalah,
Tuhan menjamin dan menepati janji-Nya.
by: adrian
Senin, 03 Maret 2025
RENUNGAN HARI SENIN BIASA VIII, THN I
Renungan
Hari Senin Biasa VIII – Thn I
Bac I Sir 17: 24 – 29; Injil Mrk 10: 17 – 27
Sabda Tuhan dalam
bacaan-bacaan liturgi hari ini mau mengajak kita untuk memiliki sikap lepas bebas
terhadap kelekatan-kelekatan yang dapat menghalangi kita masuk ke dalam
kebahagiaan kekal. Kebahagiaan kekal itu disamakan dengan kebersatuan kita dengan
Sang Pencipta. Dalam bacaan pertama, penulis Kitab Putra Sirakh mengatakan
bahwa penghalang kita untuk bisa mendapatkan hidup kekal adalah dosa. Namun penulis
juga mengingatkan bahwa Tuhan selalu membuka pintu tobat bagi mereka yang
menyesal (ay 24) dan berpaling kepada Tuhan, karena belas kasih dan pengampunan
Tuhan itu besar (ay 29). Namun tidak berhenti di situ saja. Penulis Kitab Putra
Sirakh menegaskan supaya kita berani melepaskan dosa (ay 25).
Sikap lepas bebas juga dituntut
oleh Tuhan Yesus. Dalam Injil terlihat jelas dalam diri orang kaya yang
menghadap Yesus, yang ingin petunjuk untuk memperoleh hidup yang kekal. Dari kisah
tersebut dapat dikatakan ada yang menghalangi orang muda yang kaya itu untuk mendapatkan
hidup yang kekal. Penghalang itu adalah harta kekayaannya. Tuhan Yesus meminta
dia untuk lepas bebas dari kekayaannya dengan menjual semuanya itu dan
membaginya kepada orang miskin sehingga dia mendapatkan harta di surga (ay 21).
Dikatakan bahwa orang muda itu kecewa dan pergi dengan sedih (ay 22). Artinya,
orang muda itu tidak bisa lepas bebas dari kekayaannya.
Hidup kekal adalah dambaan
bagi setiap manusia. Sorga merupakan tujuan akhir ziarah hidup manusia. Di sanalah
manusia mendapatkan hidup kekal. Akan tetapi, setan menciptakan halangan bagi
manusia untuk memperoleh hidup yang kekal tadi. Dengan kata lain, setan tidak
mau manusia masuk sorga; setan ingin manusia ke neraka. Sabda Tuhan dalam
bacaan-bacaan liturgi hari ini menampilkan 2 penghalang bagi manusia untuk
mendapatkan hidup kekal, yaitu dosa dan kekayaan. Kelekatan pada kedua
penghalang inilah yang menghambat manusia masuk sorga. Perlu diketahui memiliki
kekayaan bukan berarti dosa, tapi ia bisa menjadi penghalang ketika manusia
melekat padanya. Untuk bisa mendapatkan hidup yang kekal, maka manusia harus
bersikap lepas bebas dari kedua penghalang tadi. Manusia harus melepaskan dosa
dan berpaling pada Tuhan. Manusia harus berani melepaskan kelekatannya pada
harta kekayaan dan mengikuti Tuhan.
by: adrian